Selasa, 08 September 2026

Terduga Pelaku Pencurian Uang 55 Juta, Seorang Perempuan RA, Kini di amankan Resmob Polres Bantaeng


 

BN Online Bantaeng, – Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan, berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial RA (17), terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan korban korbannya sendiri, yakni pemilik kafe tempat ia bekerja. Terduga pelaku diduga telah menggasak uang tunai milik bosnya hingga mencapai puluhan juta rupiah dalam lima kali aksi terpisah.


Penangkapan dilakukan oleh Tim URC Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Katim Resmob Aipda Sabil pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Lokasi penggerebekan berada di Rumah KebunG, Kampung Batu Labbu, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, yang merupakan tempat kerja terduga pelaku saat itu.


Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/220/IX/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN yang dilaporkan pada 7 September 2026. Korban, Andi Arfandi (40), melaporkan kehilangan uang tunai setelah menyadari adanya kejanggalan pada simpanan uangnya di kafe miliknya yang berlokasi di Kp. Batu Labbu. Peristiwa pencurian pertama diketahui terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Total kerugian materiil yang diderita korban mencapai Rp 55.000.000.


Usai menerima laporan, Tim URC Resmob segera melakukan penyelidikan intensif, termasuk pengumpulan bahan keterangan dan pemeriksaan saksi. Hasil penyelidikan mengarahkan polisi pada identitas RA, yang kemudian berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti.


Dalam interogasi awal di Mapolres Bantaeng, RA mengakui telah melakukan pencurian sebanyak lima kali dengan modus operandi yang berbeda-beda.


Aksi pertamanya dimulai ketika RA hendak melaksanakan salat Ashar di lantai dua kafe. Ia melihat pintu kamar pribadi korban terbuka dan menemukan uang dalam kantong plastik di atas rak. RA mengambil uang tersebut sebesar Rp 200 ribu untuk jajan. Merasa aksinya tidak ketahuan, kepercayaan dirinya meningkat.


Sekitar satu minggu kemudian, RA kembali beraksi dengan mengambil Rp 10 juta dari tas korban. Uang tersebut digunakan untuk membeli iPhone 13 Pro, membayar cicilan motor suaminya, serta kebutuhan sehari-hari. Lima hari berselang, ia kembali mencuri Rp 10 juta dengan alasan serupa, termasuk membeli jam tangan iWatch KW.


Aksi keempat terjadi dua minggu kemudian, di mana RA mengambil lagi Rp 10 juta dari tas korban. Hasil curian kali ini digunakan untuk membeli dudukan springbed, ponsel Samsung untuk suaminya, serta memberikan uang saku kepada sang suami. Puncaknya, empat hari setelah aksi keempat, RA mengambil jumlah terbesar, yaitu Rp 20 juta dari tas korban, yang sebagian digunakan untuk membeli jaket bagi suaminya.


Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana pencurian tersebut. Barang bukti meliputi uang tunai sebesar Rp 5,8 juta, satu unit iPhone 13 Pro, satu buah jam tangan iWatch KW, dua lembar baju kardigan lengan panjang, tiga lembar celana panjang, dan satu buah dudukan springbed.


Selain barang fisik, polisi juga menemukan saldo digital dalam perangkat iPhone 13 Pro milik terduga pelaku, yaitu saldo aplikasi DANA sebesar Rp 252.891 dan saldo SeaBank sebesar Rp 7.932.734. Jika diakumulasi, total uang tunai dan saldo digital yang diamankan mencapai sekitar Rp 13,98 juta, di luar nilai barang-barang lainnya.


Kini, terduga pelaku RA beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Bantaeng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengusaha untuk lebih meningkatkan keamanan penyimpanan aset berharga di tempat usaha mereka.


Wabup Bantaeng Buka Edukasi Keuangan OJK, Tekankan Pentingnya Literasi bagi UMKM dan Perempuan


BN Online Bantaeng – Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi membuka kegiatan Edukasi Keuangan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Acara yang digelar di Gedung Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng pada Selasa (8/9/2026) ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masyarakat umum, serta kaum perempuan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan masyarakat. Fokus utama diberikan kepada pelaku UMKM dan perempuan agar mereka mampu mengelola keuangan secara lebih bijak, aman, dan produktif, sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi.


Dalam sambutannya, Wabup H. Sahabuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK Sulselbar atas inisiatif pelaksanaan edukasi tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan literasi keuangan adalah kunci penting dalam memperkuat keberlangsungan usaha UMKM di daerah.


