Tampilkan postingan dengan label PROV JABAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROV JABAR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2025

Polda Jabar Ungkap Laboratorium Pembuatan Sabu Jaringan Internasional



BN Online Jabar, - Ditresnarkoba Polda Jawa Barat (Jabar) bersama Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap laboratorium pembuatan narkoba jenis sabu di wilayah Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K.,M.H.  mengatakan, laboratorium ini diketahui sebagai bagian dari jaringan narkotika internasional golden crescent. Jaringan peredaran gelap narkotika ini mencakup kawasan timur tengah dan Asia Selatan seperti Iran, Afghanistan, dan Pakistan.

"Pengungkapan ini bermula dari hasil penyelidikan dan surveillance yang dilakukan sejak sabtu, 5 juli 2025, terhadap seorang warga negara asing yang baru masuk ke indonesia," jelas Kabid Humas, Kamis (10/7/25).

Lebih lanjut Kombes Pol. Hendra mengatakan, setelah dilakukan pembuntutan intensif, target diketahui 
menuju ke sebuah rumah kontrakan yang dicurigai menjadi lokasi pembuatan narkotika. Selanjutnya pada Selasa (8/7/25) pukul 07.30 WIB, tim Ditresnarkoba polda jabar melakukan penggerebekan di 
lokasi yang beralamat di Kel. Meruya Selatan, Kec. kembangan, Jakarta Barat.

“Dan kami mengamakan dua orang tersangka MT dan RA salah satunya warga negara asing serta memeriksa 4 orang saksi," ujarnya.

Kombes Pol. Hendra mengatakan, tim penyidik mengamankan barang bukti berupa dua drum cairan diduga sabu cair, satu galon air mineral berisi cairan diduga sabu cair, empat botol kecil berisi cairan toulen, dan botol kecil cairan aseto serta beberapa barang bukti lainya.

Para tersangka pun dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat(1) undang- undang no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan pidana denda paling sedikit satu miliar rupiah,  dan paling banyak sepuluh miliar rupiah,” ungkapnya.

Jumat, 31 Juli 2020

Menteri Nadiem Persilakan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet untuk Belajar Daring

Jumat, 31 Juli 2020 | 19:36 WITA

BOGOR, BN Online '- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memastikan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) bisa dialihkan untuk pembiayaan kuota internet untuk guru dan peserta didik.

Nadiem mengatakan, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk merespons situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Nadiem meminta agar dana BOS itu bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

"100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak dan orangtuanya. Bisa itu, sudah kita bebaskan. Di masa darurat Covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah, dan orangtua untuk anak," ucap Nadiem, di Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia melihat, banyak keluhan dari para guru dan orangtua murid yang merasa sulit menyediakan kebutuhan kuota internet dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini.

Ia menjelaskan, penggunaan dana BOS untuk kuota internet harus dikonsultasikan bersama guru dan kepala sekolah.

Nadiem menuturkan, kepala sekolah memiliki hak untuk mengalihkan penggunaan dana BOS demi kepentingan mendukung pembelajaran termasuk pembelian kuota internet.

"Ini kebebasan dengan kriteria (dana BOS) Kemendikbud. Ini diskresi untuk kepala sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, Nadiem banyak mendengar curhat dari para tenaga pengajar mengenai kendala dalam belajar daring.

Hal yang paling krusial dialami oleh guru dan peserta didik di Kota Bogor dalam menjalankan sistem PJJ adalah ketersediaan kuota internet dan jaringan.(☆)

Editor |BN Makassar|Sy@h

Sabtu, 23 Mei 2020

Bareskrim Mabes Polri Berhasil Menangkap Bandar Narkoba Jaringan Internasional, Sebanyak 821 Kg Sabu


BN Online, Serang---Anggota Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri berhasil menangkap bandar narkoba jaringan internasional di Kota Serang.

Sebanyak 821 kg narkoba jenis sabu diamankan polisi di sebuah Ruko di Jl. Takari, Kec. Tatakan, Kota Serang, Banten.

Kapolri Jenderal Idham Azis melalui Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, "Di pengujung bulan puasa ini kita dari Satgas khusus Bareskrim Mabes Polri melakukan pengungkapan jaringan narkoba internasional, yaitu dari Timur Tengah, yang dimana tadi malam anggota Satgas Khusus berhasil menangkap tersangka sekitar setengah 7 malam di Kota Serang", katanya. Sabtu, (23/05/2020).

