Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 berdirinya PAPPRI di Kabupaten Bantaeng. Puncak perayaan anniversary tersebut rencananya akan digelar pada 22 Oktober 2026. Selain bazaar musik, rangkaian kegiatan peringatan juga mencakup aksi penanaman pohon yang akan dilakukan oleh pengurus DPC PAPPRI Bantaeng bersama panitia pelaksana sebagai wujud kecintaan terhadap lingkungan demi mewujudkan Bantaeng yang hijau, bersih, dan indah.
Ketua Panitia Bazaar Musik, Rahmawati Rasyid, menjelaskan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan bazaar ini adalah untuk menyatukan para seniman melalui semangat bernyanyi, berkumpul, dan bersaudara. Ia menekankan bahwa acara ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat terlibat aktif dengan bergabung bernyanyi bersama.
"Kegiatan yang kami ingin laksanakan melalui Bazaar ini bertujuan menyatukan para seniman untuk Bernyanyi, Berkumpul, dan Bersaudara. Pengunjung Bazaar bisa ikut bergabung bernyanyi bersama, itu adalah tujuan kami," ujar Rahmawati.Senin 13 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PAPPRI terus bangkit dan berkontribusi positif, sejalan dengan tagline pemerintah daerah saat ini, yaitu "Bantaeng Bangkit".
"PAPPRI itu tidak mati, kami bangkit sesuai tagline pemerintah sekarang 'Bantaeng Bangkit'. Jadi, kita harus betul-betul bekerja untuk Anniversary 3 tahun DPC PAPPRI Bantaeng, untuk Butta Toa yang kita cintai," tegasnya.
Melalui momentum ini, pihak panitia mengharapkan dukungan dan dukungan penuh dari berbagai pihak agar pelaksanaan Bazaar Musik serta puncak acara Anniversary PAPPRI Bantaeng dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan semangat kebersamaan, PAPPRI Bantaeng mengusung misi: "Dengan Musik Menyatukan Kita, PAPPRI Menginspirasi Bangsa."
Masyarakat dan para pecinta seni di Kabupaten Bantaeng diundang untuk hadir dan meramaikan acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan seni budaya lokal serta pelestarian lingkungan.
