Dalam amanatnya, Aspar Ramli mengajak generasi muda untuk memahami bahwa demokrasi bukan sekadar ritual lima tahunan dalam pemilihan umum (Pemilu), melainkan sebuah proses pembelajaran yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak usia dini karena sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter warga negara yang baik.
"Demokrasi penting kita pelajari sejak dini. Apa yang dilakukan hari ini di sekolah merupakan bagian dari proses pendidikan demokrasi. Siswa tidak hanya belajar memilih, tetapi juga belajar bagaimana menghargai pilihan orang lain, menerima hasil, dan tetap menjaga persatuan," ujar Aspar.
Aspar menyoroti pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai salah satu bentuk praktik nyata demokrasi di tingkat pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut melampaui sekadar mencari pemimpin organisasi, melainkan menjadi simulasi penting bagi siswa untuk memahami esensi berdemokrasi.
"Pemilihan Ketua OSIS ini bukan hanya sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran demokrasi bagi kita semua. Di sini kita belajar bagaimana menentukan pilihan, berkompetisi secara sehat, menghargai perbedaan, dan menerima hasil dengan lapang dada," jelasnya.
Menyikapi dinamika pemilihan OSIS, Aspar memberikan pesan khusus kepada seluruh calon kandidat. Ia mengimbau agar proses kompetisi dijadikan momentum untuk menunjukkan sikap demokratis dengan mengedepankan gagasan, program kerja, serta visi-misi, tanpa mengikis semangat persaudaraan antarsiswa.
Bagi calon yang nantinya meraih suara terbanyak, Aspar berpesan agar menjalankan amanah sesuai visi dan misi yang telah dijanjikan. Sementara bagi yang belum terpilih, ia mengajak untuk tetap berkontribusi positif dan mendukung kepemimpinan yang baru terbentuk demi kemajuan bersama.
"Bagi calon yang menang, silakan menjalankan visi dan misinya dengan penuh tanggung jawab. Sementara bagi calon yang belum menang, jangan berhenti untuk berkontribusi. Mari kita bekerja sama menjalankan visi dan misi calon yang terpilih demi kemajuan sekolah," ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Aspar berharap pengalaman mengikuti proses pemilihan di sekolah dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa. Ia yakin, pemahaman dasar ini akan membentuk mereka menjadi pemilih yang cerdas, bertanggung jawab, dan saling menghormati ketika kelak menggunakan hak pilihnya dalam skala yang lebih luas, seperti Pemilu atau Pilkada.
"Hari ini kita belajar demokrasi di sekolah. Kelak, ketika sudah menjadi pemilih, pengalaman ini menjadi bekal untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan menghormati pilihan orang lain," tutupnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU Kabupaten Bantaeng dalam memperkuat pendidikan pemilih dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Melalui pendekatan di lingkungan sekolah, KPU Bantaeng terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan berdemokrasi.