"Adapun pelaku yang saat ini sudah kita amankan inisial saudara BA dari Pakistan dan saudara AS dari Yaman", lanjutnya.

Listyo menjelaskan, "Pengungkapan ini diawali oleh penyelidikan yang cukup cermat kurang lebih hampir 4 bulan, dimana di mulai dari bulan Desember Anggota satgas berhasil mengamankan kapal, dimana anggota satgas memeriksa ABK dan mereka positif, namun pada saat itu narkoba yang kita cari tidak ditemukan", jelasnya.

"Kemudian kita lanjutkan pada bulan Januari 2020, akhirnya kita berhasil mengungkap 288 kg sabu dengan mengamankan tiga tersangka, Tim terus bergerak dan mendapatkan informasi bahwa terkait dengan kelompok Timur Tengah atau kelompok Iran ini bersiap-siap akan melakukan transaksi lagi sehingga dilakukan pengintaian dan akhirnya kita mendapati target yang tinggal di wilayah Jakarta", lanjutnya.


Listyo menambahkan, bahwa tersangka mencoba menyamarkan dengan mencampurkan sabu-sabu tersebut dengan buah asam Kuranji untuk disamarkan. Dan mereka masuk ke Banten sekitar dua Minggu lalu melalui salah satu wilayah pantai yang ada di daerah Banten.

Terkait ancaman hukumannya, tersangka di terapkan pasal 132 Subsider pasal 114 dan pasal 112 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.


Dan Listyo mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba.

"Kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh tokoh agama, kepada rekan-rekan Ulama mari kita bersama-sama melakukan pencegahan, awasi jalan-jalan tikus, awasi pintu-pintu masuk agar narkoba ini tidak masuk ke daerah kita. Dan ini perlu kerja keras kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda kita dan menyelamatkan bangsa kita", ajaknya.

Listyo juga berharap agar ke depan Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri bisa mengungkap kasus-kasus besar lagi.

"Saya harapkan ke depan rekan-rekan kita bisa mendapatkan pengungkapan-pengungkapan yang lebih besar, dan saya juga ucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang tergabung dalam satgas, baik dalam satgas pusat maupun daerah lakukan terus upaya-upaya pengungkapan dan penangkapan, jangan segan-segan, bila perlu lakukan tindakan tegas karena narkoba ini merupakan musuh utama kita bersama", ujarnya. (Bidhumas)


Editor : | BN Online | Dny

Kamis, 19 Maret 2020

Cegah Penularan Covid-19, Mendagri Minta Masyarakat Lakukan Social Distancing


BN Online, Serang---Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof.H.M. Tito Karnavian, Ph.D., meminta masyarakat untuk melakukan social distancing dan menghindari kerumunan. Hal tersebut mengingat Covid-19 telah memasuki fase penularan, sehingga diperlukan tindakan pencegahan dan mitigasi yang tepat dari semua pihak. Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Provinsi Banten, Kamis (19/03/2020).

“Saya memberikan masukan tentang upaya yang perlu dilakukan, ke depan kita memasuki fase penularan sehingga saya kira yang penting kita upayakan juga membuat kebijakan social distancing, hindari kerumunan-kerumunan yang dapat menjadi media penularan,” kata Mendagri.

Ia juga meminta kegiatan yang melibatkan banyak orang atau massa untuk sedapat mungkin ditunda.

“Kegiatan seperti kewisataan, jangan bertumpuk ramai-ramai berdekatan karena justru akan menimbulkan media penularan, kalau ada silahkan tapi jaga jarak. Kemudian yang berikutnya lagi misalnya kegiatan olahraga seni, kemudian kerumunan keagamaan, ini juga tolong sedapat mungkin ditunda,” tegasnya.

Meski demikian, tindakan tersebut dilakukan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, edukasi ke masyarakat diperlukan sebagai pengetahuan untuk dapat mengatasi dan melakukan pencegahan Covid-19 tanpa rasa panik.

“Untuk itu perlu ada upaya-upaya, yang pertama melakukan edukasi secara masif tapi tidak membuat panik, tentang apa itu Covid-19, bagaimana sistem penularannya, kemudian karakteristiknya berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok yang mengalami pertama dan telah dibukukan. Saya tadi sudah menyerahkan bukunya ke Bapak Gubernur untuk dijadikan bahan masukan pembuatan kebijakan,” jelasnya.

Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan hingga ke unit terkecil seperti keluarga dengan melibatkan seluruh jaringan unsur pemerintahan. Dengan harapan, pencegahan penularan Coovid-19 dapat dilakukan secara efektif.