“Edukasi keuangan sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan kaum perempuan. Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengelola pendapatan dan usahanya secara lebih terencana, sekaligus mampu memilih produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Sahabuddin.


Ia juga berharap agar materi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengelolaan usaha. Literasi keuangan yang mumpuni diharapkan mampu membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang tepat serta menghindari berbagai risiko penipuan atau kerugian dalam pemanfaatan layanan keuangan.


Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap budaya menabung dan perencanaan keuangan masa depan, dalam acara tersebut dilakukan penyerahan simbolis tabungan emas kepada para pelaku UMKM. Penyerahan dilakukan secara bersama oleh Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, Asisten Direktur OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mushadi Nurali, serta Pimpinan Pegadaian Cabang Bantaeng Richardo Anthonius.


Program tabungan emas ini diharapkan menjadi alternatif investasi yang aman bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk membangun kebiasaan menabung jangka panjang.


Pemerintah Kabupaten Bantaeng turut mengapresiasi sinergi yang dibangun antara OJK dan Pegadaian. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai sangat vital untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan yang legal, aman, dan bermanfaat bagi perekonomian daerah


Bupati Bantaeng Hadiri Maulid Akbar Kemenag, Tegaskan Komitmen Wujudkan Bantaeng Religius


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri peringatan Maulid Akbar Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng pada Selasa, 8 September 2026.


Peringatan tahun ini mengangkat tema "Maulid Sebagai Momentum Taskiyatun Nafs dan Meraih Kedamaian Hati Dalam Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW". Tema tersebut dipilih untuk menekankan pentingnya penyucian jiwa dan ketenangan batin melalui peneladanan terhadap akhlak mulia Rasulullah SAW.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Kemenag Kabupaten Bantaeng atas persiapan dan kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa.


"Alhamdulillah tahun ini kita hadir bersama, dan saya belum pernah menghadiri Maulid seramai ini. Terima kasih buat seluruh keluarga besar kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng yang luar biasa dalam mempersiapkan maupun berkontribusi kegiatan ini," ujar Bupati.


Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk terus menjaga sinergi dengan Kementerian Agama. Menurutnya, peran Kemenag sangat strategis tidak hanya dalam aspek administratif keagamaan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.


"Tentunya kami tetap berkomitmen dan mendedikasikan diri karena salah satu visi kita adalah Bantaeng bangkit, maju, dan religius. Bagaimana ke depan Bantaeng bisa kita bangun bersama, dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan bahwa kesuksesan Maulid Akbar ini merupakan hasil dari partisipasi aktif semua pihak.


H. Misbah juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir. "Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama seluruh jajaran. Kita hadir bersama karena tanda cintanya kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.


Kehadiran orang nomor satu di Bantaeng tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, serta menjadi momentum bagi masyarakat Bantaeng untuk terus meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.


Jadikan Kantor Desa sebagai "Rumah Warga", Kades Bonto Salluang Wujudkan Semangat Kampung Pancasila Melalui Pelayanan Prima


BN Online Bantaeng, – Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki SE, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Desa Bonto Salluang di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, bertransformasi menjadi sebuah percontohan "Kampung Pancasila" yang mengedepankan nilai-nilai gotong royong, kerukunan, dan pelayanan publik yang unggul.


Momen kebersamaan menjadi kunci utama dalam memperkuat soliditas aparatur desa. Baru-baru ini, Marzuki memanfaatkan waktu terbaik untuk melakukan foto bersama seluruh jajaran perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kasi), hingga staf pendukung. Foto bersama ini bukan sekadar dokumentasi biasa, melainkan simbol dari kekompakan dan kerjasama tim yang memiliki segudang gagasan inovatif untuk kemajuan desa.


"Kekompakan adalah modal utama kami. Dengan kerjasama yang solid antara sekretaris, kasi, dan staf, kami mampu menyulap Desa Bonto Salluang menjadi Kampung Pancasila yang hidup dan dinamis," ujar Marzuki.


Salah satu terobosan terbesar yang diusung oleh Marzuki adalah mengubah paradigma kantor desa dari sekadar tempat administrasi menjadi "Rumah Warga". Filosofi ini menekankan bahwa setiap warga harus merasa nyaman dan diterima ketika berkunjung ke kantor desa.


