Senin, 07 September 2026

Peringati Maulid Akbar 1448 H, Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah dan Teladani Akhlak Rasulullah


BN Online Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Syekh Abdul Gani, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, pada Minggu (6/9/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bantaeng, Pengurus Masjid Agung Syekh Abdul Gani, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh Fathul Fauzi Nurdin, yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzi menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Bersholawat dalam Cinta, Berdzikir dalam Iman, Berdoa dalam Harapan, Menuju Umat yang Penuh Berkah.” Ia menilai tema tersebut memiliki makna mendalam dan sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


“Kegiatan keagamaan seperti Maulid Akbar memiliki peranan penting dalam memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Fathul.


Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiah, ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan), maupun ukhuwah Insaniyah (kemanusiaan). Bupati berharap semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan sehingga tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.


Nuansa Dzikir dan Doa Mengiringi Acara


Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Ketua Pengurus Harian Masjid Agung Syekh Abdul Gani, KH Hamzah Israil, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan kali ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda. Sebelum acara inti dimulai, masyarakat telah berkumpul untuk melaksanakan dzikir dan doa bersama.


“Dari tadi setelah Magrib kita berdzikir dan berdoa kepada Allah. Ini kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita. Kita juga sudah melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah ujian yang kita hadapi,” jelas KH Hamzah.


Langkah tersebut mencerminkan kesadaran spiritual masyarakat Bantaeng dalam menghadapi berbagai tantangan, dengan menjadikan ibadah sebagai pondasi kekuatan.


Hadirnya Para Tokoh Daerah


Acara yang menjadi momentum penguatan iman dan persaudaraan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Bantaeng, antara lain:


Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi Ketua IKA DPRD, Suharti Mangun Karim.


Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng, Ny. Seny Angelina Husni.


PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. Muhammad Tafsir.


Ketua GOW Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad.


Serta para Kepala OPD, Camat, dan Lurah di lingkungan Pemkab Bantaeng.


Melalui peringatan Maulid Akbar 1448 H ini, Pemkab Bantaeng berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Bantaeng.


Bupati Bantaeng Lantik 24 Pejabat Struktural, Tekankan Optimalisasi Keuangan dan Pendapatan Daerah


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melantik, mengambil sumpah, serta mengukuhkan kembali 24 pejabat dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng. Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, pada Senin (7/9/2026).


Dalam sambutannya, Bupati Fathul menekankan bahwa para pejabat struktural yang baru saja dilantik memegang peranan strategis dalam kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menyoroti dua bidang krusial yang menjadi penentu utama kinerja Kabupaten Bantaeng, yaitu bidang keuangan dan bidang pendapatan.


"Ada dua bidang yang dituntut untuk dapat memaksimalkan kinerja dengan sebaik-baiknya. Pertama adalah bagian keuangan dan yang kedua adalah bagian pendapatan. Ini adalah ruh-nya pemerintahan. Kinerja dari Kabupaten Bantaeng ini sangat ditentukan dari kedua bidang tersebut," ujar Bupati Fathul.


Menyikapi momentum akhir tahun anggaran, Bupati memberikan instruksi khusus kepada pengelola keuangan daerah agar tidak menghambat proses pembayaran, khususnya untuk item-item yang telah masuk dalam skala prioritas. Hal ini sejalan dengan adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat yang baru saja diterima.


"Sekarang ini sudah mulai mendekati akhir tahun, tentunya banyak hal-hal yang mesti kita bayarkan. Tolong sebisa mungkin kita meminimalisir hambatan. Karena sekarang kita baru saja mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat, jadi yang memang masuk dalam skala prioritas tolong segera diselesaikan," tegasnya.


Selain aspek fiskal, Bupati juga mengingatkan para pejabat yang berada di sektor pelayanan publik untuk senantiasa menjaga integritas dan kualitas kerja. Ia berharap para pejabat baru dapat memberikan performa terbaik dan pelayanan yang prima kepada masyarakat Bantaeng.


"Dengan adanya amanah yang baru ini, Bapak/Ibu sekalian sangat diharapkan mampu memberikan performa yang terbaik, terutama bagaimana bisa memaksimalkan kinerja," tutup Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin.


Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi birokrasi di Kabupaten Bantaeng untuk lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Penganiayaan Siswa Didik Terjadi Di SMK Negeri 1 Purwoasri

SMK Negeri 1 Purwoasri, lokasi terjadinya penganiayaan
terhadap siswa didik. (Foto : Hari)


KEDIRI - JATIM, BIDIK NASIONAL MEDIA GROUP || Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Purwoasri berinisial MBZ yang menganiaya siswa didiknya hingga berdarah.


Kejadian bermula saat siswa didik selesai menikmati makan bergizi Gratis (MBG) bersama teman - temannya dan saling lempar mentimun hingga MBZ mengetahui hal itu dan kemudian masuk kelas seraya menendang meja dan membawa keluar siswa - siswa didik tersebut dan selanjutnya terjadilah penganiayaan tersebut.


Kejadian berlangsung di dalam lingkungan sekolah SMKN 1 PURWOASRI sekira pukul 09.30 Wib, Rabu 05/08/2026.


Beberapa orang tua / wali murid tidak terima dengan tindakan oknum guru tersebut dan melaporkan ke Polres Kediri hingga terbitlah Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat STTLPM/629 Sat Reskrim/VIII/2026/SPKT tertanggal 13 Agustus 2026.


Awak media bidiknasional.co.id saat konfirmasi ke salah satu orang tua/wali murid inisial HS membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut, tetapi pada akhir bulan Agustus kemarin sudah ada mediasi yang bertempat di SMK N 1 PURWOASRI yang dihadiri oleh beberapa orang tua/wali murid, Kepala Sekolah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Oknum guru/MBZ dan berlanjut pencabutan laporan ke Polres Kediri.



Drs. Eddy Priyo Utomo, M.Si. Kepala sekolah SMK N 1 PURWOASRI saat dikonfirmasi wartawan pada hari Senin, 07/09/2026 sedang ada giat di Departemen Agama dan juga Nur Rokhim selaku Humas pihak sekolah juga sedang keluar.


Terpisah, Kariyaji Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia Cabang Kediri mengatakan bahwa Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang, Pasal 80 Jo Pasal 76 C adalah delik biasa, bukan delik aduan.


"Proses Hukum otomatis terus berjalan meskipun ada pencabutan laporan oleh korban atau keluarganya, pihak kepolisian dan penegak hukum tetap wajib memproses dan melanjutkan kasusnya, penganiayaan terhadap anak dikategorikan sebagai tindak pidana khusus dengan penegakan hukum delik biasa. UU perlindungan anak masuk dalam kategori delik khusus bukan delik aduan dan penanganan masuk dalam delik biasa.” Ungkap Kariyaji.

(Hrb)

Minggu, 06 September 2026

Bantaeng Imbang 1-1 Lawan Jeneponto di Piala Gubernur Sulsel, Bupati Uji Nurdin Puji Performa Pemain


BN Online Jeneponto,– Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin atau yang akrab disapa Uji Nurdin, memberikan dukungan penuh kepada tim sepak bola Bantaeng dalam laga melawan Jeneponto pada ajang Piala Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 Zona Selatan. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mini Turatea, Minggu (6/9/2026), berakhir dengan skor imbang 1-1.


Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng tersebut terlihat sejak awal pertandingan hingga wasit meniup peluit akhir. Ia duduk di tribun stadion untuk menyaksikan langsung perjuangan para pemainnya menghadapi tuan rumah, Jeneponto.


Meski hasil akhir berakhir seri dan kedua tim harus berbagi poin, Bupati Uji Nurdin menyatakan rasa syukur dan apresiasi tinggi terhadap semangat juang skuad Bantaeng.


"Alhamdulillah, meski hasil skor berimbang namun kita tetap apresiasi perjuangan pemain-pemain kita yang sangat luar biasa," ujar Bupati Bantaeng usai pertandingan.


Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini menilai performa anak asuhnya patut mendapat pujian. Menurutnya, Bantaeng justru tampil lebih dominan dan menciptakan peluang lebih banyak dibandingkan tuan rumah.


