Senin, 17 Agustus 2026

Peringati HUT ke-81 RI, Bupati Bantaeng Serahkan SK Remisi kepada 93 Warga Binaan Rutan Kelas IIB


BN Online Bantaeng– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum kepada 93 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng.


Penyerahan remisi ini dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng bersama Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantaeng. Kegiatan tersebut berlangsung usai pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar di halaman Rutan Kelas IIB Bantaeng, Senin (17/8/2026).


Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse, dalam laporannya mengungkapkan bahwa pemberian remisi kali ini menjadi momentum spesial bagi para warga binaan. Ia mencatat bahwa sebanyak 93 WBP menerima remisi pada peringatan HUT RI tahun ini. Sebelumnya, pada momentum Hari Raya Idulfitri, sebanyak 117 warga binaan juga telah menerima remisi.


"Dengan demikian, para warga binaan tersebut telah dua kali memperoleh remisi sepanjang tahun 2026," ujar Ambo Asse.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng membacakan sambutan seragam dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut, ditegaskan bahwa pemberian Remisi Umum Tahun 2026 bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi anak binaan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan penghargaan atas ketaatan dan partisipasi aktif warga binaan dalam mengikuti proses pembinaan.


Secara nasional, pemerintah memberikan remisi umum kepada 173.706 narapidana dan pengurangan masa pidana umum kepada 1.085 anak binaan di seluruh Indonesia pada tahun 2026 ini.


"Pemberian remisi dan pengurangan masa pidana tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai proses pembinaan yang telah dijalani dengan baik. Selain itu, kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari upaya reintegrasi sosial agar narapidana dan anak binaan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat untuk memperbaiki diri," bunyi sambutan menteri yang dibacakan Bupati.


Pemerintah berharap momen pemberian remisi pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus meningkatkan kedisiplinan, mengikuti program pembinaan dengan serius, serta mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat setelah bebas nanti.


Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyatakan komitmennya untuk terus mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. Hal ini bertujuan agar mantan warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik pasca-bebas dan turut menjadi bagian dari pembangunan daerah Bantaeng.

Bupati Bantaeng Tabur Bunga di TMP Sasayya, Wujudkan Penghormatan kepada Para Pahlawan


BN Online Bantaeng – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, memimpin kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sasayya pada Senin, 17 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, serta para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantaeng. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama pemerintah daerah dalam menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa.


Rangkaian acara tabur bunga ini dilaksanakan usai dilaksanakannya Upacara Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI yang berlangsung khidmat di Tribun Pantai Seruni. Lokasi upacara yang berada di tepi pantai menambah nuansa sakral dan nasionalisme dalam peringatan tahun ini.


Tabur bunga di TMP Sasayya bukan sekadar ritual simbolis, melainkan bentuk nyata penghormatan dan penghargaan tertinggi kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kegiatan ini, generasi muda dan seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus mengenang sejarah perjuangan bangsa serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.


Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa semangat para pahlawan harus terus menjadi inspirasi bagi pembangunan daerah dan nation building. "Kita tidak boleh melupakan jasa mereka. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari pengorbanan besar para pendahulu kita," ujarnya.


Kegiatan tabur bunga berjalan dengan tertib dan penuh rasa haru, ditandai dengan pengheningan cipta dan peletakan karangan bunga di makam para pahlawan. Acara ini menjadi penutup dari serangkaian perayaan HUT RI ke-81 di Kabupaten Bantaeng, sekaligus momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.


Khidmat dan Sederhana, Pemkab Bantaeng Gelar Upacara HUT ke-81 RI dengan Nuansa Empati untuk Korban Gempa NTT


BN Online Bantaeng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng kembali menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Upacara yang dipusatkan di Lapangan Pantai Seruni Bantaeng ini berlangsung pada Senin (17/8) pagi.


Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan upacara tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana namun tetap khidmat. Langkah ini diambil sebagai wujud empati dan rasa solidaritas terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban bencana gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus lalu.


Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Bupati hadir didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema ini menjadi momentum refleksi atas perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun bangsa.


Upacara dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan unsur pimpinan daerah, antara lain Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin yang didampingi Ketua GOW Hj. Rahma Arsyad, Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Kapolres Bantaeng Andi Mayasari Patongai, Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng Bangbang Supriono, serta Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng H. Muhammad Tafsir. Turut hadir pula para Kepala OPD, camat, lurah, serta ASN lingkup Pemkab Bantaeng.


Sebelum prosesi upacara inti dimulai, telah dilangsungkan penyerahan Bendera Sang Saka Merah Putih dari Bupati Bantaeng kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebagai simbol estafet perjuangan kemerdekaan.


Dalam rangkaian acara, Bupati Bantaeng juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantaeng. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian, kesetiaan, dan dedikasi para ASN yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Adapun penerima Satyalancana Karya Satya tahun ini terdiri dari sembilan orang ASN, dengan rincian tiga orang untuk masa pengabdian 30 tahun, tiga orang untuk 20 tahun, dan tiga orang untuk 10 tahun.


Selain pemberian penghargaan, peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Bantaeng juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan sosial bagi keluarga korban tenggelam, bantuan berbasis kearifan lokal, serta santunan bagi para janda veteran.


Melalui suasana yang sederhana namun penuh makna ini, Pemkab Bantaeng berharap semangat kemerdekaan dapat terus membara di hati masyarakat, sambil tetap menumbuhkan rasa kemanusiaan terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.


Anggota DPR RI Achmad Daeng Se're Kunjungi Kontingen Jamnas XII Bantaeng di Cibubur, Sampaikan Salam untuk Pemkab


 

Cibubur Jakarta – Suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri dirasakan oleh kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Kabupaten Bantaeng, khususnya dari Kempa 2 Putra di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Mereka mendapat kunjungan istimewa dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Nasdem, Achmad Daeng Se’re, S.Sos., M.A.P.


Kedatangan legislator yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) I Sulawesi Selatan—yang meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar—ini bertujuan untuk memberikan semangat dan dukungan moral kepada para peserta pramuka asal "Bumi Tompobulu".


Kehadiran Achmad Daeng Se’re disambut langsung oleh Pembina Kwarcab (Pinkoncab) Bantaeng Putra, Muhammad Iqbal, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Achmad Daeng Se’re menyampaikan pesan khusus bagi pemerintah daerah dan masyarakat Bantaeng.


"Kami titip salam kepada Bapak Bupati Bantaeng dan Wakil Bupati Bantaeng, jajaran Forkopimda, serta seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng. Kedatangan kami ini adalah sebagai perwakilan dari Daerah Pemilihan 1 Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bantaeng sebagai Dapil kami di Senayan," ujar Achmad Daeng Se’re.


Ia menegaskan bahwa kunjungannya semata-mata untuk bersilaturahmi dengan anggota Pramuka dari Kabupaten Bantaeng serta melihat langsung kondisi masyarakatnya yang sedang mengikuti perkemahan nasional di Jakarta.


Kunjungan ini juga memiliki makna spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


"Hari ini bertepatan dengan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita mendoakan para pemimpin kita, baik pendahulu kita maupun kita yang saat ini menjadi pelanjut perjuangan bangsa," tambahnya.


Sementara itu, Pinkoncab Putra Kwarcab Bantaeng, Muhammad Iqbal, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh wakil rakyat tersebut.


"Kami sangat berterima kasih atas kedatangan Bapak Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Achmad Daeng Se’re. Kami sangat bersyukur dan berbahagia. Semoga Bapak senantiasa diberikan umur yang panjang dan sukses dalam menjalankan aktivitasnya," ucap Muhammad Iqbal.


Kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara wakil rakyat dengan konstituennya, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda Pramuka Bantaeng dalam menjujung tinggi nilai-nilai kebangsaan di ajang Jamnas XII.