Untuk mewujudkan hal tersebut, Marzuki menerapkan semboyan pelayanan yang ketat namun humanis: "Rajin masuk, selalu siap melayani, datang tepat waktu, hadir dengan senyum, urus dengan cepat."


Menurut Marzuki, pelayanan terbaik tidak dimulai dari teknologi canggih atau fasilitas mewah, melainkan dari kehadiran yang konsisten dan sikap aparaturnya.


"Pelayanan terbaik dimulai dari kehadiran yang konsisten. Inilah semboyan kami. Ketika warga datang, mereka harus disambut dengan senyuman dan urusan mereka diselesaikan dengan cepat serta tepat waktu. Kantor desa harus benar-benar dirasakan sebagai rumah kedua bagi warga," tegas Marzuki.


Langkah-langkah konkret ini telah mendapat respons positif dari masyarakat Desa Bonto Salluang. Dengan semangat Pancasila yang tertanam dalam setiap lini pelayanan, Desa Bonto Salluang kini menjadi contoh bagaimana kepemimpinan yang visioner dan tim yang kompak dapat menciptakan lingkungan desa yang harmonis dan melayani.


Senin, 07 September 2026

Peringati Maulid Akbar 1448 H, Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah dan Teladani Akhlak Rasulullah


BN Online Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Syekh Abdul Gani, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, pada Minggu (6/9/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bantaeng, Pengurus Masjid Agung Syekh Abdul Gani, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh Fathul Fauzi Nurdin, yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzi menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Bersholawat dalam Cinta, Berdzikir dalam Iman, Berdoa dalam Harapan, Menuju Umat yang Penuh Berkah.” Ia menilai tema tersebut memiliki makna mendalam dan sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


“Kegiatan keagamaan seperti Maulid Akbar memiliki peranan penting dalam memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Fathul.


Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiah, ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan), maupun ukhuwah Insaniyah (kemanusiaan). Bupati berharap semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan sehingga tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.


Nuansa Dzikir dan Doa Mengiringi Acara


Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Ketua Pengurus Harian Masjid Agung Syekh Abdul Gani, KH Hamzah Israil, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan kali ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda. Sebelum acara inti dimulai, masyarakat telah berkumpul untuk melaksanakan dzikir dan doa bersama.


“Dari tadi setelah Magrib kita berdzikir dan berdoa kepada Allah. Ini kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita. Kita juga sudah melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah ujian yang kita hadapi,” jelas KH Hamzah.


Langkah tersebut mencerminkan kesadaran spiritual masyarakat Bantaeng dalam menghadapi berbagai tantangan, dengan menjadikan ibadah sebagai pondasi kekuatan.


Hadirnya Para Tokoh Daerah


Acara yang menjadi momentum penguatan iman dan persaudaraan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Bantaeng, antara lain:


Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi Ketua IKA DPRD, Suharti Mangun Karim.


Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng, Ny. Seny Angelina Husni.


PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. Muhammad Tafsir.


Ketua GOW Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad.


Serta para Kepala OPD, Camat, dan Lurah di lingkungan Pemkab Bantaeng.


Melalui peringatan Maulid Akbar 1448 H ini, Pemkab Bantaeng berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Bantaeng.


Bupati Bantaeng Lantik 24 Pejabat Struktural, Tekankan Optimalisasi Keuangan dan Pendapatan Daerah


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melantik, mengambil sumpah, serta mengukuhkan kembali 24 pejabat dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng. Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, pada Senin (7/9/2026).


Dalam sambutannya, Bupati Fathul menekankan bahwa para pejabat struktural yang baru saja dilantik memegang peranan strategis dalam kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menyoroti dua bidang krusial yang menjadi penentu utama kinerja Kabupaten Bantaeng, yaitu bidang keuangan dan bidang pendapatan.


"Ada dua bidang yang dituntut untuk dapat memaksimalkan kinerja dengan sebaik-baiknya. Pertama adalah bagian keuangan dan yang kedua adalah bagian pendapatan. Ini adalah ruh-nya pemerintahan. Kinerja dari Kabupaten Bantaeng ini sangat ditentukan dari kedua bidang tersebut," ujar Bupati Fathul.


Menyikapi momentum akhir tahun anggaran, Bupati memberikan instruksi khusus kepada pengelola keuangan daerah agar tidak menghambat proses pembayaran, khususnya untuk item-item yang telah masuk dalam skala prioritas. Hal ini sejalan dengan adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat yang baru saja diterima.


