Jumat, 06 November 2026

Wamendagri Tekan Komitmen Integritas Kepala Daerah, Bupati Bantaeng Perkuat Pencegahan Korupsi


BN Online Makassar, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (5/11/2026).

Rakor strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. Akhmad Wiyagus, Pimpinan KPK Yohanis Tanak, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan bersama jajaran pimpinan DPRD dan perangkat daerah.


Dalam arahannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta seluruh kepala daerah di Sulawesi Selatan untuk mewujudkan komitmen integritas yang telah ditandatangani melalui tindakan nyata. Langkah ini menjadi kunci untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan bagi kepentingan rakyat.


"Kalau saya adopsi kata-kata Pak Presiden Prabowo, bahwa setiap rupiah harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat," ujar Wiyagus.

Menurutnya, komitmen tersebut hanya dapat terlaksana dengan baik apabila seluruh pihak memiliki integritas. "Integritas itu adalah apa yang kita tandatangani di dalam komitmen tadi, benar-benar dilaksanakan sesuai dengan kewenangan dari kepala daerah masing-masing," tegasnya.


Wiyagus menambahkan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus mengutamakan pencegahan, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir. Ia juga mengapresiasi pendampingan KPK yang kini dilakukan sejak tahap perencanaan, sehingga anggaran yang dinilai kurang tepat dapat dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.


Sementara itu, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin), menyatakan bahwa rapat tersebut merupakan wujud nyata untuk mendorong tata kelola yang bersih dan akuntabel, serta mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, efektif, dan berintegritas.


"Kita senantiasa memperkuat komitmen dan langkah-langkah pencegahan terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng," tegas Uji Nurdin.


Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus menyelaraskan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) demi kesejahteraan masyarakat.

Kamis, 05 November 2026

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, KPU Bantaeng Perkuat Skill Public Speaking Pegawai


BN Online Bantaeng,– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan internalnya. Guna menunjang profesionalitas tugas, KPU Bantaeng menggelar kegiatan Penguatan Public Speaking dan Komunikasi Efektif bagi seluruh pegawai, Kamis (5/11/2026).


Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Public Speaking Coach berpengalaman, Arum Spink, sebagai narasumber utama. Dalam sesinya, Arum membedah teknik membangun komunikasi yang efektif, mulai dari cara berbicara di depan umum, manajemen pesan, hingga seni memahami karakter audiens.


Arum Spink menekankan bahwa komunikasi efektif bukan sekadar tentang kemampuan berbicara, melainkan juga mencakup kemampuan mendengar aktif dan empati.


"Seorang komunikator harus mampu menyesuaikan cara penyampaian pesan dengan situasi dan karakteristik lawan bicara. Tujuannya agar informasi tidak hanya tersampaikan, tetapi juga diterima dan dipahami dengan baik oleh audiens," jelas Arum di hadapan para peserta.


Ketua KPU Kabupaten Bantaeng, Muhammad Saleh, dalam arahannya menyatakan bahwa penguatan soft skill ini merupakan investasi penting bagi lembaga. Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, kemampuan teknis semata tidak cukup tanpa dibarengi kemampuan komunikasi yang mumpuni.


"Pegawai KPU tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan memahami tugas serta tanggung jawabnya, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik. Kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan efektif menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan serta membangun kepercayaan publik," ujar Muhammad Saleh.


Muhammad Saleh berharap, pasca-kegiatan ini, seluruh pegawai dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat, baik saat berinteraksi dengan rekan internal maupun saat melayani masyarakat dan pemangku kepentingan eksternal.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta diajak praktik langsung menyusun pesan yang terstruktur, membangun kepercayaan diri, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan komunikasi yang sering memicu kesalahpahaman.


Melalui inisiatif ini, KPU Kabupaten Bantaeng optimis dapat membentuk SDM yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga komunikatif dan profesional. Hal ini diharapkan mampu mendukung kelancaran pelayanan informasi, pendidikan pemilih, serta suksesnya pelaksanaan tugas dan fungsi KPU Kabupaten Bantaeng di masa mendatang.

Dampak El Niño, PLN Percepat Pemulihan PLTU dan Dukung TMC untuk Stabilkan Pasokan Listrik Sulbagsel


BN Online Makassar,– PT PLN (Persero) terus memperkuat pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah strategis ini diambil di tengah menurunnya kemampuan pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah, yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño.


Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, PLTU Jeneponto dan PLTU Barru telah kembali beroperasi dan berkontribusi signifikan dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah tersebut. Sementara itu, pekerjaan teknis pada PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya pemulihan pembangkit. Seluruh proses ini dilakukan dengan mengutamakan standar keselamatan dan kesiapan unit sebelum kembali dioperasikan secara penuh.


Di sisi lain, kemampuan pasok PLTA Poso mengalami penurunan lebih dari 60 persen dibandingkan kondisi normal. Mengingat pembangkit hidro memiliki peran krusial dalam menopang pasokan listrik di sistem Sulbagsel, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kelistrikan. Untuk mengantisipasinya, PLN mengoptimalkan pembangkit lain, termasuk PLTU, serta melakukan pengelolaan sistem kelistrikan secara menyeluruh dan hati-hati.


Guna mengatasi akar permasalahan ketersediaan air, PLN terus memantau kondisi hidrologi Danau Poso secara ketat. PLN juga aktif mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso, sehingga ketersediaan air dan kemampuan produksi PLTA diharapkan dapat berangsur pulih.


Menyikapi kondisi ini, PLN memahami bahwa situasi pasokan listrik saat ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan memastikan bahwa berbagai upaya pemulihan terus dilakukan secara maksimal melalui percepatan pekerjaan pembangkit serta optimalisasi sumber daya yang tersedia.


PLN mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan listrik secara bijak dan efisien. Dukungan dan doa dari seluruh pihak sangat diharapkan agar proses pemulihan pembangkit dan perbaikan kondisi hidrologi Danau Poso dapat berjalan dengan baik. Melalui langkah-langkah komprehensif tersebut, PLN berkomitmen terus memulihkan kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel dan meningkatkan keandalan pasokan listrik secara bertahap demi kenyamanan pelanggan.

Selasa, 03 November 2026

Bupati Bantaeng Lepas 750 Atlet Kontingen Porprov Sulsel, Optimis Raih Prestasi Gemilang


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Bantaeng yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Lapangan Pantai Seruni, Selasa (3/11/2026), menjelang ajang olahraga yang akan dipusatkan di Kabupaten Bone dan Wajo.


Hal yang paling menonjol dalam keikutsertaan Kabupaten Bantaeng pada Porprov Sulsel tahun ini adalah lonjakan jumlah atlet yang sangat signifikan. Total sebanyak 750 orang diberangkatkan, sebuah angka yang menunjukkan keseriusan daerah ini dalam membina dan mengembangkan prestasi olahraga.


Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng, H. Tasrif Labandu, dalam laporannya mengungkapkan bahwa jumlah atlet tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 211 orang, atau sekitar 68 persen dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya.


"Peningkatan ini merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang dan perkembangan olahraga Kabupaten Bantaeng. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita. Bantaeng yang merupakan salah satu wilayah relatif kecil di Sulawesi Selatan, mampu mengirimkan kontingen dalam jumlah besar dan berpartisipasi secara luas dalam pesta olahraga tingkat provinsi," ujar Tasrif.


Menyikapi hal tersebut, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, serta pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi ajang bergengsi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga, salah satunya diwujudkan melalui dukungan anggaran yang cukup besar untuk menunjang keikutsertaan kontingen tahun ini.


Dalam sambutannya, Bupati memberikan motivasi penuh semangat kepada para atlet. "Saya sudah mencium bau-bau kemenangan, dan warna biru ini adalah warna kemenangan kita bersama. Jadi, teman-teman fokus bertanding saja. Perlu kita ingat bersama bahwa kita tidak mewakili nama keluarga, bukan mewakili nama instansi, tetapi mewakili nama Daerah. Jadi, tolong fokus mengharumkan nama baik Bantaeng," tegas Bupati.


Acara pelepasan kontingen ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah dan provinsi, di antaranya Mantan Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018–2023, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng, Bambang Supriyono, serta Ketua DPD II Golkar Kab. Bantaeng, Hj. Ir. Liestyati Fachruddin.


Turut hadir pula perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pembina, pengurus, dan atlet Kontingen PORPROV XVIII Kabupaten Bantaeng.