Pj. Sekda Bantaeng Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Sulsel Catat Surplus Beras Tertinggi dalam Sejarah


BN Online Bantaeng,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Senin (17/8/2026).


Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, bertindak selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan seragam Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dengan mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".


Dalam amanatnya, Pj. Sekda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, atas arahan dan dukungan pembangunan di Sulawesi Selatan. Ia juga menyoroti keberhasilan sektor pertanian sebagai wujud nyata perhatian pemerintah pusat.


"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Gibran Rakabuming Raka atas arahan, perhatian, dan dukungan pembangunan di Sulawesi Selatan," ujarnya.


Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pencapaian Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. Provinsi ini berhasil mencatatkan surplus atau overstock beras mencapai 800 ribu ton, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah Sulsel. Hal ini didukung oleh keberhasilan program swasembada pangan melalui dukungan Kementerian Pertanian.


"Ini merupakan langkah awal komitmen Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, yang mayoritasnya adalah para petani dan nelayan. Sejalan dengan komitmen nasional, Pemerintah Provinsi Sulsel terus menyelaraskan arah pembangunan daerah," tutur Dr. Muhammad Tafsir membacakan sambutan Gubernur.


Selain prestasi di sektor pangan, berbagai indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan II tahun 2026, perekonomian Sulawesi Selatan tercatat tumbuh sebesar 5,59 persen. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga berada di level 7,24 persen, yang merupakan angka terendah dalam lima tahun terakhir.


Upacara peringatan HUT ke-81 RI di lingkup Pemkab Bantaeng ini dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tenaga honorer atau paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng


Menjelang HUT ke-81 RI, Bupati Bantaeng Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Sasayya


BN Online Bantaeng, – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, bersama Wakil Bupati H. Sahabuddin dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sasayya, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, pada Minggu malam (16/8/2026).


Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Bantaeng setiap menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memberikan penghormatan setinggi-tingginya serta penghargaan kepada para kusuma bangsa yang telah gugur demi membela tanah air.


Suasana hening dan penuh penghayatan menyelimuti seluruh rangkaian acara. Para peserta mengikuti prosesi dengan tertib sebagai bentuk refleksi dan rasa terima kasih atas jasa serta pengorbanan para pahlawan. Diharapkan, semangat perjuangan dan ketulusan hati para pahlawan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan pembangunan daerah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Turut hadir dalam kegiatan bersejarah tersebut sejumlah pimpinan daerah, antara lain Ketua DPRD Bantaeng H. Budi Santoso, Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, serta Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng Bambang Supriyono.


Hadir pula para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Bantaeng yang turut mengheningkan cipta dan mendoakan arwah para pahlawan agar senantiasa tenang di alam baka.


Minggu, 16 Agustus 2026

Meriahkan HUT ke-81 RI, Bupati Bantaeng Buka Konvoi Kendaraan Klasik dari Lapangan Hitam Seruni ke Pantai Marina


BN Online Bantaeng – Suasana semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kabupaten Bantaeng. Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, secara resmi membuka kegiatan konvoi motor dan mobil klasik, Minggu (16/8/2026).


Acara pelepasan konvoi tersebut dilaksanakan di Lapangan Hitam Seruni. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan tahun ini, yang bertujuan untuk menyemarakkan suasana kebangsaan sekaligus mengakomodasi hobi para pecinta kendaraan antik di daerah tersebut.


Sekitar 140 unit kendaraan turut serta memeriahkan acara ini. Rinciannya, sebanyak 40 unit mobil klasik dan sekitar 100 unit kendaraan lainnya yang terdiri dari komunitas Vespa, motor klasik, serta jenis kendaraan klasik lainnya.


Ketua Panitia Pelaksana, dr. Sultan, dalam laporannya menjelaskan bahwa konvoi ini dirancang dengan mengutamakan aspek keselamatan dan ketertiban. Ia menegaskan bahwa rombongan akan bergerak secara tertib, dengan barisan motor berada di bagian depan, diikuti oleh armada mobil klasik di belakangnya.


