Kegiatan strategis ini mencakup dua program utama, yakni Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK). Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta dukungan penuh atas terselenggaranya agenda tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan wadah krusial untuk menempa kapasitas intelektual, integritas, serta jiwa kepemimpinan bagi generasi muda, khususnya kader HMI.
Mengusung tema "Meretas Episteme HMI dalam Simulakra Geostrategi Indonesia", acara ini dirancang tidak sekadar sebagai pelatihan rutin, melainkan sebagai panggilan intelektual. Tema tersebut merefleksikan urgensi bagi para kader untuk memperkuat landasan pengetahuan dan mempertajam nalar kritis.
Bupati menekankan bahwa di tengah arus perubahan sosial, politik, dan teknologi yang semakin kompleks, peran strategis pemuda sangat dibutuhkan. Melalui pelatihan ini, diharapkan kader HMI mampu merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan kebangsaan dengan berbasis pada keilmuan dan wawasan geostrategis yang mendalam.
"Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk kembali menguatkan fondasi keilmuan dan kepemimpinan. Saya berharap para peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan kelak menjadi agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan bangsa," ujar Bupati Fathul Fauzy dalam sambutannya.
Pelaksanaan Training Raya Nasional ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader HMI yang tidak hanya unggul dalam organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir dan kepekaan terhadap dinamika nasional maupun global.
