Tampilkan postingan dengan label PANGKEP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PANGKEP. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Maret 2021

Kapolres Pangkep, sambut Kunjungan Kerja Bupati terpilih Kab. Pangkep



BN Online, Pangkep -- Kapolres Pangkep AKBP Endon Nurcahyo, S.I.K, bersama dengan pejabat utama polres menyambut kunjungan kerja bupati terpilih periode 2021 - 2021 di Polres Pangkep, Selasa (02/03/2021).


Bupati Pangkep H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi, M. Si yang didampingi wakil Bupati Pangkep H. Syahban Sammana beserta kepala Dinas dan Kantor melakukan kunjungan ke Polres Pangkep sebagai bentuk silaturahmi.



Kapolres Pangkep mengatakan, terima kasih kepada bapak bupati bersama rombongan yang telah hadir di Polres Pangkep sebagai kunjungan perkenalan dan silaturahmi di Polres Pangkep


"Terima kasih pak Bupati telah hadir disini, semoga kedepan komunikasi terjalin dengan baik", ujar Kapolres


Dalam sambutannya Bupati Pangkep terpilih mengharapkan kerja sama dengan Polres Pangkep dalam bidang Data, agar data di Pemda dan Polres bisa singkron sehingga apabila ada penyaluran bantuan tepat sasaran, Kata Bupati.(Ikbal)



Sumber//Polres Pangkep

Editor//BN Online//ILHO

Rabu, 04 Desember 2019

Kapolres Pangkep Gelar Press Release Temuan Pupuk Amonium Nitrat Cap Matahari


BN ONLINE, PANGKEP--Kapolres Pangkep Akbp.Ibrahim Aji, Sik  menggelar  Press Release di Aula Polres Pangkep  terkait penemuan pupuk  Amonium Nitrat Cap Matahari oleh Tim Polairud, atas laporan masyarakat setempat, bahwa adanya barang berupa pupuk yang  disembunyikan dibawah tanah.Selasa (03/12/2019)

Tim Pordonil Polairud yang beranggotakan 6 orang dipimpim langsung Kasat Polairud Iptu.Deki Mirazaldi, SH., MH bersama Kanit Patroli Ipda.Syarlis Natsir, yang mana telah melakukan patroli diwilayah perairan  Pulau Makarangana Desa Sailus Besar, Kecamatan Liukang Tangaya  Kabupaten Pangkep dan Kepulauan, dengan jarak tempuh, 250Mil dari Pelabuhan Paotere Makassar.      

Dengan  adanya laporan warga tersebut,  temuan pupuk yang tak bertuan telah ditimbung ke dalam tanah, dengan berat perkarung mencapai 25Kg, dengan jumlah 50 karung, selain bisa dipakai bercocok tanam bagi petani, bisa juga dijadikan sebagai bahan  BOM IKAN dengan daya ledak yang cukup besar dibawah permukaan laut dan hingga dapat merusak Terumbu Karang.   

Barang bukti yang diamankan saat ini berada di Kantor Polairud Pangkep, sampai saat ini belum diketahui siapa pemiliknya, namun Kasat Polairud tetap berupaya melakukan kominakasi bersama Kapolsek Liukang Tangaya dan Kepala Dusun Makarangana untuk mengungkap kepemilikan barang tersebut, (Cz.Kamaruddin ).

Selasa, 26 November 2019

Kapolres Pangkep Ibrahim Aji Silaturahmi dengan Wartawan


BN Online Pangkep - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Pangkep AKBP Ibrahim Aji. S.Ik mengundang puluhan wartawan media elektronik, cetak, dan online untuk mempererat silaturahmi, di Warkop Pemo Selasa, 26 November 2019.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat. Kapolres dan wartawan saling memperkenalkan diri.

Ibrahim berharap silaturahmi ini bisa membuahkan kerjasama harmonis terutama dalam hal publikasi kegiatan Polres dalam rangka membangun Kabupaten Pangkep.

“Selain itu, kita saling terbuka dan tidak ada miskomunikasi dalam informasi. Dan tak kalah penting adalah saling kordinasi agar tidak ada selisih paham,” ujarnya.

lanjut Ibrahim, pertemuan serupa tidak sebatas dalam forum tersebut tapi berkelanjutan di lapangan dengan sering bertukar-pikiran. Kapolres juga meminta ide-ide dari awak media dalam membangun Waykanan.

“Terutama dalam segi keamanan seputar wilayah hukum Kabupaten Waykanan mengingat media adalah mitra Polri. Saya ucapakan banyak terimakasih atas kehadiran kawan-kawan media dalam silatuhrahmi yang kami adakan di Polres,” terangnya.

