Peringatan tahun ini mengangkat tema "Maulid Sebagai Momentum Taskiyatun Nafs dan Meraih Kedamaian Hati Dalam Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW". Tema tersebut dipilih untuk menekankan pentingnya penyucian jiwa dan ketenangan batin melalui peneladanan terhadap akhlak mulia Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Kemenag Kabupaten Bantaeng atas persiapan dan kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa.
"Alhamdulillah tahun ini kita hadir bersama, dan saya belum pernah menghadiri Maulid seramai ini. Terima kasih buat seluruh keluarga besar kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng yang luar biasa dalam mempersiapkan maupun berkontribusi kegiatan ini," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk terus menjaga sinergi dengan Kementerian Agama. Menurutnya, peran Kemenag sangat strategis tidak hanya dalam aspek administratif keagamaan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
"Tentunya kami tetap berkomitmen dan mendedikasikan diri karena salah satu visi kita adalah Bantaeng bangkit, maju, dan religius. Bagaimana ke depan Bantaeng bisa kita bangun bersama, dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan bahwa kesuksesan Maulid Akbar ini merupakan hasil dari partisipasi aktif semua pihak.
H. Misbah juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir. "Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama seluruh jajaran. Kita hadir bersama karena tanda cintanya kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.
Kehadiran orang nomor satu di Bantaeng tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, serta menjadi momentum bagi masyarakat Bantaeng untuk terus meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.