“Ini kemudian selain upaya-upaya untuk melakukan edukasi sampai ke tingkat terkecil keluarga, ini mengerahkan jaringan Pemda Provinsi, Kabupaten sampai kecamatan, desa, termasuk juga jaringan dari Polda, Korem, menyampaikan konten-konten kepada masyarakat apa yang harus dilakukan untuk mencegah penularan, apa yang harus dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh, tanpa membuat masyarakat menjadi panik,” pesannya.

Setelah dilakukan tindakan preventif, upaya perencanaan dan mitigasi yang tepat juga diperlukan, agar penderita dapat sembuh total dan tanpa melakukan penularan dengan orang lain. Untuk itu ia pun memastikan kesiapan alat kesehatan dan sarana prasarana kesehatan di Provinsi Banten cukup memadai untuk mitigasi.

“Kemudian yang berikutnya lagi adalah upaya untuk mitigasi, mitigasi mempersiakan sarana prasarana termasuk Rumah Sakit, Laboratorium,  agar masyarakat dapat melaksanakan pemeriksaan dan kemudian perawatan bagi yang teridentifikasi positif dan kemudian melakukan mitigasi bila ternyata mungkin terjadi peningkatan jumlah yang terpapar. Kalau ini terjadi maka mekanisme sistem kesehatan di Banten siap,” tukasnya.

#Puspen Kemendagri#


Editor : | BN Online | Dny

Kamis, 19 Desember 2019

30 Ekor Kukang Jawa Kembali Hidup Bebas di Hutan Gunung Halimun Salak


BN Online, Sukabumi---Sebanyak 30 individu kukang jawa (Nycticebus javanicus) dilepasliarkan ke habitatnya di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Sukabumi, Jawa Barat. Ketiga puluh primata yang dilindungi dan terancam punah tersebut merupakan hasil serahan masyarakat secara sukarela melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan BKSDA Jakarta yang selanjutnya dititiprawatkan di Pusat Rehabilitasi Primata milik Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (Yayasan IAR Indonesia), di Bogor, Jawa Barat. Rabu (18/12).

Pelepasliaran kukang jawa ini merupakan program kerjasama antara BBKSDA Jawa Barat, Balai TNGHS dan Yayasan IAR Indonesia. Program pelepasliaran ini, selain memberikan kesempatan kedua bagi kukang hasil serahan, pelepasliaran primata endemik jawa itu juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan proses ekologis di dalam kawasan konservasi, serta menjaga dan meningkatkan populasi jenis primata sebagai satwa endemik yang jumlahnya kian menurun.

Ahmad Munawir selaku pelaksana tugas Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak mengatakan, pelepasliaran kukang ini terbagi ke dalam dua tahap.  Tahap pertama sebanyak 15 ekor sudah dilaksanakan pada Selasa (03/12) lalu, sedangkan tahap kedua sebanyak 15 ekor yang dilaksanakan pada hari ini Rabu (18/12).

“Primata yang terancam punah akibat perdagangan dan pemeliharaan ilegal itu telah menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia, kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Mengingat sebagian besar dari mereka merupakan kukang serahan yang kondisinya memang membutuhkan penanganan khusus untuk memulihkan perilaku alamiahnya agar mampu bertahan hidup kembali di alam bebas,” kata Munawir.

Munawir mengatakan, kawasan TNGHS dipilih sebagai lokasi lepasliar berdasarkan penilaian kesesuaian habitat yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim dari Balai TNGHS dan Yayasan IAR Indonesia. Kawasan TNGHS memiliki ekosistem yang dinilai cocok sebagai tempat pelestarian dan perlindungan terhadap kelangsungan hidup kukang dilihat dari aspek keamanan kawasan, ketersediaan pakan dan naungan, daya dukung habitat serta tingkat ancaman predator.

Harapannya dengan pelepasliaran di kawasan TNGHS ini, kukang-kukang itu dapat berkembang biak dan melangsungkan hidupnya dengan baik.


Program pelepasliaran ini tidak hanya melibatkan tim dari Balai TNGH dan tim Yayasan IAR Indonesia, namun kami juga melibatkan masyarakat lokal di sekitar lokasi pelepasliaran dalam setiap prosesi program konservasi kukang ini, dimulai dari translokasi hingga monitoring. Keterlibatan ini juga tentu diharapkan agar mereka bisa menjaga dan melindungi kukang di habitatnya dari berbagai ancaman,” pungkas Munawir.