"Sekarang ini sudah mulai mendekati akhir tahun, tentunya banyak hal-hal yang mesti kita bayarkan. Tolong sebisa mungkin kita meminimalisir hambatan. Karena sekarang kita baru saja mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat, jadi yang memang masuk dalam skala prioritas tolong segera diselesaikan," tegasnya.


Selain aspek fiskal, Bupati juga mengingatkan para pejabat yang berada di sektor pelayanan publik untuk senantiasa menjaga integritas dan kualitas kerja. Ia berharap para pejabat baru dapat memberikan performa terbaik dan pelayanan yang prima kepada masyarakat Bantaeng.


"Dengan adanya amanah yang baru ini, Bapak/Ibu sekalian sangat diharapkan mampu memberikan performa yang terbaik, terutama bagaimana bisa memaksimalkan kinerja," tutup Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin.


Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi birokrasi di Kabupaten Bantaeng untuk lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Penganiayaan Siswa Didik Terjadi Di SMK Negeri 1 Purwoasri

SMK Negeri 1 Purwoasri, lokasi terjadinya penganiayaan
terhadap siswa didik. (Foto : Hari)


KEDIRI - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP || Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Purwoasri berinisial MBZ yang menganiaya siswa didiknya hingga berdarah.


Kejadian bermula saat siswa didik selesai menikmati makan bergizi Gratis (MBG) bersama teman - temannya dan saling lempar mentimun hingga MBZ mengetahui hal itu dan kemudian masuk kelas seraya menendang meja dan membawa keluar siswa - siswa didik tersebut dan selanjutnya terjadilah penganiayaan tersebut.


Kejadian berlangsung di dalam lingkungan sekolah SMKN 1 PURWOASRI sekira pukul 09.30 Wib, Rabu 05/08/2026.


Beberapa orang tua / wali murid tidak terima dengan tindakan oknum guru tersebut dan melaporkan ke Polres Kediri hingga terbitlah Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat STTLPM/629 Sat Reskrim/VIII/2026/SPKT tertanggal 13 Agustus 2026.


Awak media bidiknasional.co.id saat konfirmasi ke salah satu orang tua/wali murid inisial HS membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut, tetapi pada akhir bulan Agustus kemarin sudah ada mediasi yang bertempat di SMK N 1 PURWOASRI yang dihadiri oleh beberapa orang tua/wali murid, Kepala Sekolah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Oknum guru/MBZ dan berlanjut pencabutan laporan ke Polres Kediri.



Drs. Eddy Priyo Utomo, M.Si. Kepala sekolah SMK N 1 PURWOASRI saat dikonfirmasi wartawan pada hari Senin, 07/09/2026 sedang ada giat di Departemen Agama dan juga Nur Rokhim selaku Humas pihak sekolah juga sedang keluar.


Terpisah, Kariyaji Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia Cabang Kediri mengatakan bahwa Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang, Pasal 80 Jo Pasal 76 C adalah delik biasa, bukan delik aduan.


"Proses Hukum otomatis terus berjalan meskipun ada pencabutan laporan oleh korban atau keluarganya, pihak kepolisian dan penegak hukum tetap wajib memproses dan melanjutkan kasusnya, penganiayaan terhadap anak dikategorikan sebagai tindak pidana khusus dengan penegakan hukum delik biasa. UU perlindungan anak masuk dalam kategori delik khusus bukan delik aduan dan penanganan masuk dalam delik biasa.” Ungkap Kariyaji.

(Hrb)

Minggu, 06 September 2026

Bantaeng Imbang 1-1 Lawan Jeneponto di Piala Gubernur Sulsel, Bupati Uji Nurdin Puji Performa Pemain


BN Online Jeneponto,– Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin atau yang akrab disapa Uji Nurdin, memberikan dukungan penuh kepada tim sepak bola Bantaeng dalam laga melawan Jeneponto pada ajang Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 Zona Selatan. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mini Turatea, Minggu (6/9/2026), berakhir dengan skor imbang 1-1.


Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng tersebut terlihat sejak awal pertandingan hingga wasit meniup peluit akhir. Ia duduk di tribun stadion untuk menyaksikan langsung perjuangan para pemainnya menghadapi tuan rumah, Jeneponto.


Meski hasil akhir berakhir seri dan kedua tim harus berbagi poin, Bupati Uji Nurdin menyatakan rasa syukur dan apresiasi tinggi terhadap semangat juang skuad Bantaeng.