"Seluruh peserta diharapkan menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan hingga tiba di lokasi tujuan, yakni Pantai Marina," ujar dr. Sultan.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Ia menilai partisipasi masyarakat dalam kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air.


“Terima kasih yang sebesar-besarnya karena Bapak dan Ibu sekalian sudah mau ikut serta dalam kegiatan rangkaian untuk meramaikan HUT Republik Indonesia yang ke-81 tahun ini,” ucap Bupati Fathul.


Bupati juga berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya insiden kecelakaan. Lebih jauh, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan optimisme bersama terhadap masa depan bangsa.


Konvoi kendaraan klasik ini menempuh rute yang cukup strategis di wilayah Kota Bantaeng. Start dari Lapangan Hitam Seruni, rombongan melintasi Jalan Raya Lanto, Jalan Mangga, Jalan Manggis, Jalan Elang, Jalan Merpati, kembali ke Jalan Raya Lanto, lalu menuju Jalan Ratulangi. Rute berlanjut melalui pertigaan Tanetea, pertigaan Kampung Beru, Bajiminasa, dan berakhir (finish) di Pantai Marina.


Hadir mendampingi Bupati dalam acara tersebut antara lain Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, Kajari Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Dr. Muhammad Tafsir, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 27 Dim 1410/Bantaeng Seni Anggelina, serta para Kepala OPD dan perwakilan komunitas motor dan mobil klasik se-Kabupaten Bantaeng.


Duga Hilangkan Ayam, Pria 61 Tahun di Bantaeng Amankan Parang dan Lukai Tetangga


BN Online Bantaeng – Seorang pria berinisial S (61) diamankan oleh petugas Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng setelah diduga melakukan penganiayaan berat terhadap seorang warga lainnya. Peristiwa yang bermula dari kesalahpahaman terkait hilangnya seekor ayam ini terjadi di Dusun Masarang, Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu (15/8/2026).


Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bantaeng, bersama personel Satuan Intelijen Keamanan (Sat Intelkam) dan Polsek Tompobulu, berhasil mengamankan tersangka sekitar pukul 18.30 WITA. Tersangka ditemukan bersembunyi di dalam kamar rumahnya dan diamankan tanpa perlawanan.


Kasus ini bermula sekitar pukul 17.00 WITA, ketika korban berinisial SH (50) mendatangi rumah terduga pelaku. Kedatangan korban bertujuan untuk mempertanyakan tuduhan yang dilontarkan oleh S sehari sebelumnya.


Berdasarkan penuturan awal, S mengaku sempat mencari ayam miliknya yang hilang. Ia kemudian melihat SH membawa seekor ayam yang ciri-cirinya dianggap mirip dengan ayam miliknya. Namun, setelah dikonfirmasi lebih lanjut, ternyata ayam tersebut bukan milik S.


Meski demikian, ketegangan memuncak saat SH datang ke kediaman S pada Sabtu sore. Menurut keterangan sementara, korban datang dengan membawa parang terhunus dan menantang S. Pertemuan itu berujung pada pertengkaran hebat yang memicu aksi saling serang.


Dalam insiden tersebut, S diduga menggunakan sebilah parang untuk melukai SH. Korban mengalami sejumlah luka serius, termasuk luka robek pada leher sebelah kiri, siku, lengan, serta jari tangan sebelah kiri.


Kepala Satuan Reskrim Polres Bantaeng, AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M., membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa polisi juga mengamankan satu bilah parang sebagai barang bukti yang diduga digunakan dalam kejadian itu.


"Peristiwa ini telah dilaporkan dengan Nomor LP/B/188/VIII/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN. Tim URC yang dipimpin Aipda Sabil langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan," ujar AKP Andi Aldiansyah melalui keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2026).


Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa proses pendalaman kasus masih terus dilakukan. Pihak kepolisian sedang memeriksa seluruh keterangan saksi dan tersangka untuk memastikan kronologi lengkap serta motif di balik tindakan penganiayaan tersebut.


"Terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan kepada piket Reskrim Mapolres Bantaeng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tutupnya.


Hingga berita ini diturunkan, kondisi kesehatan korban SH masih dalam pemantauan medis, sementara S ditahan di tahanan Polres Bantaeng untuk pemeriksaan lanjutan.


Meriahkan HUT ke-81 RI, Ketua TP PKK dan GOW Bantaeng Ikuti Lomba Penuh Keakraban


BN Online Bantaeng, – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Sabtu (15/8/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad, turut ambil bagian dalam ajang Lomba PKK Kemerdekaan RI ke-81.


Kegiatan yang digelar sehari sebelum puncak peringatan kemerdekaan ini berlangsung meriah dan disemarakkan oleh antusiasme para peserta. Berbagai perlombaan dikemas secara sederhana namun sarat dengan nilai kekompakan, sportivitas, dan kegembiraan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di antara para kader PKK dan anggota GOW.


Adapun sejumlah lomba yang dipertandingkan dalam acara tersebut meliputi estafet bola pingpong, estafet sarung, bola sarung, dan bola sodok. Jenis-jenis permainan tradisional dan ringan ini dipilih untuk menekankan aspek kolaborasi dan keceriaan, bukan sekadar kompetisi.


Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian perlombaan bersama jajaran TP PKK lainnya. Kehadiran pimpinan organisasi perempuan tingkat kabupaten ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan rasa solidaritas di antara kader dan keluarga besar PKK Kabupaten Bantaeng.


"Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong, kekompakan, serta rasa cinta tanah air di tengah masyarakat," ujar sumber dari panitia kegiatan.


Dengan diadakannya kegiatan semacam ini, diharapkan nilai-nilai luhur perjuangan para pahlawan dapat terus diteruskan melalui tindakan nyata berupa kebersamaan dan kerja sama yang solid di lingkungan masyarakat Bantaeng.


72 Anggota Paskibraka Bantaeng 2026 Resmi Dikukuhkan Bupati, Siap Tugaskan di HUT ke-81 RI


BN Online Bantaeng – Sebanyak 72 putra dan putri terbaik Kabupaten Bantaeng yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 resmi dikukuhkan. Upacara pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, dan berlangsung khidmat di Gedung Balai Kartini Bantaeng, pada Sabtu (15/8/2026).


Para anggota Paskibraka tahun ini terdiri dari 35 orang putri dan 37 orang putra. Pengukuhan ini menjadi momentum krusial sebelum mereka menjalankan tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Rencananya, upacara puncak tersebut akan dilaksanakan di Tribun Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzi Nurdin menekankan bahwa menjadi bagian dari Paskibraka adalah sebuah kehormatan besar yang dibarengi dengan tanggung jawab berat. Ia berharap para anggota dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya, khususnya dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera Merah Putih, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Bupati Fathul.


Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana Merah Putih Garuda dan pemasangan kendit sebagai simbol resmi keanggotaan. Penyematan dilakukan oleh pembina upacara, namun momen paling menyentuh terjadi ketika orang tua masing-masing anggota turut serta menyematkan lencana kepada putra-putri mereka. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan, doa, serta kebanggaan keluarga atas kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak mereka untuk bertugas di hari bersejarah bangsa.


Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan unsur pemerintahan Kabupaten Bantaeng, antara lain: Ketua DPRD Bantaeng, H. Budi Santoso, ,Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai,Kajari Bantaeng, Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Muhammad Tafsir


Turut hadir pula para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pendamping pelatih, serta orang tua dari anggota Paskibraka yang menyaksikan langsung momen kebanggaan tersebut.


Dengan telah dikukuhkannya 72 anggota ini, seluruh persiapan menuju upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bantaeng semakin matang, dengan harapan pelaksanaan tugas berjalan lancar dan penuh makna.