(Cz Akbar)

Senin, 11 November 2019

Menuju Pangkep Emas 2020, "Harapan Bersama" Jadi Tagline Rahman Assagaf Berjuang di Pilkada Pangkep



BN Online Pangkep - Rahman Assegaf semakin memantapkan dirinya untuk maju di Pilkada Pangkep 2020. Hal itu disampaikannya di hadapan relawan dan simpatisan militannya yang hadir di Gedung Mutiara, Jalan KH. Fadeli Luran, Minasatene, pada Minggu (10/11) malam.


"Malam ini, kami tegaskan maju sebagai 01 untuk membangun Pangkep yang maju. Kita akan wujudkan dalam Pangkep Emas 2020", tegas Rahman.

Bagi Rahman, perjuangannya untuk membawa Pangkep lebih maju takkan pernah surut. Sebab begitu banyak potensi daerah yang belum teroptimalkan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Pangkep EMAS adalah Pangkep yang Efektif dan efisien, Mandiri, Adil serta Sejahtera", ungkap Rahman.

Menurutnya, visi Pangkep Emas ini adalah jawaban atas kegelisahan-kegelisahan masyarakat yang merindukan perubahan. Baginya, Pangkep seharusnya lebih maju dari hari ini, bukan menjadi kabupaten yang kerap berada di urutan atas pemilik kemiskinan.

"Pangkep harus lebih maju. Kita ingin setiap masyatakat, baik yang ada di kota, pesisir, pegunungan hingga kepulauan merasakan layanan publik yang setara. Pendidikan dan kesehatan sebagai hal utama harus terdistribusi merata. Kesejahteraan harus dirasakan semua kalangan. Pembangunan yang kita lakukan harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat", terangnya.

Rahman menutup sambutannya dengan harapan besar bahwa Rakyat memberi mandat untuknya agar bisa mewujudkan Pangkep Emas.

"Mari kita semua berjuang untuk mewujudkan Harapan Bersama", kunci Rahman.

(Red)

Jumat, 22 Februari 2019

Nurdin Abdullah Hadiri Perayaan HUT ke-59 Kab. Pangkep di Lapangan Minasatene


BN Online, Pangkep----Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah hadiri perayaan HUT ke-59 Kabupaten Pangkep di Lapangan Minasatene, Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (21/2/19).

Nurdin Abdullah tiba di lokasi acara di lapangan Minasatene.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu datang berbarengan rombongan Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana beserta unsur Forkopimda Pemkab Pangkep.

NA sapaan akrab Nurdin Abdullah didampingi istrinya Liestiaty F Nurdin disambut tari paduppa.


Setelah itu, NA bersama Bupati Pangkep berjalan menuju panggung kehormatan.

Di sisi kiri dan kanan, NA yang berjalan dengan memakai baju adat hitam, lipa Sa'be dan songkok Pamiring disambut pula oleh para Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pangkep.

Iringan musik gendang khas Bugis Makassar pun mengantar NA hingga sampai ke panggung kehormatan.

Tamu undangan tersebut terdiri dari masyarakat umum, pejabat Pemprov dan para ASN Pemkab Pangkep.(Khr)




Editor : | BN Online | Dny

Sabtu, 16 Februari 2019

Apel Pagi, Kapolres Pangkep Beri Pengarahan Dan Motivasi Kepada Para Siswa Latja 2019


BN Online, Pangkep----–Kapolres Pangkep Dalam apel berpesan iya agar para siswa harus benar benar belajar dari secara serius dan tidak main main selama latja, ini sebab pelaksanaan tugas yang sesungguhnya adalah kesatuan atau lapangan, maka perlu diberikan pengalaman melalui pelatihan kerja Latja 2019

Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga., S.I.K., M.H memberikan ketegasan kepada para siswa Latja di lapangan apel Mapolres Pangkep, mengecek siswa melaksanakan latja, long weekend ini beliau memberikan Arahan Commander Wish Kapolri  yaitu (Profesional, Modern, Terpercaya) Tujuannya memberikan bekal serta motivasi agar lebih giat lagi dalam melaksanakan pendidikan menjadikan pedoman kerja pada saat sudah menjadi Anggota Polri nantinya. 

Ia juga meminta kepada para siswa, agar menunjukan sikap dan perilaku yang terbaik kepada masyarakat dan seluruh personel polres pangkep serta memberikan performance yang terbaik selama melaksanakan latja di polres Pangkep ini, Sabtu, (16/2/19).