Aris Hidayat, Manajer Operasional Yayasan IAR Indonesia mengatakan, satwa kukang yang akan dilepasliarkan ini telah menjalani proses dan tahapan yang panjang, dimulai dari karantina dan pemeriksaan medis guna memastikan mereka tidak mengidap penyakit, observasi perilaku, Pengenalan pakan alami sampai mereka layak, dinyatakan sehat dan siap ditranslokasi untuk jalani habituasi. Proses panjang ini harus mereka jalani untuk mengembalikan sifat liar alaminya.

Tahap akhir sebelum pelaksanaan pelepasliaran adalah habituasi.  Habituasi atau pembiasaan di rumah sementara adalah proses dimana kukang kukang tersebut ditempatkan disekitar lokasi pelepasliaran di area terbuka yang dikelilingi jaring dan fiber di dalam kawasan TNGHS. Di area habituasi itu tumbuh berbagai jenis pepohonan untuk pakan alamiah dan naungan kukang. Proses habituasi ini memakan waktu selama sekitar dua minggu untuk memberikan waktu kukang tersebut beradaptasi dan mengenal lingkungan barunya.

“Selama masa habituasi ini, tim di lapangan tetap mengamati dan mencatat perkembangan mereka setiap malamnya. Jika selama masa habituasi semua kukang aktif dan tidak ada perilaku abnormal, maka barulah mereka benar-benar bisa dilepasliarkan ke alam bebas,” terang Aris.

Kukang (Nycticebus sp) atau yang dikenal dengan nama lokal malu-malu merupakan primata yang dilindungi oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Kukang, primata yang masuk dalam daftar 25 primata terancam punah di dunia ini juga dilindungi oleh peraturan internasional dalam Apendiks I oleh Convention International on Trade of Endangered Species (CITES) yang artinya dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.(*)


Editor : | BN Online | Dny

Jumat, 29 November 2019

Presiden Jokowi Akan Tinjau Pelabuhan Patimban di Subang


BN Online, Subang---Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat, 29 November 2019, bertolak menuju Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, guna melakukan kunjungan kerja.

Dari Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya, Bogor, Presiden lepas landas dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU sekitar pukul 08.24 WIB.

Setibanya di Helipad Yonif 312/Kala Hitam, Kabupaten Subang, pada pukul 09.00 WIB, Presiden disambut oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi.

Usai menunaikan salat Jumat dan santap siang bersama, Presiden direncanakan akan meninjau program Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).


Pada sore harinya, Presiden diagendakan untuk meninjau proyek dermaga sandar Pelabuhan Patimban fase I.

Selepas itu, Presiden akan menuju helipad Kantor PP Wika untuk kemudian lepas landas kembali ke Bogor.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Subang, antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu turut serta pula Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Staf Khusus Presiden Putri Indahsari Tanjung, dan Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra.

#Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden#


Editor : | BN Online | Dny

Kamis, 14 November 2019

Mendagri : Selamat dan Sukses Pengabdian Korps Brimob Polri ke 74


BN Online, Depok---Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) menghadiri HUT Korps Brimob Polri Tahun 2019 di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Dalam kesempatan tersebut Tito hadir dengan mengenakan jas hitam dengan baret khas Korps Brimob Polri.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas pengabdian Korps Brimob Polri ke 74 Tahun 2019”, kata Tito di Depok, pada Kamis (12/11/2019)

Tito yang pernah dibesarkan dalam Korps baret biru ini mengatakan bahwa Brimob saat ini sudah bertransformasi menjadi lebih unggul. “Brimob saya yakin selalu siap untuk menjaga stabilitas nasional terutama menyambut agenda besar salah satunya pilkada serentak” jelas Tito


Selepas mengikuti acara HUT, Tito sempat menghampiri purnawirawan Polri yang kebetulan saat itu hadir. “Saya sekarang adalah purnawiran, tapi jangan sampai semangat saya luntur dan harus tetap membara seperti senior – senior saya”, tukas Tito

 Tito mengungkapkan, selaku Mendagri dirinya berharap Polri selalu menjadi mitra yang baik. “Seperti sebelumnya sukses Pemilu tidak lepas dari peran sentral TNI Polri. Semoga kedepan Pilkada serentak akan berjalan sukses dengan sinergi kemendagri dan TNI Polri”, pungkas Tito.

#Puspen Kemendagri#


Editor : | BN Online | Dny

News Of This Week