Selasa, 19 Juli 2022

Malam Ini,Pemerhati Sejarah Gayo Bincang Bersama Secara Daring.

Tags

Malam Ini,Pemerhati Sejarah Gayo Bincang Bersama Secara Daring.
BN Online ; Aceh Tengah-Pusat Kajian Kebudayaan Gayo menggelar Bincang Pemerhati Sejarah Gayo. “Tanggal 6 September 2020 lalu, sempat membuat Group WhatsApp Pemerhati Sejarah Gayo. Sejumlah pemerhati sejarah Gayo bergabung dalam group WA tersebut. Tidak terasa, sudah 1 tahun 10 bulan keberadaan group tersebut. Anggotanya juga terus bertambah. Sampai hari ini, sudah 63 anggota baik di Gayo: Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Lokop/Serbejadi Aceh Timur, dan Kalul Aceh Tamiang, maupun di luar Gayo,” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Senin (19/7/2022)

Sejumlah pemerhati tersebut, ungkap Yusradi, ada yang latarnya sejarawan di mana latar pendidikannya Ilmu Sejarah atau Pendidikan Sejarah. Juga, pegiat sejarah dan pemerhati sejarah dengan latar pendidikan nonsejarah. “Karenanya, kita coba silaturahmi sambil bincang-bincang (cerak-cerak). Apalagi, sejauh ini, belum pernah silaturahmi darat. Termasuk, silaturahmi daring. Sebatas diskusi dan komunikasi melalui group WhatsApp tadi,” sebutnya.

Dilanjutkan Konsultan Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya Dataran Tinggi Gayo-Alas (Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI tahun 2019 itu, dalam perbincangan yang digelar secara daring, setiap anggota akan diberikan kesempatan berbicara. “Memperkenalkan diri secara singkat. Kemudian, menyampaikan pandangannya terkait sejarah Gayo. Terakhir, sejarawan nasional dari Gayo, Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. M. Dien Madjid akan mereview, memetakan persoalan, kendala yang dihadapi dan tantangan ke depan, sekaligus menyampaikan peta jalan berdasarkan apa yang disampaikan peserta Bincang Pemerhati Sejarah Gayo. Barangkali, ada yang bisa di-follow up-pi, secara besesereng (pribadi) atau berdedele (kolektif). Prinsipnya, bagaimana bisa saling support,” tegas Yusradi. 

Bincang Pemerhati Sejarah Gayo akan digelar terbuka pada malam ini, Senin (19/7/2022) secara daring melalui Zoom Meeting, mulai pukul 19:30 WIB, dan bisa diikuti melalui tautan Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/82670272651?pwd=dGdWdVM5dExHZjVzaWRmYTl1amZpQT09, Meeting ID: 826 7027 2651, dengan Passcode: 256822

Penulis : Aharuddin.
Editor    : Riga Irawan Toni