“Para siswa, apabila ada hal-hal yang dibutuhkan, segera diberi tahu mentornya dan kalian harus menikmati selama di pangkep ini dan selama anda tinggal di asrama jangan berbuat aneh-aneh karna banyak yang tinggal senior dan ibu bhayangkari disana serta harus tetap menjaga kebersihan lingkungan,” tutunya 

Kapolres juga menyampaikan untuk jangan malu bertanya kepada seluruh personel yang ada di polres Pangkep ini.(Why)




Editor : | BN Online | Dny

Rabu, 31 Oktober 2018

Permintaan LPJ Desa Ditolak PMD, LSM Grasi Angkat Bicara



BN Online, Pangkep----Terkait dengan rawannya penyalahgunaan Dana Desa baik yang bersumber dari APBN maupun yang dari APBD, serta banyaknya laporan masyarakat tentang adanya indikasi tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa yang ada di Kabupaten Pangkep, LSM Grasi memberi tanggapan.


Direktur Eksekutif LSM GRASI, Abdul Jalil Nanrang, melayangkan surat ke Dinas PMD Kabupaten. Pangkep, untuk meminta LPJ salah satu Desa yang ada di Kabupaten Pangkep, dengan maksud ingin menindak lanjuti, meluruskan tentang indikasi tersebut.


Namun lewat balasan surat dari Dinas PMD yang ditanda tangani langsung oleh Kepala Dinas, Abdul Haris Has, AP, menolak memberikan dengan alasan, bahwa Dinas PMD Kabupaten Pangkep tidak berwenang memberikan dokumen yang dimohonkan oleh LSM GRASI, tanpa persetujuan pimpinan, dan dokumen tersebut, hanya bisa diberikan kepada BPK, BPKP, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum guna kepentingan penyidikan.


Disisi lain, Pendiri LSM GRASI, Sofyan Panca Putra, SH.MH. Angkat bicara terkait hal itu, menurutnya Keterbukaan Informasi Publik merupakan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik yang harus dijalankan Badan Publik, hak untuk mendapatkan informasi publik yang tidak terbatas pada Instansi Negara saja.


Menurutnya, hak masyarakat untuk dapat memperoleh informasi publik, telah dijamin dalam Pasal 28F Konstitusi kita, yang diejawantahkan dalam UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pengecualian untuk memberikan informasi publik telah termaktub didalam rumusan Pasal 17 UU KIP, Penolakan atas permintaan informasi publik harus dengan landasan hukum yang jelas. Ujarnya.


Di tempat terpisah, Sekjend LSM GRASI MUh Ridwan, SH  lewat tanggapannya menyatakan, akan segera melayangkan surat keberatan kepada atasan Dinas PMD, Kabupaten.Pangkep, menurutnya, hal itu sudah diatur dalam Pasal 35 UU KIP dan mengacu pada Pasal 30 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik.(**).


Selasa, 30 Oktober 2018

Diduga Ada Unsur KKN, Pembangunan Masjid Terapung



BN Online, Pangkep----Dari hasil investigasi awak media di lapangan telah di temukan, diduga adanya indikasi KKN dalam pembangunan Masjid terapung tahun anggaran 2018 sebesar Rp 976 .600 000, menurut pengakuan salah satu aktivis kabupaten Pangkep H.Nur Achmad pada media ini mengatakan Selasa, (30/10/18).


Bahwa pembangunan masjid terapung dari Dinas sosial ada unsur KKN itu di karnakan , sebelum lelang dimulai pemenangnya sudah diketahui. Proses lelang hanyalah formalitas, dan terbukti bahwa rekanan yang mengerjakan proyek ini sebenarnya tidak Bersyarat.




Salah satu syarat yang dipersyaratkan oleh Pokja tidak dipenuhi oleh pemenang tender, yakni Site Manager. Dalam dokumen kualifikasi manajer tidak di upload oleh pemenang tender, namun pada saat pembuktian/klarifikasi Pokja mempertanyakan site Manager yang tidak di upload, pada saat pembuktian tersebut pemenang tender menunjukkan bahwa ini yang saya maksud sebagai site Manager.


Seharusnya Pokja menggugurkan rekanan tersebut karena tidak mengupload salah satu syarat yang menjadi persyaratan, dan Pokja tidak berkewajiban untuk mempertanyakan terlebih membenarkan jawaban dari pemenang lelang.