Sabtu, 15 Agustus 2026

Gempa 7,7 Magnitudo di NTT Terasa di Bantaeng, Bupati Fauzy Nurdin Pantau Langsung Wilayah Pesisir


BN Online Bantaeng – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut dirasakan hingga ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan di daerah ini, getaran gempa memicu kepanikan sesaat di kalangan warga, khususnya mereka yang bermukim di kawasan pesisir.


Menyikapi situasi tersebut, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, langsung bergerak cepat melakukan pemantauan lapangan. Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini terlihat menggunakan sepeda motor pribadi untuk meninjau kondisi masyarakat di garis pantai.


"Alhamdulillah, meski gempa di NTT terasa cukup kuat hingga ke sini, kita tidak mengalami dampak kerusakan. Namun, memang ada beberapa warga pesisir yang sempat panik," ujar Fauzy Nurdin saat ditemui di lokasi.


Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Bantaeng termasuk dalam wilayah yang masuk status peringatan siaga ancaman tsunami pasca-gempa tersebut. Menyadari hal ini, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.


"Kita tetap menyikapi dengan tenang, jangan panik, namun tetap dalam kondisi siaga. Saya mengimbau untuk menghindari dulu kunjungan atau aktivitas berlebihan di wilayah pesisir sembari menunggu petunjuk lebih lanjut dari BMKG," jelasnya.


Selain memberikan instruksi keselamatan, Bupati Fauzy Nurdin juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara mereka di NTT dan sekitarnya.


"Saya mewakili seluruh masyarakat Bantaeng turut berbelasungkawa atas apa yang dirasakan masyarakat NTT. Mari kita berdoa semoga ujian ini bisa kita lewati dengan baik," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kabupaten Bantaeng terpantau kondusif, meskipun kewaspadaan terhadap potensi gelombang susulan atau dampak lanjutan tetap dijaga oleh pihak berwenang dan masyarakat.


Meriahkan HUT RI ke-81, Bupati Bantaeng Buka Lomba Pacuan Kuda di Desa Biangkeke


BN Online Bantaeng – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi membuka Lomba Pacuan Kuda yang digelar di Desa Biangkeke, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu (15/8/2026).


Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat maupun dari daerah tetangga. Bupati Fathul memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara tersebut, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga berkuda, khususnya di wilayah selatan Sulawesi Selatan.


"Kita melihat setiap tahun ini semakin meriah di wilayah selatan, terkhusus lagi di Bantaeng dan Jeneponto. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa laksanakan kembali di sini dan dirangkaikan dengan kegiatan lainnya. Jadi, yang pertama ada penggemukan sapi dan kedua ada pacuan kuda," ujar Bupati Fathul dalam sambutannya.


Sementara itu, Kepala Desa Biangkeke, Firdaus, mengungkapkan bahwa lomba pacuan kuda ini merupakan upaya untuk membangkitkan dan melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena acara ini berhasil menarik peserta dari berbagai daerah.


"Alhamdulillah peserta lomba turut dimeriahkan dari daerah lain. Ada Bone, Sinjai, Jeneponto, dan Bulukumba. Kita berharap terus diberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berlanjut dan ke depan kita bisa terus berlaga di luar Kabupaten Bantaeng," kata Firdaus.


Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Abdul Rahman Tompo, yang menekankan bahwa pacuan kuda bukan sekadar ajang hiburan atau olahraga, melainkan memiliki nilai strategis bagi pengembangan sektor peternakan serta pelestarian identitas daerah.


"Pacuan kuda ini bukan hanya olahraga, tetapi ini adalah salah satu warisan budaya, identitas daerah dan mengajarkan kita tentang kerja keras. Karena kuda ini tidak boleh dipisahkan dengan jokinya. Atas nama dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi kami tentunya memberikan dukungan terhadap kegiatan ini," tegasnya.


Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk perwakilan unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng H. Tasrif Labandu, Camat Pa'jukukang Darmawati Hasan, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar, serta tokoh masyarakat setempat.


Dengan adanya event ini, diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antar-daerah sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Bantaeng.

News Of This Week