Senin, 21 September 2026

KPU Bantaeng Tanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini Lewat Upacara di SMKN 1 Bantaeng


BN Online Bantaeng – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat dan SDM, Aspar Ramli, bertindak sebagai pembina upacara di SMK Negeri 1 Bantaeng, Senin (21/9/2026). Kehadirannya membawa misi khusus, yakni memberikan pendidikan demokrasi kepada para siswa dan siswi.


Dalam amanatnya, Aspar Ramli mengajak generasi muda untuk memahami bahwa demokrasi bukan sekadar ritual lima tahunan dalam pemilihan umum (Pemilu), melainkan sebuah proses pembelajaran yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak usia dini karena sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter warga negara yang baik.


"Demokrasi penting kita pelajari sejak dini. Apa yang dilakukan hari ini di sekolah merupakan bagian dari proses pendidikan demokrasi. Siswa tidak hanya belajar memilih, tetapi juga belajar bagaimana menghargai pilihan orang lain, menerima hasil, dan tetap menjaga persatuan," ujar Aspar.


Aspar menyoroti pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai salah satu bentuk praktik nyata demokrasi di tingkat pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut melampaui sekadar mencari pemimpin organisasi, melainkan menjadi simulasi penting bagi siswa untuk memahami esensi berdemokrasi.


"Pemilihan Ketua OSIS ini bukan hanya sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran demokrasi bagi kita semua. Di sini kita belajar bagaimana menentukan pilihan, berkompetisi secara sehat, menghargai perbedaan, dan menerima hasil dengan lapang dada," jelasnya.


Menyikapi dinamika pemilihan OSIS, Aspar memberikan pesan khusus kepada seluruh calon kandidat. Ia mengimbau agar proses kompetisi dijadikan momentum untuk menunjukkan sikap demokratis dengan mengedepankan gagasan, program kerja, serta visi-misi, tanpa mengikis semangat persaudaraan antarsiswa.


Bagi calon yang nantinya meraih suara terbanyak, Aspar berpesan agar menjalankan amanah sesuai visi dan misi yang telah dijanjikan. Sementara bagi yang belum terpilih, ia mengajak untuk tetap berkontribusi positif dan mendukung kepemimpinan yang baru terbentuk demi kemajuan bersama.


"Bagi calon yang menang, silakan menjalankan visi dan misinya dengan penuh tanggung jawab. Sementara bagi calon yang belum menang, jangan berhenti untuk berkontribusi. Mari kita bekerja sama menjalankan visi dan misi calon yang terpilih demi kemajuan sekolah," ungkapnya.


Di akhir sambutannya, Aspar berharap pengalaman mengikuti proses pemilihan di sekolah dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa. Ia yakin, pemahaman dasar ini akan membentuk mereka menjadi pemilih yang cerdas, bertanggung jawab, dan saling menghormati ketika kelak menggunakan hak pilihnya dalam skala yang lebih luas, seperti Pemilu atau Pilkada.


"Hari ini kita belajar demokrasi di sekolah. Kelak, ketika sudah menjadi pemilih, pengalaman ini menjadi bekal untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan menghormati pilihan orang lain," tutupnya.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU Kabupaten Bantaeng dalam memperkuat pendidikan pemilih dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Melalui pendekatan di lingkungan sekolah, KPU Bantaeng terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya, tetapi juga mampu berpartisipasi secara positif dalam kehidupan berdemokrasi.


Ketua TP PKK Bantaeng Buka Sosialisasi Keluarga Sakinah, Tekankan Peran Strategis 10 Program Pokok PKK


BN Online Bantaeng – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Keluarga Sakinah yang berlangsung di Aula Kantor Camat Tompobulu, pada Senin (21/9/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran TP PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa se-Kecamatan Tompobulu. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman para kader mengenai pentingnya membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berkarakter sebagai modal utama dalam pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, Ny. Gunya Paramasukhaputri menegaskan bahwa konsep "Keluarga Sakinah" memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar keharmonisan dalam rumah tangga, tetapi juga mencakup kemampuan keluarga dalam menjalankan fungsi agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan, dan sosial secara seimbang.