Ini termasuk sebagai bidding post dalam Perpres pengadaan barang dan jasa dan ada sanksi pidananya, selain persyaratan kualifikasi tersebut di atas dalam RAB dicantumkan bahwa ada tiang pancang sebanyak 4 titik, yang mana tiang pancang tersebut sudah terpasang. Kemudian Pokja mensyaratkan adanya kapal ponton untuk tiang pancang persyaratan ini hanya semata-mata untuk menghalangi rekanan lain untuk mendaftar, ujarnya.


Maka di harapkan aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam pembangunan masjid terapung dari Dinas sosial kabupaten Pangkep, Anggaran 2018 yang di duga ada unsur KKN.(*).


Rabu, 24 Oktober 2018

Peroyek Galian Walet Dinas PSDA Provinsi Diduga Ajang Bisnis



BN Online, Pangkep----Dari hasil komfirmasi kepala bidang PSDA Bur sapaan akrabnya mengatakan Selasa, (23/10/18),  bahwa peroyek galian walet dari PSDA itu merupakan swakelola di mana orang orang kami di lapangan yang melaksanakan dengan cara memberdayakan para kelompok P3A yang sudah berbadan hukum, sudah memiliki NPWP dan rekening, karena dananya kita masukkan melalui kelompok, atau kebijakan lain.


Sementara di tempat terpisah Rahman anggota Bur yang di bagian lapangan khususnya di kabupaten Pangkep, Kecamatan Ma'rang mengatakan hal yang berbeda bahwa peroyek galian walet dari Dinas PSDA Provinsi  yang berlokasi di kelurahan Ma'rang kampung Tellang tellang, galian walet di kerjakan oleh oknum kontraktor yang bernama H.Nasrul dari Bone.


Mendengar pernyataan Rahman bahwa yang melaksanakan kegiatan peroyek galian walet di kampung Tellang Kecamatan. ma'rang Kabupaten Pangkep, bukanlah kelompok P3A seperti apa yang di katakan BUR selaku kepala bidang PSDA provinsi,  bahwa Galian walet adalah swakelola.


Kuat dugaan galian walet  yang ada di kabupaten Pangkep di jadikan lahan bisnis oleh oknum-oknum dinas PSDA Provinsi, bekerja sama dengan oknum kontraktor, seperti yang terjadi di kampung Tellang Tellang yang di kerjakan oleh H.Nasrul dari Bone, bukan dari P3A.(**).



Selasa, 02 Oktober 2018

Plt.Desa Alesipitto Bungkam Saat Di Tanya Mengenai Data Pengadaan Bak Air



BN Online, Pangkep----Dengan adanya pemberitaan di media online, pekan lalu "pengadaan bak air 1200 liter menjadi sorotan publik " dan hal ini mendapat tanggapan dari LSM-GRASI yang turun langsung di lapangan untuk investigasi, melalui Sekjen LSM- GRASI, mengutarakan telah di temukan pengadaan bak sebanyak 110 unit yang masih tersimpan di sebuah kebun yang jauh dari kantor Desa.


Menurut LSM- Grasi (Muh. Ridwan, SH) pengelolahan dana desa, di Desa Alesipitto, di duga sengaja di tutup-tutupi oleh oknum PLT Desa Alesipitto karna pada waktu di tanya berapa harga bak air perunitnya, A.Tasir tidak mau memperlihatkan nota pembelian bak tersebut, A.Tasir selaku PLT Desa Alesipitto hanya mengatakan ini pengadaan atas permintaan masyarakat pak ujarnya LSM-Grasi.


LSM-Grasi melalui sekjend Muh. Ridwan, SH, mengatakan pada awak media Senin, (1/10/18).PLT Desa Alesipitto di duga melanggar UU no.4/2014 ttg desa, dalam rumusan pasal 24 terkait penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan azas keterbukaan, selanjutnya pasal 26 ayat (4) huruf f, di nyatakan ttg kewajiban melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif, dan efisien,  serta bebas dr KKN.


Selanjutnya pasal 27 huruf d, menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas kewenangan. Hak dan kewajiban, sebagaimana dimaksud dalam pasal 26, Kepala desa wajib membuka dan menyebarkan informasi penyelenggaraan pemerintahan secara tertulis kepada masyarakat.


Jadi berdasarkan pasal diatas, bahwa nama program, kegiatan desa, dan anggaran program berupa daftar isinya penggunaan ADD, adalah informasi terbuka yang dapat di akses oleh publik, mungkin ini yang tidak di pahami oleh oknum PLT Desa Alesipitto, atau pura pura tidak tahu, ujar Muh. Ridwan, SH.(**).



