Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran TP PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa se-Kecamatan Tompobulu. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman para kader mengenai pentingnya membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berkarakter sebagai modal utama dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ny. Gunya Paramasukhaputri menegaskan bahwa konsep "Keluarga Sakinah" memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar keharmonisan dalam rumah tangga, tetapi juga mencakup kemampuan keluarga dalam menjalankan fungsi agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan, dan sosial secara seimbang.
"Keluarga sakinah adalah fondasi masyarakat yang sehat. Keluarga yang memiliki nilai-nilai agama dan moral yang kuat akan mampu membentuk anak-anak yang berkarakter. Komunikasi yang baik dalam keluarga juga menjadi kunci mencegah konflik dan kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis 10 Program Pokok PKK dalam mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, seluruh program pokok PKK bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari keluarga dan masyarakat.
"Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan gizi. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan, untuk terus meningkatkan koordinasi, inovasi, dan kolaborasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK," tambahnya.
Ny. Gunya juga mengajak seluruh kader PKK untuk tidak hanya berperan dalam aspek administratif organisasi, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kader diharapkan dapat berfungsi sebagai penggerak, penyuluh, motivator, serta teladan bagi keluarga di lingkungan masing-masing.
Kunjungan ke Sentra Kopi Banyorang
Usai membuka sosialisasi, Ketua TP PKK Bantaeng beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Sentra Pengolahan Kopi Banyorang yang terletak di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu.
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Gunya Paramasukhaputri melihat secara langsung proses pengolahan kopi yang dilakukan oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Ia juga berkesempatan mencicipi berbagai varian rasa kopi hasil olahan warga setempat, sekaligus memberikan apresiasi terhadap potensi ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat Tompobulu.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memotivasi kader PKK untuk tidak hanya fokus pada pemberdayaan keluarga, tetapi juga mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal yang ada di wilayah mereka.