"Keluarga sakinah adalah fondasi masyarakat yang sehat. Keluarga yang memiliki nilai-nilai agama dan moral yang kuat akan mampu membentuk anak-anak yang berkarakter. Komunikasi yang baik dalam keluarga juga menjadi kunci mencegah konflik dan kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.


Ia juga menyoroti peran strategis 10 Program Pokok PKK dalam mewujudkan hal tersebut. Menurutnya, seluruh program pokok PKK bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari keluarga dan masyarakat.


"Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan gizi. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan, untuk terus meningkatkan koordinasi, inovasi, dan kolaborasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK," tambahnya.


Ny. Gunya juga mengajak seluruh kader PKK untuk tidak hanya berperan dalam aspek administratif organisasi, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kader diharapkan dapat berfungsi sebagai penggerak, penyuluh, motivator, serta teladan bagi keluarga di lingkungan masing-masing.


Kunjungan ke Sentra Kopi Banyorang


Usai membuka sosialisasi, Ketua TP PKK Bantaeng beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Sentra Pengolahan Kopi Banyorang yang terletak di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu.


Dalam kunjungan tersebut, Ny. Gunya Paramasukhaputri melihat secara langsung proses pengolahan kopi yang dilakukan oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Ia juga berkesempatan mencicipi berbagai varian rasa kopi hasil olahan warga setempat, sekaligus memberikan apresiasi terhadap potensi ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh masyarakat Tompobulu.


Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memotivasi kader PKK untuk tidak hanya fokus pada pemberdayaan keluarga, tetapi juga mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal yang ada di wilayah mereka.


Razia Gabungan Rutan Bantaeng dengan TNI-Polri, Lingkungan Hunian Dinyatakan Aman dan Bebas Barang Terlarang


BN Online Bantaeng – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Pada Senin (21/9/2026), Rutan Bantaeng melaksanakan razia gabungan bersama unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WITA tersebut menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan serta area strategis di lingkungan Rutan. Razia ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus implementasi nyata dari komitmen Zero Halinar (Nol Handphone, Pungutan Liar, dan Narkotika) yang digaungkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.


Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan prinsip ketertiban dan sesuai prosedur yang berlaku. Langkah preventif ini bertujuan memastikan kondisi lingkungan hunian tetap kondusif serta mencegah masuk atau beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang terlarang seperti handphone, narkotika, maupun物品 lain yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban (Gamtiblin). Kondisi ini menunjukkan kedisiplinan yang baik dari para warga binaan serta efektivitas pengawasan yang diterapkan oleh petugas.


Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, menyatakan bahwa kegiatan razia gabungan ini menjadi bukti konkret sinergitas antara instansi pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.


“Sinergitas dengan TNI dan Polri akan terus kami perkuat. Kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk melakukan deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Ambo Asse A.


Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, Polri, serta seluruh petugas Rutan Bantaeng yang terlibat langsung dalam operasi tersebut. Menurut Kepala Rutan, kolaborasi lintas instansi sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara optimal.


Melalui pelaksanaan razia secara berkala dan penguatan kerja sama dengan pihak terkait, Rutan Bantaeng berkomitmen untuk terus mempertahankan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang demi terciptanya proses pembinaan yang efektif bagi warga binaan.


Minggu, 20 September 2026

Ancam dan Rusak Mobil Anggota Polri di Bantaeng, Pelaku Diamankan Tim URC Resmob


BN Online Bantaeng, – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Bantaeng berhasil mengamankan seorang pria berinisial AY alias Lali (24), warga Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu. Pria tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana pengancaman dan pengrusakan terhadap kendaraan milik seorang anggota Polri.


Penangkapan dilakukan oleh Tim URC Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Datim Resmob Aipda Sabil pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Lokasi penangkapan berada di wilayah Kampung Kayangan, Kelurahan Bonto Rita, setelah tim melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi.


Kasus ini bermula dari kejadian pada Kamis (5/6/2025) sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan Bakri, Kelurahan Bonto Rita. Saat itu, korban bernama Jufri Yundu (37), seorang anggota Polri yang berdomisili di wilayah setempat, sedang melintas menggunakan mobil pribadinya.