Diduga Proyek Rehabilitas Bendung Padaelo di Kerja Asal Jadi



BN Online, Pangkep----Proyek rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi di padaelo kabupaten Pangkep provinsi Sulawesi Selatan, diduga  di kerjakan asal jadi.


Proyek yang menelan dana negara Rp 2.823.492.110 dana DAK 2018 dan dikerjakan oleh PT SEDAYU SAKTI dengan no.kontrak:602.2/704/DSDA CKTR/SP/V 2018, tanggal kontrak 7 Mei 2018, waktu pelaksanaan 180 hari kalender.


Kualitas cor beton sangat di ragukan apa lagi mutu beton dalam RAB K300. Terlihat Material yang di gunakan di lokasi seperti pasir bercampur tanah, semen yang di gunakan juga merek China dan pengelolaan cor hanya menggunakan molen dengan cara kerja manual, bukan redimix, sehingga cor beton mutu k 300 di duga tidak bisa tercapa, juga pekerjaan di lapangan di kerja sedikit-sedikit, sehingga cor beton yang sudah kering dengan beton yang baru tidak senyawa ibarat gigi lubang yang di tambal.


Proyek ini yang ditangani langsung oleh Dinas DSDA Provinsi, hal ini sudah di sampaikan ke dinas terkait melalui PPK Ir.Buaeti, melalui WA foto material yang di gunakan dan molen yang di gunakan, namun sampai sekarang PPK bungkam, di sisi lain kontraktor pelaksana di lapangan tidak dapat di temui untuk klarifikasi, mengenai proyek tersebut.


Salah satu pegawai dinas DSDA , saat dimintai tanggapannya terkait buruknya kualitas proyek Rehabilitas bendung dan jaringan irigasi di Padaelo mengatakan, sebaiknya kita menyurat saja ke Dinas kami ujarnya pada awak media, Selasa, (2/10/18).


Bila melihat pekerjaan kontraktor pelaksana dan material yang di gunakan maka patut di duga ada pelanggaran yang sangat mungkin terjadi yaitu; a)Mengurangi bahan baku, volume, peralatan dan kualitas serta tahapan dalam menyelesaikan pekerjaan, b)Mengurangi kuantitas barang, perlengkapan, bahan baku, volume dan sistematika penyelesaian pekerjaan secara tidak normal.


Di harapkan kepada dinas terkait agar segera melakukan pemantauan dan pengecekan di lapangan, karna proyek tersebut sudah mengarah ke tindak pidana korupsi bila dananya di cairkan 100 %.(**).



Minggu, 23 September 2018

Pengadaan Bak Air 1,2 L, 2018 Desa Alesipitto di Sorot



BN Online, Pangkep----Dari hasil investigasi awak media di lapangan, telah di temukan pengadaan bak air yang berkapasitas 1,2 L Anggaran Dana Desa tahap 1 tahun 2018 ,di mana Masyarakat Desa Alesipitto menjadi perbincangan publik, bak air yang di simpan di salah satu kebun milik seorang pengusaha sudah hampir 2 bulan belum di bagikan oleh PLT Desa Alesipitto, padahal bak itu seharusnya sudah di bagikan sesuai dasar hukum untuk apa bak tersebut dan siapakah penerimanya dalam daftar, bukan di simpan yang terkesan di sembunyikan.


Menurut salah satuh warga yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan Desa Alesipitto, adalah Desa yang tidak kekurangan air, di mana Desa tersebut sudah ada perogram pansimas dan airnya lancar ,di tambah setiap rumah ada sumur dan airnya layak untuk di minum.


Pengadaan bak ini di duga ada unsur politik dan mencari keuntungan, di mana bila di lihat belanja pengadaan barang setiap Desa terutama bak air yang berkapasitas 1,2 L, sangat jauh selesihnya dari harga toko padahal dalam aturan penggunaan dana desa dalam perogram, bukan mencari keuntungan karna bukanlah peroyek, melainkan perogram untuk mensejahterakan masyarakat, ini malah sebaliknya diduga pengadaan tersebut di mark up.


Diharapkan aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan di setiap Desa di kabupaten Pangkep, pengadaan barang berupa bak air 1,2 L, dan membandingkan harga toko terutama Desa Alesipitto yang diduga di jadikan lahan bisnis.(**).


Senin, 27 Agustus 2018

Pemerintah Kabupaten Pangkep Megucapkan Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-73, Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Kamis, 23 Agustus 2018

Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT RI Ke 73 di Kec. Bungoro




BN Online, Pangkep-----Sebanyak 75 brigade gerak jalan indah ikut andil dalam meriahkan HUT kemerdekaan RI ke-73 di Kecamatan Bungoro, Jumat Sore (17/8). 


