Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WITA ini berlangsung di Lapangan Apel SMPN 1 Bantaeng. Hadir memimpin jalannya penyuluhan, KBO Sat Binmas Polres Bantaeng Iptu Alimuddin, S.E., didampingi oleh Kanit Tibsos Aiptu Syamsuddin Latif, mewakili Kasat Binmas Polres Bantaeng AKP Agus Salim, S.Sos.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata kepolisian dalam membentuk karakter generasi muda yang taat hukum dan berakhlak mulia.
Dalam arahannya, Tim Sat Binmas membawakan materi krusial mengenai bahaya dan dampak perundungan (bullying) serta pentingnya etika berlalulintas sejak dini.
Edukasi ini dinilai sangat penting untuk membentengi para siswa baru dari perilaku negatif remaja yang kerap memicu gangguan kamtibmas.
Pihak kepolisian menekankan bahwa pemahaman tentang dampak buruk bullying harus ditanamkan sejak awal agar lingkungan sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.
Selain itu, materi etika berlalu lintas juga menjadi fokus utama guna menekan angka kecelakaan di jalan raya yang melibatkan anak di bawah umur.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, Sat Binmas Polres Bantaeng berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalulintas serta agen perubahan dalam mengampanyekan gerakan anti-perundungan di lingkungan mereka.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Bantaeng, Dra. Rosmiati M., M.M., bersama para guru, pembina, serta pengurus OSIS selaku panitia MPLS turut mendampingi jalannya acara hingga selesai.
"Terima kasih atas kunjungan dari Sat Binmas Kepolisian Resort Bantaeng yang memberikan materi anti bullying untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah, khususnya SMPN 1 Bantaeng," ujar Dra. Rosmiati.
Beliau menambahkan bahwa langkah preventif ini sangat tepat di tengah maraknya fenomena tawuran antar pelajar akhir-akhir ini. Melalui MPLS Ramah 2026, pembinaan sejak awal diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang taat hukum."SMPN 1 Bantaeng tentu tidak menginginkan hal negatif tersebut terjadi.
Memberikan pembinaan lebih awal kepada murid baru adalah langkah nyata agar terbentuk pelajar yang anti kekerasan dan berkomitmen penuh untuk 'Stop Bullying!'" tegasnya.Kegiatan berjalan dengan tertib dan interaktif.
Para siswa baru terlihat antusias menyimak materi yang diberikan sebagai modal awal mereka menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama.