"Alhamdulillah, meski hasil skor berimbang namun kita tetap apresiasi perjuangan pemain-pemain kita yang sangat luar biasa," ujar Bupati Bantaeng usai pertandingan.


Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini menilai performa anak asuhnya patut mendapat pujian. Menurutnya, Bantaeng justru tampil lebih dominan dan menciptakan peluang lebih banyak dibandingkan tuan rumah.


"Permainan dan pemain kita baik sekali. Kita lihat dua gol kita dianulir wasit karena offside. Jika tidak, tentunya kita bisa menang 3-1," bebernya.


Usai laga, Bupati Uji Nurdin turun langsung ke lapangan untuk memberikan motivasi kepada para pemain. Sebagai bentuk penghargaan, ia juga memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada pemain yang berhasil mencetak gol.


Sebagai tindak lanjut, seluruh pemain Bantaeng diantar menuju Rumah Jabatan Bupati Jeneponto untuk beristirahat dan menyantap hidangan makan malam bersama, guna memulihkan kondisi fisik sebelum jadwal pertandingan berikutnya.


Pererat Kolaborasi Internasional, Bupati Bantaeng Hadiri Welcome Dinner Program Musim Panas UNHAS–Kanazawa University 2026


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri acara Welcome Dinner bersama Tim Summer Program Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Kanazawa University, Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Musim Panas UNHAS–Kanazawa University (KU) 2026 yang berlangsung di Lantai 2 Kawasan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu malam, 5 September 2026.


Kehadiran Bupati dalam acara tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kerja sama serta silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng dengan dua institusi pendidikan terkemuka tersebut.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan oleh UNHAS dan Kanazawa University dengan memilih Kabupaten Bantaeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Summer Program tahun ini. Ia menilai kehadiran para akademisi dan mahasiswa tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan wawasan mengenai potensi daerah.


“Kami menyambut baik kehadiran Tim Summer Program UNHAS dan Kanazawa University di Kabupaten Bantaeng. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berharga dan menjadi awal dari semakin eratnya hubungan kerja sama di masa mendatang,” ujar Bupati Fathul Fauzy.


Lebih lanjut, Bupati berharap para peserta program dapat mengenal Kabupaten Bantaeng secara lebih dekat, mulai dari potensi alam, kearifan lokal masyarakat, budaya, hingga berbagai program pembangunan yang sedang digulirkan oleh pemerintah daerah.


Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Bantaeng dalam menyukseskan program tersebut, Bupati menerima plakat penghargaan dari Direktur Urusan Internasional dan Kantor Internasional Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Fitrah Alam. Penyerahan plakat ini simbolis memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan akademik, pertukaran internasional, serta pengembangan jejaring kerja sama global.


Pemkab Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik domestik maupun internasional. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkenalkan potensi Bantaeng ke kancah nasional dan internasional.


Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Ihsan, Penanggung Jawab Kerja Sama UNHAS–Kanazawa University Summer Program 2026, Saaduddin, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bantaeng. Seluruh peserta dan panitia dari program musim panas tersebut juga hadir meramaikan acara malam itu.

Sabtu, 05 September 2026

Polres Bantaeng Gagalkan Peredaran Narkoba, Tiga Pria Diamankan Bersama 12,63 Gram Sabu


BN Online Bantaeng, – Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis methamphetamine atau sabu-sabu. Dalam operasi tersebut, tiga pria diamankan dan barang bukti berupa 12,63 gram sabu berhasil disita.


Kasat Resnarkoba Polres Bantaeng, IPTU Chaidir, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Investigasi I Opsnal Satresnarkoba Polres Bantaeng yang dipimpin oleh Ipda Awaluddin Latif langsung melakukan penyelidikan intensif.


"Tim kami menemukan tiga terduga pelaku beserta barang bukti di wilayah Morowa, Desa Bonto Matene, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng pada Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 04.30 WITA," ujar Chaidir saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).


Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka dengan inisial DM (47) warga Parampangi, Desa Bonto Maccini; IR (30) warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, Bissappu; dan SA (41) warga Kelurahan Onto.