Acara ini berlangsung ramai, dengan peserta dari tingkat SD, SMP, SMA dan Organisasi Masyarakat (Ormas). 


Muhammad Yamin, SKM, selaku ketua Panitia pelaksana mengatakan peserta gerak jalan indah ini gabungan dari tingkat SD, SMP, SMA/SMKA dan ormas utusan dari setiap Kelurahan dan desa Se-Kecamatan Bungoro bahkan ada sekolah turunkan sampai 3 tim gerak jalan.


"Diperlombaan acara gerak jalan indah ini dengan kegiatan lomba gerak jalan tersebut, tak lain demi memeriahkan HUT Proklamasi RI ke 73 tahun 2018", imbuhnya.





Editor : | BN Online | Dony.Ar

Acara Ramah Ramah HUT RI ke 73 di Kabupaten.Pangkep



BN Online, Pangkep----Dalam  puncak acara  kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 73 tahun di Pangkep , Pemerintah kabupaten Pangkep melaksanakan Malam Ramah Tamah, di Halaman Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Sabtu (18/8/18) malam.


Bapak Bupati Pangkep, H. Syamsuddin Hamid, dalam pidato sambutannya mengatakan rasa syukur, dimana hingga peringatan kemerdekaan yang ke 73 tahun masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indoinesia (NKRI).


Dalam  peringatan HUT RI tahun 2018 lebih semarak dibandingkan tahun-tahun kemarin , terlihat umbul-umbul dan bendera merah putih berkibar dimana-mana, begitupun dengan pintu gerbang bertuliskan “Dirgahayu Indonesiaku”  yang ada disetiap lingkungan, kantor, dan sekolah-sekolah” paparnya. 


Selain itu, tidak ketinggalan kegiatan lomba dan atraksi budaya seperti panjat pinang, lomba seni dan olah raga disetiap lingkungan desa, kelurahan dan kecamatan, kemudian dua hari berturut-turut dilaksanakan gerak jalan indah untuk semua tingkat sekolah dan organisasi perangkat Daerah (OPD), pada setiap kecamatan, termasuk upacara bendera memperingati hari proklamasi Republik Indonesia.


“Dalam penyelenggaraan acara ramah tamah malam ini, semangat kebangsaan terasa sangat kental, karena itu sebagai  Bupati tak berlebihan jika memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih serta rasa bangga yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat serta panitia dan semua pihak yang telah turut mengambil bagian dan menyemarakan peringatan HUT RI tahun ini dimanapun berada, termasuk para pasukan pengibar bendera,” ujar Bapak Bupati Pangkep H.Syamsuddin Hamid.


Sementara itu dalam kegiatan ramah tamah tersebut, diumumkan pemenang lomba-lomba yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pangkep, diantaranya lomba gerak jalan indah Tingkat Kabupaten utusan ormas, sebagai juara satu Partai Nasdem, Untuk utusan SMA, juara satu SMA 11 Pangkep, utusan SMP,  juara 1 SMP 1 Pangkajene dan Utusan SD, juara 1, SDN Nomor 7 Tekolabua kecamatan Pangkajene.




Editor : | BN Online | Dony.Ar

Kamis, 26 Juli 2018

Terkait Sertifikat PTSL 2017/2018 di Pangkep, Oknum BPN Rawan Sengketa


Abd Jalil, Salah Satu Kuasa Ahli Waris 


BN Online, Pangkep----Program pemerintah pusat dalam penerbitan sertifikat melalui perogram PTLS (pendaftaran tanah sistematis lengkap) 2017/2018, sangat bermanfaat, program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan sertifikat dengan biaya murah, namun dalam penerbitan sertifikat tersebut biasa di cederai oleh oknum-oknum BPN.


Seperti yang terjadi di kabupaten Pangkep kelurahan Labakkang kecamatan Labakkang, perogram PTSL, salah satu masyarakat kelurahan Labakkang selaku salah satu ahli waris manjerekki (Abd.jalil) yang mempunyai tanah darat dengan luas D:  0,55 Ha, kohir :.131 C1  Dan persil :16 dengan no sppt :73.09.070.005.013/0002.0, yang di klaim oleh KR dan HH, dan ingin menerbitkan sertifikat melalui perogram PTSL dengan persedur yang tidak sesuai dengan penerbitan sertifikat, dan tetap di tanggapi oleh Oknum BPN.