Dengan bekal semangat, persiapan matang, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kontingen Bantaeng optimis dapat menorehkan prestasi terbaik dan membawa pulang medali terbanyak pada ajang Porprov Sulsel tahun ini.

Pj. Sekda Bantaeng Buka Konsultasi Publik RDTR: Integrasi OSS Kunci Kemudahan Investasi Daerah


BN Online Bantaeng, --- Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus mematangkan perencanaan tata ruang wilayah guna mendukung iklim investasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, resmi membuka kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Materi Teknis dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Selasa (3/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Aula Lotus Lantai 4, Hotel Kirei Bantaeng, ini membahas penyusunan RDTR dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang mencakup wilayah Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Eremerasa, serta Kecamatan Sinoa dan Uluere.


Dalam sambutannya, Pj. Sekda Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, menegaskan bahwa RDTR memiliki peran yang sangat strategis. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang, tetapi juga menjadi landasan utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


"RDTR berfungsi mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan antarsektor. Yang tak kalah penting, dokumen ini memberikan kepastian terhadap penetapan lokasi dan fungsi ruang bagi kegiatan investasi," ujar Tafsir di hadapan para peserta.


Tafsir juga menyoroti urgensi integrasi RDTR dengan sistem perizinan nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan penerbitan Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sangat bergantung pada ketersediaan RDTR yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).


"Oleh karena itu, kunci keberhasilan pelaksanaan KKPR adalah tersedianya RDTR kabupaten/kota yang terintegrasi dengan sistem OSS. Dengan demikian, kepastian pemanfaatan ruang dapat mendukung kemudahan pelayanan perizinan dan menarik minat investasi di daerah," tambahnya.


Rangkaian kegiatan hari ini juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Pemkab Bantaeng mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan agar dokumen RDTR yang dihasilkan benar-benar responsif terhadap kebutuhan dan karakteristik wilayah.


Kegiatan Konsultasi Publik I ini dihadiri langsung oleh pejabat dari Kementerian ATR/BPN, yakni Direktur Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kepala Subdirektorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Wilayah D, beserta tim supervisi. Turut hadir Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta para Camat se-Kabupaten Bantaeng

Senin, 02 November 2026

Hadiri Wisuda UT Makassar, Bupati Bantaeng Saksikan Warga Bantaeng Raih IPK Terbaik


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri acara Wisuda Daerah Universitas Terbuka (UT) Makassar sebagai tamu kehormatan. Kegiatan yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, ini berlangsung pada Senin, 2 November 2026.


Dalam acara tersebut, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin menyaksikan momen membanggakan bagi daerahnya. Warga Bantaeng bernama Yasir Arafat resmi disematkan sebagai Mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Terbaik Tahun 2026.


Yasir Arafat diketahui merupakan Analis Pengelolaan Keuangan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng.


"Selamat buat bapak Yasir, beliau ini merupakan analis pengelolaan keuangan Kejari Bantaeng. Semoga prestasi yang didapatkan ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi demi kemajuan Kabupaten Bantaeng," ujar Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin.


Sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan, Uji Nurdin turut memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UT Makassar Masa 2026. Ia menekankan bahwa gelar yang diraih harus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.


"Selamat atas pencapaian luar biasa ini. Gelar ini adalah bukti kerja keras kita yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat," bebernya.


Sementara itu, Direktur UT Makassar, Profesor Abdul Rahman Rahim, dalam sambutannya memberikan pesan penting kepada para lulusan baru. Ia menegaskan bahwa perolehan gelar akademik bukanlah tanda berakhirnya proses belajar.


"Sebaliknya, gelar tersebut menjadi awal dari tanggung jawab lebih besar untuk mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata Prof. Abdul Rahman.


Ia juga berpesan agar para wisudawan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademis, namun juga mengedepankan etika dan kepedulian sosial.


"Jadilah lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tapi juga kuat dalam karakter, santun dalam perilaku, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial," pungkasnya.

Minggu, 01 November 2026

Puncak ADUJAK GenRe Sulsel 2026, Pelajar Bantaeng Harumkan Nama Daerah, Siswi SMAN 5 Raih Juara 2


BN Online Makassar, --- Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bantaeng. Dua putra-putri terbaik daerah berhasil menorehkan prestasi gemilang pada Puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) GenRe Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.


Prestasi ini diraih pada acara puncak yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu (31/10) kemarin.