Selain ketiga tersangka, tim juga menyita sejumlah barang bukti usai melakukan penggeledahan badan dan lokasi. Barang bukti yang diamankan meliputi:


1 sachet besar kristal bening diduga sabu (berat 6,39 gram);


1 sachet sedang kristal bening diduga sabu (berat 3,00 gram);


1 sachet sedang bening diduga sabu (berat 3,24 gram);


1 buah bong alat hisap sabu;


1 bungkus isi sachet kosong belum terpakai;


1 sachet kosong ukuran kecil bekas sabu;


1 buah korek api;


2 buah pirex kaca;


1 buah timbangan digital;


3 unit handphone masing-masing merk Oppo (hitam), Vivo (biru muda), dan Realme (biru muda).


Total berat sabu yang disita mencapai 12,63 gram. Saat ini, para tersangka dan seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bantaeng untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.


Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Subsidiar, serta Pasal 609 ayat (1) huruf "a" Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Polres Bantaeng mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, serta aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitarnya.


Kolaborasi Unhas dan Pemkab Bantaeng Gelar Pelatihan Penangkaran Benih Jagung JJUH untuk Kemandirian Petani


BN Online Bantaeng – Upaya penguatan ketahanan pangan melalui kemandirian perbenihan terus digalakan di Sulawesi Selatan. Pada Sabtu (5/9/2026), pelatihan bertajuk "Peningkatan Kemampuan Penangkaran Parent Seed dengan Teknik Budidaya Jagung JJUH" resmi digelar di kawasan Erbol, Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan strategis ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan melibatkan Dinas Pertanian dari tiga kabupaten yakni Bantaeng, Bulukumba, dan Gowa, serta mendapat dukungan penuh dari International Cooperation and Development Fund (ICDF).


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Dalam arahannya, ia menekankan urgensi kemandirian perbenihan di tingkat petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah. Ia menyambut baik kolaborasi lintas kabupaten dan dukungan akademis dari perguruan tinggi negeri terkemuka tersebut.


“Melalui pelatihan ini, penyuluh dan petani tidak hanya belajar teori, tetapi siap terampil mempraktikkan standar benih murni dan berkualitas tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Bantaeng dalam sambutannya.


Sebagai narasumber utama, pakar pertanian dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhammad Azrai, menyampaikan materi teknis komprehensif mengenai prinsip penangkaran benih induk (parent seed). Prof. Azrai menguraikan secara detail karakteristik dan keunggulan varietas Jagung JJUH, serta tata cara penanganannya secara utuh.


Materi yang disampaikan mencakup tahapan kritis mulai dari pemilihan lokasi yang tepat, teknik isolasi tanam untuk menjaga kemurnian genetik, pemeliharaan intensif, hingga prosedur panen dan pascapanen. Tujuannya adalah agar mutu benih yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar nasional penangkaran benih sumber.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Bantaeng, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba, anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta puluhan peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani di wilayah Bantaeng dan sekitarnya.


Pelatihan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perbenihan melalui pendekatan kolaboratif. Dengan bekal ilmu dan keterampilan teknis yang memadai, diharapkan kelompok tani semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung ketersediaan pangan berkualitas di wilayah Sulawesi Selatan.


PLN ULP Bantaeng Gelar Pemeliharaan Terpadu Tuntas (PTT) untuk Tingkatkan Keandalan Listrik di Gantarangkeke


BN Online Bantaeng – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bantaeng terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Pada Sabtu (5/9/2026), Manajer ULP PLN Bantaeng, Hermawan, bersama Tim Pemeliharaan Terpadu Tuntas (PTT) melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan distribusi di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi serta meminimalkan potensi gangguan listrik yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.


Menurut Hermawan, pelaksanaan PTT dilakukan secara terpadu dan komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi inspeksi menyeluruh terhadap kondisi jaringan, pemangkasan atau penebangan pohon di area Right of Way (ROW) atau jalur aman saluran listrik, hingga perbaikan konstruksi dan komponen jaringan yang teridentifikasi berpotensi menyebabkan gangguan.


"Kami memastikan seluruh temuan lapangan dituntaskan sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku," ujar Hermawan dalam keterangannya.


Dalam pelaksanaannya, PLN ULP Bantaeng melibatkan kolaborasi solid antara tim teknik, pelayanan teknik, serta personel pendukung lainnya. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemeliharaan dan memastikan kualitas layanan listrik tetap optimal bagi pelanggan di wilayah Gantarangkeke dan sekitarnya.


Hermawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menanam pohon atau mendirikan bangunan di bawah saluran udara tegangan menengah maupun rendah guna mencegah terjadinya gangguan listrik di masa mendatang.


News Of This Week