"Permainan dan pemain kita baik sekali. Kita lihat dua gol kita dianulir wasit karena offside. Jika tidak, tentunya kita bisa menang 3-1," bebernya.


Usai laga, Bupati Uji Nurdin turun langsung ke lapangan untuk memberikan motivasi kepada para pemain. Sebagai bentuk penghargaan, ia juga memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada pemain yang berhasil mencetak gol.


Sebagai tindak lanjut, seluruh pemain Bantaeng diantar menuju Rumah Jabatan Bupati Jeneponto untuk beristirahat dan menyantap hidangan makan malam bersama, guna memulihkan kondisi fisik sebelum jadwal pertandingan berikutnya.


Pererat Kolaborasi Internasional, Bupati Bantaeng Hadiri Welcome Dinner Program Musim Panas UNHAS–Kanazawa University 2026


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri acara Welcome Dinner bersama Tim Summer Program Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Kanazawa University, Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Musim Panas UNHAS–Kanazawa University (KU) 2026 yang berlangsung di Lantai 2 Kawasan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu malam, 5 September 2026.


Kehadiran Bupati dalam acara tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kerja sama serta silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng dengan dua institusi pendidikan terkemuka tersebut.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan yang diberikan oleh UNHAS dan Kanazawa University dengan memilih Kabupaten Bantaeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan Summer Program tahun ini. Ia menilai kehadiran para akademisi dan mahasiswa tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan wawasan mengenai potensi daerah.


“Kami menyambut baik kehadiran Tim Summer Program UNHAS dan Kanazawa University di Kabupaten Bantaeng. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang berharga dan menjadi awal dari semakin eratnya hubungan kerja sama di masa mendatang,” ujar Bupati Fathul Fauzy.


Lebih lanjut, Bupati berharap para peserta program dapat mengenal Kabupaten Bantaeng secara lebih dekat, mulai dari potensi alam, kearifan lokal masyarakat, budaya, hingga berbagai program pembangunan yang sedang digulirkan oleh pemerintah daerah.


Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Bantaeng dalam menyukseskan program tersebut, Bupati menerima plakat penghargaan dari Direktur Urusan Internasional dan Kantor Internasional Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Fitrah Alam. Penyerahan plakat ini simbolis memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan akademik, pertukaran internasional, serta pengembangan jejaring kerja sama global.


Pemkab Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik domestik maupun internasional. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkenalkan potensi Bantaeng ke kancah nasional dan internasional.


Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Ihsan, Penanggung Jawab Kerja Sama UNHAS–Kanazawa University Summer Program 2026, Saaduddin, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bantaeng. Seluruh peserta dan panitia dari program musim panas tersebut juga hadir meramaikan acara malam itu.

Sabtu, 05 September 2026

Polres Bantaeng Gagalkan Peredaran Narkoba, Tiga Pria Diamankan Bersama 12,63 Gram Sabu


BN Online Bantaeng, – Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis methamphetamine atau sabu-sabu. Dalam operasi tersebut, tiga pria diamankan dan barang bukti berupa 12,63 gram sabu berhasil disita.


Kasat Resnarkoba Polres Bantaeng, IPTU Chaidir, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Investigasi I Opsnal Satresnarkoba Polres Bantaeng yang dipimpin oleh Ipda Awaluddin Latif langsung melakukan penyelidikan intensif.


"Tim kami menemukan tiga terduga pelaku beserta barang bukti di wilayah Morowa, Desa Bonto Matene, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng pada Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 04.30 WITA," ujar Chaidir saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).


Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka dengan inisial DM (47) warga Parampangi, Desa Bonto Maccini; IR (30) warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, Bissappu; dan SA (41) warga Kelurahan Onto.


Selain ketiga tersangka, tim juga menyita sejumlah barang bukti usai melakukan penggeledahan badan dan lokasi. Barang bukti yang diamankan meliputi:


1 sachet besar kristal bening diduga sabu (berat 6,39 gram);


1 sachet sedang kristal bening diduga sabu (berat 3,00 gram);


1 sachet sedang bening diduga sabu (berat 3,24 gram);


1 buah bong alat hisap sabu;


1 bungkus isi sachet kosong belum terpakai;


1 sachet kosong ukuran kecil bekas sabu;


1 buah korek api;


2 buah pirex kaca;


1 buah timbangan digital;


3 unit handphone masing-masing merk Oppo (hitam), Vivo (biru muda), dan Realme (biru muda).