Sulis Windarti, siswi yang mewakili SMAN 5 Bantaeng, berhasil keluar sebagai Juara 2 Putri Duta GenRe Tingkat Provinsi Sulsel. Sementara itu, Muhammad Naufal Fayyath dari SMK 5 Bantaeng, berhasil menembus jajaran elit sebagai Top 5 Putra Finalis Duta GenRe Tingkat Provinsi Sulsel.


Prestasi membanggakan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). Kepala Dinas PPKB Bantaeng, Fiqih Seftiriyanti, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para pelajar yang telah berjuang membawa nama harum daerah.


"Kedua duta kita senantiasa mendapatkan support dan pendampingan dari Pemerintah Daerah. Keberhasilan Sulis dan Naufal ini adalah bukti bahwa generasi muda Bantaeng memiliki kualitas yang bersaing di tingkat provinsi," ujar perwakilan dinas terkait.


Tema ASKARA dan Harapan Baru


Puncak ADUJAK GenRe Prov. Sulsel tahun ini mengusung tema besar "ASKARA: Dari Ragam Potensi Menuju Satu Gerakan Generasi Muda Sulawesi Selatan untuk Bertumbuh, Berkarya, dan Berdampak."


Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan pentingnya kontribusi nyata generasi muda bagi lingkungan dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi remaja berprestasi sekaligus memantapkan peran mereka sebagai agen perubahan.


Melalui ajang ini, diharapkan lahir figur-figur remaja yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi motivator dan teladan. Mereka bertugas menjadi representasi generasi muda yang inspiratif untuk menyebarluaskan edukasi, konseling, dan advokasi sebaya.


Fokus utama para Duta GenRe terpilih ke depannya adalah Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), serta pencegahan masalah serius seperti pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja Sulawesi Selatan.


Dengan diraihnya gelar Juara 2 dan Top 5 oleh perwakilan Bantaeng, diharapkan semangat "ASKARA" dapat terus ditularkan ke seluruh pelosok Kabupaten Bantaeng demi terciptanya generasi muda yang berkualitas dan berkarakter.

Satu Dekade KBK Bantaeng, Bupati Fathul Fauzy: Warisan Penting untuk Jaga Alam dan Generasi Penerus


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi membuka kegiatan Kemah Buku Kebangsaan (KBK) One Decade Tahun 2026. Acara puncak tersebut digelar di Teras Muntea, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, pada Sabtu (31/10/2026).


Momen ini menjadi istimewa karena menandai perjalanan satu dekade atau 10 tahun keberadaan KBK di Kabupaten Bantaeng. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang telah konsisten menjaga eksistensi kegiatan literasi dan konservasi lingkungan tersebut.


Uji Nurdin menyinggung soal kesinambungan dukungan terhadap KBK, yang sebelumnya juga pernah dibuka oleh ayahnya, Prof. Nurdin.


"Alhamdulillah, 10 tahun KBK telah eksis di Bantaeng. Dulu dibuka oleh ayah saya, Prof. Nurdin, sekarang anaknya yang juga membuka. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim KBK yang telah menjaga eksistensinya," ujar Bupati yang juga tercatat sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini.


Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa KBK bukan sekadar acara rutin, melainkan media strategis untuk edukasi lingkungan. Ia menyoroti isu cuaca ekstrem yang belakangan melanda, yang menurutnya diperparah oleh ulah manusia yang kurang peduli terhadap alam.


"Kita tahu sendiri, cuaca ekstrem yang kita alami saat ini diperparah oleh perilaku oknum-oknum. Kurangnya edukasi tentang menjaga alam dan lingkungan membuat penebangan pohon dan pembakaran lahan bisa saja terjadi," jelasnya.


Oleh karena itu, orang nomor satu di Bantaeng ini berkomitmen penuh untuk terus mendukung program-program KBK ke depannya sebagai benteng edukasi masyarakat.


"Terima kasih untuk teman-teman KBK yang terus mengedukasi masyarakat dan generasi penerus dalam pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Kami berkomitmen, pemerintah terus memberikan dukungan," pungkasnya.


Kegiatan KBK One Decade ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Event ini tidak hanya diikuti oleh peserta lokal, tetapi juga menarik minat peserta dari berbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan hingga provinsi lain.