Abd Jalil selaku kuasa salah satu ahli waris manjerekki merasa di rugikan ,betapa tidak tanah milik atas nama manjerekki di pecah pecah, tanpa seijin ahli waris yang berhak, sehingga melayangkan surat sanggahan ke kantor BPN Pangkep, namun permohonan yang bersangkutan tetap di peroses, bahkan salah satuh oknum BPN yang berinisial HR, memintai surat keterangan waris sebagai pembuktian selaku ahli waris yang berhak menyangga.


Menurut  Abd Jalil mengatakan itu tidak perlu, karna bukan untuk permohonan sertifikat, yang di perlukan adalah alas hak atas obyek tanah yang di mohonkan.


Lanjut Abd Jalil diduga ada permainan antara pemerintah setempat dengan oknum BPN yang berinisial HR untuk memuluskan Peroses penerbitan sertifikat atas nama KR dan HH.


Abd Jalil selaku kuasa, salah satu ahli waris manjerekki mengharapkan kepala BPN Pangkep agar segera menindak lanjuti surat sanggahan kedua yang di layangkan ke kantor BPN tertanggal 23 Juli 2018.(*).





Editor : | BN Online | Dny

Jumat, 20 Juli 2018

Dinas Perumahan dan Permukiman Kab.Pangkep, Meluncurkan Projek Carrymap



BN Online, Pangkep----Dinas perumahan dan permukiman melalui Kabidnya H.Asrul mengatakan, Jumat (19/7) perumahan dan permukiman bagian dari pembangunan Nasional yang perlu terus ditingkatkan dan di kembangkan secara terpadu, terarah, terencana, dan berkesinambungan.


Maka dari itu dengan adanya perojek carrymap ini Dinas perumahan dan permukiman mempunyai Data secara menyeluruh di kabupaten Pangkajene dan kepulauan, di setiap kecamatan, lurah dan Desa dengan cara aplikasi carrymap, mengklik nama peta di kabupaten Pangkep, maka muncul jumlah penduduk, jumlah rumah layak huni dan tidak layak huni.


H.Asrul menambahkan dalam pelaksanaan proyek perubahan ini adalah terwujudnya pemetaan daratan dengan aplikasi carrymap di kabupaten Pangkep, juga terwujudnya sinkronisasi pemetaan wilayah berdasarkan fungsi lahan dan wilayah, terwujudnya pemetaan dan wilayah kepulauan, tersedianya sistem data perumahan dan data fungsi lahan seluruh wilayah kabupaten Pangkajene dan kepulauan.


Lanjut H.Asrul perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal, lingkungan hunian yang di lengkapi dengan prasarana dan sarana, agar lingkungan tersebut menjadi lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur dan berfungsi sebagai mana yang di harapkan.(*).




Editor : | BN Online | Dny

Sabtu, 14 Juli 2018

Pejabat Pengadaan Diknas Pangkep Dinilai Kebakaran Jenggot



BN Online, Pangkep----Terkait berita tentang dugaan pengadaan barang dan jasa dl kubu Diknas Kab. Pangkep Sulsel yang dinilai pelaksanaannya tidak sesuai dengan UU PBJ, yang dimuat Media Petir News pada Kamis, 12 Juli 2018 kemarin, pejabat pengadaan barang dan jasa, Muslimin dinilai kebakaran jenggot.


Setelah naik dipemberitaan Bidik Nasional yang judulnya, "Diknas kabupaten Pangkep" di duga sarang korupsi, Muslimin lupa kementar awal dan langsung membantah dan memponisnya, bahwa itu berita fitnah dan pencemaran nama baik. Dan bahkan dirinya mengancam akan melaporkan ke penegak hukum.


Entah, Muslimin yang bertindak selaku pejabat penyedia barang dan jasa itu, membantah dan memponis kalau berita tidak benar alias fitnah, padahal saat ditemuinya, dia berungkap kalau yang dilakukannya itu, atas perintah kadisnya.


Benar benar lupa atau sengaja pura pura lupa kementar kata katanya ketika ditemui oleh awak media, yang jelas dia pernah  mengungkapkan, dan itulah yang didokumenkan awak media bidik, sebagai barang buktinya.


"Saya selaku pejabat pengadaan barang dan jasa hanya memperoses sesuai perintah pak Kadis atau kebijakan pak kadis". Katanya.


Menyikapi ungkapan Muslimin itu, adalah salah  satu bukti menggambarkan adanya konspirasi jahat, di kubu diknas kabupaten Pangkep yang disinyalir kuat, dilakukan oleh pihak pejabat terkait di dalamnya.