Total berat sabu yang disita mencapai 12,63 gram. Saat ini, para tersangka dan seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bantaeng untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.


Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Subsidiar, serta Pasal 609 ayat (1) huruf "a" Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Polres Bantaeng mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, serta aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan sekitarnya.


Kolaborasi Unhas dan Pemkab Bantaeng Gelar Pelatihan Penangkaran Benih Jagung JJUH untuk Kemandirian Petani


BN Online Bantaeng – Upaya penguatan ketahanan pangan melalui kemandirian perbenihan terus digalakan di Sulawesi Selatan. Pada Sabtu (5/9/2026), pelatihan bertajuk "Peningkatan Kemampuan Penangkaran Parent Seed dengan Teknik Budidaya Jagung JJUH" resmi digelar di kawasan Erbol, Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan strategis ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan melibatkan Dinas Pertanian dari tiga kabupaten yakni Bantaeng, Bulukumba, dan Gowa, serta mendapat dukungan penuh dari International Cooperation and Development Fund (ICDF).


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Dalam arahannya, ia menekankan urgensi kemandirian perbenihan di tingkat petani sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah. Ia menyambut baik kolaborasi lintas kabupaten dan dukungan akademis dari perguruan tinggi negeri terkemuka tersebut.


“Melalui pelatihan ini, penyuluh dan petani tidak hanya belajar teori, tetapi siap terampil mempraktikkan standar benih murni dan berkualitas tinggi,” ujar Kepala Dinas Pertanian Bantaeng dalam sambutannya.


Sebagai narasumber utama, pakar pertanian dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Muhammad Azrai, menyampaikan materi teknis komprehensif mengenai prinsip penangkaran benih induk (parent seed). Prof. Azrai menguraikan secara detail karakteristik dan keunggulan varietas Jagung JJUH, serta tata cara penanganannya secara utuh.


Materi yang disampaikan mencakup tahapan kritis mulai dari pemilihan lokasi yang tepat, teknik isolasi tanam untuk menjaga kemurnian genetik, pemeliharaan intensif, hingga prosedur panen dan pascapanen. Tujuannya adalah agar mutu benih yang dihasilkan tetap terjaga sesuai standar nasional penangkaran benih sumber.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Bantaeng, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba, anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta puluhan peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani di wilayah Bantaeng dan sekitarnya.


Pelatihan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perbenihan melalui pendekatan kolaboratif. Dengan bekal ilmu dan keterampilan teknis yang memadai, diharapkan kelompok tani semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung ketersediaan pangan berkualitas di wilayah Sulawesi Selatan.


PLN ULP Bantaeng Gelar Pemeliharaan Terpadu Tuntas (PTT) untuk Tingkatkan Keandalan Listrik di Gantarangkeke


BN Online Bantaeng – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bantaeng terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Pada Sabtu (5/9/2026), Manajer ULP PLN Bantaeng, Hermawan, bersama Tim Pemeliharaan Terpadu Tuntas (PTT) melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan distribusi di Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi serta meminimalkan potensi gangguan listrik yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.


Menurut Hermawan, pelaksanaan PTT dilakukan secara terpadu dan komprehensif. Rangkaian kegiatan meliputi inspeksi menyeluruh terhadap kondisi jaringan, pemangkasan atau penebangan pohon di area Right of Way (ROW) atau jalur aman saluran listrik, hingga perbaikan konstruksi dan komponen jaringan yang teridentifikasi berpotensi menyebabkan gangguan.


"Kami memastikan seluruh temuan lapangan dituntaskan sesuai dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku," ujar Hermawan dalam keterangannya.


Dalam pelaksanaannya, PLN ULP Bantaeng melibatkan kolaborasi solid antara tim teknik, pelayanan teknik, serta personel pendukung lainnya. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemeliharaan dan memastikan kualitas layanan listrik tetap optimal bagi pelanggan di wilayah Gantarangkeke dan sekitarnya.


Hermawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menanam pohon atau mendirikan bangunan di bawah saluran udara tegangan menengah maupun rendah guna mencegah terjadinya gangguan listrik di masa mendatang.


PLN Jeneponto Peringati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asmar Komitmen Berikan Pelayanan Sepenuh Hati


BN Online Jeneponto,– Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2026, PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Barat dan Utara (UID Sulselbarut) Area Jeneponto menggelar kegiatan spesial untuk menunjukkan apresiasi kepada para pelanggan setia.


Asmar, Manager PLN Area Jeneponto yang merupakan salah satu putra terbaik daerah ini, secara langsung menyampaikan ucapan selamat Hari Pelanggan Nasional kepada seluruh masyarakat Jeneponto. Asmar menekankan pentingnya peran pelanggan sebagai mitra strategis dalam pembangunan kelistrikan di wilayah tersebut.


"Dengan semangat Hari Pelanggan Nasional, kami siap memberikan pelayanan sepenuh hati," ujar Asmar.


Ia menegaskan bahwa komitmen pelayanan tersebut tidak hanya sebatas pada penyediaan energi listrik, tetapi juga mencakup aspek pemeliharaan infrastruktur hingga ke titik terdekat dengan rumah pelanggan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keandalan suplai listrik dan kenyamanan bagi masyarakat Jeneponto.


"Mulai dari pemeliharaan infrastruktur jaringan hingga layanan di rumah pelanggan, kami hadir untuk memastikan listrik tetap menyala dengan stabil dan aman," tambah Asmar.


Peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini menjadi momentum bagi PLN Jeneponto untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat hubungan baik dengan masyarakat. Melalui berbagai inisiatif pelayanan, PLN berharap dapat terus berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jeneponto.


Bupati Bantaeng Jadi Sasaran Roasting dalam Gelaran Stand Up Comedy Sulsel Special


BN Online Bantaeng – Suasana malam di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng, Jumat (4/9/2026), terasa berbeda. Bukan karena rapat dinas atau acara seremonial biasa, melainkan riuh rendah tawa penonton yang hadir dalam gelaran Stand Up Comedy Show Sulsel Special: Roasting Bupati Bantaeng.


Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Stand Up Indo Bantaeng ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin. Namun, kehadiran orang nomor satu di Bumi Butta Toa tersebut tidak hanya sekadar untuk membuka acara. Dengan sikap terbuka dan sportivitas tinggi, Bupati Fathul rela menjadi sasaran utama roasting atau pelawakan khas stand up comedy dari para komika yang tampil malam itu.


Gelaran ini dimeriahkan oleh penampilan komika-komika berbakat tidak hanya dari Bantaeng, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Stand Up Indo Bulukumba, Stand Up Indo Jeneponto, dan Stand Up Indo Takalar. Materi-materi lucu yang menyasar kebijakan hingga gaya kepemimpinan Bupati berhasil memancing gelak tawa ratusan penonton yang memadati aula.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai stand up comedy bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ruang kreatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.


"Kita mau mendengarkan, kita mau memeriahkan kembali stand up comedy di Bantaeng. Karena kita pahami, cara mengemukakan pendapat dan menyampaikan ide tidak selalu harus dengan demonstrasi. Bisa melalui komika, maupun stand up comedy, karena saya juga termasuk penggemar komika," ujar Bupati Fathul di hadapan para komika dan penonton.


Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan melalui humor bisa menjadi alternatif penyampaian gagasan yang lebih segar dan mudah diterima semua kalangan. Sikapnya yang bersedia di-roast dinilai sebagai bentuk kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.


Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, Bupati berharap agenda semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Ia bahkan menargetkan Bantaeng dapat menjadi salah satu pusat pengembangan stand up comedy di wilayah Selatan Sulawesi Selatan.


"Melihat antusiasme teman-teman yang hadir malam ini sangat luar biasa, saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman panitia atas terlaksananya kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa rutin kita laksanakan dan kita kembangkan di Sulawesi Selatan," tuturnya.


Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat Forkopimda dan instansi terkait, antara lain Danramil 1410-02/Eremerasa mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Kapten Inf. Jufri; Kabag Log Polres Bantaeng, Kompol Supriadi; serta Kasi Pemulihan Aset dan Pengembalian Barang Bukti yang mewakili Kajari Bantaeng, Sepriadi.


Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan ekosistem seni komedi di Bantaeng semakin berkembang dan menjadi wadah positif bagi kreativitas pemuda setempat.


Jumat, 04 September 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Tabliqh Akbar Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurut Taqwa Dampang


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri kegiatan Tabliqh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Acara tersebut berlangsung khidmat di Masjid Nurut Taqwa Dampang, Kecamatan Gantarangkeke, pada Jumat (4/9/2026).


Peringatan tahun ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah". Sebagai pembawa hikmah maulid, hadir KM. Hamsah Awing yang menyampaikan tausiyah mengenai keteladanan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya sebagai momen seremonial tahunan, melainkan sebagai panduan hidup sehari-hari. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.


"Kita berharap maulid nabi ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, memperkuat persaudaraan, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW," ujar Bupati.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam di Kabupaten Bantaeng untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah dan mengamalkan ajaran agama dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.


Bupati Bantaeng Resmikan Kampung Pancasila, Siap Ikuti Penilaian Tingkat Nasional


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, secara resmi meresmikan Kampung Pancasila wilayah Kodim 1410/Bantaeng yang berpusat di Kantor Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu. Peresmian ini berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, dan menjadi momen penting bagi kabupaten tersebut untuk menunjukkan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai dasar negara.


Kegiatan peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Waaster Kasad Bidang Renminter yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penilaian Kampung Pancasila, Brigjen TNI Jamaluddin. Turut hadir Dandim 1410 Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, beserta istri Ny. Seny Angelina Husni, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Asruddin, para Kepala OPD, Camat Bissappu Muzakkir, serta Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodim 1410/Bantaeng atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan daerah dan internalisasi nilai Pancasila. Ia menekankan bahwa kehadiran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi aspek penilaian dari pusat.


“Kami berterima kasih kepada Bapak Jenderal karena Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu Kampung Pancasila yang dinilai langsung oleh pusat. Kami juga telah menghadirkan seluruh OPD terkait untuk memenuhi berbagai aspek penilaian,” ujar Bupati Fathul.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan penilaian yang maksimal. Bupati juga menyoroti keberhasilan program-program sebelumnya, seperti terbentuknya 32 Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan Jembatan Garuda yang telah diresmikan oleh Presiden RI.


Sementara itu, Brigjen TNI Jamaluddin menjelaskan bahwa program Kampung Pancasila tahun 2026 melibatkan seleksi ketat terhadap 63 kampung terbaik dari seluruh Indonesia yang mewakili masing-masing Kodam. Penilaian mencakup berbagai kategori strategis, meliputi pembinaan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pembinaan Wirausaha Mandiri (Wandra), pemberdayaan Karang Taruna, hingga tantangan media sosial (social media challenge).


“Dengan adanya lomba Kampung Pancasila ini, tentunya diharapkan dapat menjadi leader bagi kampung-kampung lainnya untuk menjadi Kampung Pancasila berikutnya,” kata Brigjen Jamaluddin. Para pemenang akan ditentukan melalui kompetisi untuk meraih juara 1, 2, 3, serta penghargaan Juara Umum tingkat nasional.


Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa Desa Bonto Salluang memiliki potensi multidimensi dengan mata pencaharian masyarakat yang beragam, mulai dari pertanian, swasta, perdagangan, hingga ASN dan anggota TNI/Polri.


Dari sisi infrastruktur, Desa Bonto Salluang telah mencatatkan kemajuan signifikan. Tercatat lima jembatan telah berhasil dibangun dan direhabilitasi secara tuntas, terdiri dari dua jembatan gantung dan tiga jembatan beton. Tiga di antaranya telah masuk dalam data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Peresmian Kampung Pancasila ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pentahelix—melibatkan pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat—dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis berlandaskan Pancasila serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.


News Of This Week