Sabtu, 31 Oktober 2026

Penuh Haru dan Meriah, Keluarga Besar Kerajaan Opu Tallo dan Opu Napi Tengga Gelar Reuni Perdana di Pulau Gusung


BN Online Makassar,  -- Suasana penuh keakraban dan rasa haru menyelimuti Pulau Gusung, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/10/2026). Sebanyak 22 anggota keluarga besar keturunan Kerajaan Opu Tallo dan Opu Napi Tengga Selayar berkumpul dalam acara reuni perdana dan temu kangen yang berlangsung khidmat namun sangat meriah.


Kegiatan bersejarah bagi keluarga besar ini diinisiasi oleh H. Intang, yang merupakan kakak sepupu tertua dari anak H. Amang Basri. H. Amang Basri diketahui bersaudara kandung dengan Amiruddin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Investigasi LSM Bidik Sib Kabupaten Gowa. Ide awal penyelenggaraan temu kangen ini bermula dari petunjuk dan gagasan Amiruddin yang ingin melihat eratnya kembali tali silaturahmi antar sepupu yang tersebar di berbagai daerah.


Antusiasme keluarga besar terlihat dari kehadiran para sepupu yang rela meluangkan waktu dan menempuh perjalanan dari berbagai kabupaten. Mereka hadir dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Barru, Gowa (Bumi Pallangga Mas), hingga wilayah Minasa Upa.


Haja Intan, selaku kakak tertua dalam keluarga, tak kuasa menyembunyikan rasa bangga dan harunya. Menurutnya, pertemuan ini adalah momen langka yang sangat dinantikan oleh seluruh keturunan.


"Suatu kebanggaan dan rasa haru bisa berkumpul dari keluarga besar Kerajaan Opu Tallo dan Opu Napi. Terwujudnya reuni perdana ini tidak lepas dari petunjuk saudara bapak saya, Om Amiruddin. Alhamdulillah, acara terlaksana dengan sangat meriah dan penuh hikmah," ujar Haja Intan di sela-sela acara.


Haja Intan menambahkan, ini adalah pertama kalinya sebuah ide dirancang khusus dengan tujuan mulia untuk mempertemukan seluruh sepupu dari berbagai penjuru. Meskipun masih ada beberapa sepupu yang berhalangan hadir karena suatu hal, semangat kekeluargaan tetap terasa kental di Pulau Gusung.


"Tapi saya pribadi sangat mengapresiasi atas terlaksananya acara ini. Terima kasih yang tak terhingga atas kerja keras dan dedikasi semua pihak yang terlibat di dalamnya," tutupnya.


Reuni perdana ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, melainkan juga momentum penting untuk merawat sejarah, nilai-nilai kekeluargaan, serta warisan budaya dari leluhur Kerajaan Opu Tallo dan Opu Napi Tengga Selayar agar terus lestari dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.


Laporan Amiruddin Ketua Bidang LSM Bidik SIB Kab. Gowa

Bupati Bantaeng Buka Pelatihan Da’i Terpadu MUI, Tekankan Pentingnya Dakwah Wasathiyah di Era Digital

 

BN Online Bantaeng,– Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi membuka Pelatihan Da’i Terpadu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Sabtu (31/10/2026). Mengusung tema “Mengokohkan Kompetensi Da’i Menuju Dakwah yang Wasathiyah”, kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga 1 November 2026.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzy menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MUI Kabupaten Bantaeng atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan bagian krusial dari upaya pembinaan keagamaan sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi para dai di Kabupaten Bantaeng.


Bupati menekankan bahwa penguatan kapasitas para dai muda menjadi semakin mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perubahan ini turut membawa dinamika baru dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk tantangan terhadap pemahaman dan kepercayaan keagamaan di kalangan generasi muda.


“Para dai muda harus mampu menjawab tantangan zaman. Dakwah tidak cukup hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan pencerahan, menyejukkan hati, serta membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Bupati Fathul Fauzy.


Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Bantaeng serta berbagai organisasi dan lembaga keagamaan. Di antaranya adalah Muhammadiyah, PCNU, Wahdah Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKMT, Aisyiyah, Muslimat NU, BKPRMI, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, MDM, dan IDMI.