Muslimin  mungkin lupa lalau dia transpransi memberitahukan bidik, bahwa Pak Kadisku marah sama saya karena dikiranya, saya bersekongkol dengan pengusaha, untuk membongkar permainan di diknas.


Maka dengan kementar ungkapan jelasnya itu, menandakan dan menggambarkannya pula dengan jelas, bahwa secara tidak langsung Muslimin mengakui adanya permainan ilegal di Diknas kabupaten Pangkep.


Olehnya bidik menantang untuk dilapor,  jika memang Muslimin yang bertindak selaku pejabat penyedia, merasa di fitnah. Bidik siap membuktikan dengan alat bukti yang ada.


Di harapkan aparat penegak hukum, agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan di Diknas kabupaten Pangkep agar informasi tidak Simpang siur atau di katanya pencemaran nama baik dan bidik siap  memberikan alat bukti bila di perlukan.(**).


Kamis, 12 Juli 2018

Diknas Kab.Pangkep Diduga Sarang Korupsi



BN Online, Pangkep-----Sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di Diknas kabupaten provensi Sulawesi Selatan di duga menyalahi UU PBJ (penyedia barang dan jasa), selain sarat indikasi korupsi dan kolusi, diduga ada kongkalikong antara rekanan tertentu dan pejabat setempat.


Sinyalemen akan adanya konspirasi jahat "ini terkuak setelah beberapa rekanan(kontraktor) menyanyi di kabupaten pangkep merasa di rugikan dengan kebijakan diknas kabupaten Pangkep Anggaran 2018 seperti apa yang di katakan pak Muslimin selaku pejabat pengadaan, bahwa dirinya hanya memproses sesuai perintah pak kadis ujarnya pada media ini.


Hal serupa yang dikatakan Baso Sapaan akrabnya bahwa daftar nama pada proyek diknas pangkep yang sebanyak 211 paket adalah perintah pak kadis, sy hanya memegangnya, mendengar ucapan Baso diduga tidak di lakukan para kualifikasi dokumen, sesuai dengan UU PBJ, karna nama rekanan pada paket sudah ada.


Di harapkan aparat penegak hukum,  khususnya polres pangkep, agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan pada peroses pengadaan langsung pada Diknas kabupaten Pangkep tahun 2018 yang diduga bertentangan.


Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.(**).


Sabtu, 02 Juni 2018

Diknas Pangkep Diduga Perjual Belikan Buku Amalia Ramadhan 7 Ribuan Lebih Dinilai Mahal




BN Online, Pangkep----Terkait adanya penjualan buku Amalia Ramadhan ke sekolah khususnya tingkat SD dan SMP, dengan harga 7 ribuan lebih persiswa melalui anggaran dana BOS, maka dinilai korup terkuak yang disinyalir dilakukan, oleh pihak Diknas terkait.


Salah satu sumber di kubunya menyebutkan,  adanya buku Amalia ramadhan yang di perjual belikan di sekolah, baik di tingkat SD maupun tingkat SMP, kini harga penjualannya dinilai sudah terkuak Rp 7000  lebih yang juga seperti tahun sebelumnya, dianggarkannya pula pada dana BOS.


Konon, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkep ini, bukan hanya disinyalir mengajang bisniskan buku amalia ramadhan saja, tetapi melainkan juga berupa Stempel turut diajang bisniskannya ke semua sekolahan wilayah kerjanya, dan paling terkuak jadi sorotan, 211 paket juga diduga menyalahi undang undang.


Olehnya Diknas kabupaten Pangkep ini diduga yang paling korup di kabupaten Pangkep mulai dari buku Amalia ramadhan sampai stempel yang diajang bisniskannya ke 300 lebih SD dan kurang lebih 60 SMP. Apalagi tahun ini ada 211 paket di Diknas yang juga diduga tidak sesuai dengan UU PBJ (Penyedia barang dan jasa).


Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Diknas kabupaten Pangkep yang kini dinahkodai, oleh Idris sira, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan publik, utamanya dari rekan LSM dan para rekan Media, serta para kontraktor lainnya.


Seiring dengan kuatnya dugaan tentang adanya pengadaan buku Amalia Ramadhan dan pengadaan setempel yang disinyalir kuat dilakukan oleh pihak Diknas terkait dan juga adanya 211 paket yang juga diduga sesuai dengan UU PBJ.


Untuk itu diharapkan aparat penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan Pangkep, agar segera melakukan penyelidikan di kubu Diknas Kab. Pangkep, karena di dalamnya juga ada indikasi adanya kemufakatan buruk, alias kong kalkong dilakukan oleh pejabat pejabat terkait.(**).



News Of This Week