Melalui forum pelatihan ini, diharapkan dapat terbangun sinergi yang semakin kuat antarlembaga keagamaan. Tujuannya adalah mencetak dai yang kompeten, berintegritas, dan mampu menghadirkan dakwah Islam yang moderat (wasathiyah), sehingga nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia terus tumbuh subur di tengah masyarakat Kabupaten Bantaeng.


Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh agama, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Bantaeng, Dr. Hamza Israil; Perwakilan Dandim 1410/Bantaeng, Letda Kav. Andi Reski; Perwakilan Kapolres Bantaeng, Kompol Salman Salam; Ketua Baznas Kabupaten Bantaeng, A. Rakhmad Ab. Kr. Dode; serta Perwakilan Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, Sopyan Yasri, beserta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya.


Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran dai sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin di Kabupaten Bantaeng.

Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Soliditas dan Budaya Sehat, Rutan Bantaeng Ikuti Lomba Jalan Sehat Antar Instansi


BN Online Bantaeng, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif jajaran pegawai beserta peserta magang dalam kompetisi kebugaran antarinstansi berupa jalan sehat sejauh 1,6 kilometer, Jumat (30/10/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini berlangsung dengan penuh antusias. Rute yang telah ditentukan dilalui dengan semangat kebersamaan, menjadikan momen ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antarwarga Rutan.


Dalam pelaksanaannya, Rutan Bantaeng juga mengadopsi pemanfaatan teknologi digital. Seluruh aktivitas fisik peserta dipantau dan dicatat melalui aplikasi SATUSEHAT. Langkah ini merupakan bentuk dukungan instansi terhadap gerakan nasional pemanfaatan teknologi untuk pemantauan kesehatan masyarakat.


Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis lebih dari sekadar olahraga. Menurutnya, kebugaran jasmani adalah fondasi utama dalam menunjang produktivitas kerja.


"Menjaga kebugaran bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi bagian dari upaya kita membangun sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan profesional. Kondisi tubuh yang prima akan mendukung setiap jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan pemasyarakatan secara optimal," ujar Ambo Asse di sela kegiatan.


Ambo Asse berharap, semangat sportivitas dan solidaritas yang terbangun saat jalan sehat ini dapat terimplementasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia menginginkan kegiatan semacam ini terus membudaya dan menjadi agenda rutin untuk menjaga kesehatan mental maupun fisik seluruh pegawai.


Melalui partisipasi ini, Rutan Bantaeng menegaskan posisinya sebagai instansi yang peduli terhadap kesejahteraan pegawai, sekaligus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang produktif, solid, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rabu, 28 Oktober 2026

Rutan Bantaeng Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Kalapas Bantaeng Tekankan Pentingnya Tindakan Nyata dan Persatuan


BN Online Bantaeng, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Rutan Bantaeng ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat nasionalisme dan meneguhkan komitmen kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.


Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Bantaeng, perwakilan dari Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Bantaeng, serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan. Kehadiran warga binaan dalam upacara ini menjadi simbol bahwa semangat persatuan dan cinta tanah air melekat pada setiap individu, tanpa memandang latar belakang atau status hukum.


Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat bahwa peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan. Ia menekankan bahwa esensi dari ikrar pemuda 1928 harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan karakter yang tangguh.


“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengingatkan kita bahwa masa depan Indonesia dibangun melalui karakter, persatuan, dan kontribusi nyata. Kita membutuhkan generasi yang mencintai tanah air, tidak mudah menyerah dalam berjuang, serta memiliki empati terhadap kesulitan sesama. Nilai-nilai tersebut harus berjalan selaras demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” tegas Ambo Asse A dalam amanatnya.


Lebih lanjut, Ambo Asse mengajak seluruh insan pengayoman di Rutan Bantaeng untuk menginternalisasi semangat pemuda ke dalam etos kerja sehari-hari. Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan, sinergitas antar-jabatan, serta keharmonisan lingkungan kerja sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan yang profesional.


“Sinergitas yang kita bangun hari ini, termasuk kolaborasi dengan pihak Imigrasi, adalah wujud nyata dari persatuan. Mari kita jadikan semangat ini sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.


Rangkaian upacara diakhiri dengan doa dan foto bersama, menyisakan harapan agar api semangat Sumpah Pemuda terus menyala. Rutan Bantaeng berharap momentum ini mampu menginspirasi warga binaan untuk memperbaiki diri dan memotivasi petugas untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

News Of This Week