Berdasarkan laporan korban, insiden berawal ketika ia membunyikan klakson sebanyak tiga kali karena jalannya terhalang oleh dua orang yang berdiri di tengah jalan. Salah satu dari mereka, yang kemudian diidentifikasi sebagai tersangka AY, mendekati mobil korban.


Tersangka diduga memukul bagian penutup mesin (kap) mobil, lalu mengeluarkan ancaman. Tak berhenti di situ, tersangka juga menendang spakbor belakang sebelah kiri mobil hingga penyok. Ketika korban hendak keluar dari kendaraan, istrinya sempat menahan agar tidak terjadi eskalasi fisik lebih lanjut. Namun, tersangka tetap mendorong pintu mobil hingga kaki korban terjepit.


Meski sejumlah warga di lokasi mengetahui bahwa korban adalah anggota polisi, tersangka tetap meninggalkan lokasi kejadian. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bantaeng untuk diproses secara hukum.


Dalam interogasi awal di Mapolres Bantaeng, AY mengakui perbuatannya. Ia mengaku mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis badik dan merusak mobil korban saat berada di bawah pengaruh minuman keras tradisional jenis ballo.


Polisi berhasil mengamankan satu bilah badik sebagai barang bukti. Kini, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Bantaeng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.


Meriahkan HKG PKK ke-54, TP PKK Bantaeng Gelar Lomba Pangan B2SA dan Administrasi


BN Online Bantaeng – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng menggelar serangkaian kegiatan positif di Gedung Balai Kartini, Minggu (20/9/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad.


Acara tersebut mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah Lomba Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), yang juga disertai dengan Lomba Administrasi PKK.


Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, dalam sambutannya menekankan bahwa Lomba B2SA bukan sekadar ajang kompetisi kreativitas kuliner. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang sehat.


“Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” ujar Gunya.


Ia menambahkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk pola makan serta perilaku hidup sehat. Oleh karena itu, peran ibu dan keluarga sangat krusial dalam memastikan ketersediaan makanan yang sehat, bergizi, dan aman bagi seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak.


Gunya juga menyoroti potensi lokal Kabupaten Bantaeng yang kaya akan sumber pangan. Ia berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada satu jenis bahan pangan saja, melainkan mampu mengoptimalkan berbagai sumber daya lokal yang tersedia.


“Kabupaten kita memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Kekayaan tersebut harus kita manfaatkan secara optimal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.


Lomba Pangan B2SA Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 2026 diikuti oleh 45 tim peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bantaeng. Setiap kecamatan mengutus minimal lima tim untuk berkompetisi menampilkan olahan pangan terbaik mereka.


Kegiatan ini turut dinilai oleh para ahli di bidangnya, yakni Dr. Nur Ainun Rani sebagai juri bidang ahli gizi, Rudy Naswin sebagai juri bidang ahli boga/kuliner, serta Asniati Ninra selaku juri dari TP PKK Kabupaten Bantaeng. Turut hadir dalam acara tersebut para Pengurus PKK Kabupaten Bantaeng serta Ketua TP PKK Kecamatan, Desa, dan Kelurahan se-Kabupaten Bantaeng.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan masyarakat dalam menyediakan pangan keluarga yang berkualitas, sekaligus mendukung visi menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan program-program pokok PKK.


Sabtu, 19 September 2026

Sektor Pertanian Bantaeng Tumbuh 1,97 Persen di Tengah Tekanan El Nino dan Penurunan Produksi Pangan


BN Online Bantaeng, – Sektor pertanian Kabupaten Bantaeng berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,97 persen pada Triwulan II Tahun 2026. Capaian ini terjadi di tengah tantangan berat berupa tekanan kondisi iklim dan penurunan produksi sejumlah komoditas utama akibat fenomena El Nino.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, sektor pertanian tetap menjadi penopang ekonomi daerah dengan memberikan kontribusi sebesar 25,13 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bantaeng.


Meski secara agregat tumbuh, kinerja subsektor tanaman pangan mengalami kontraksi signifikan. Ketua Tim Statistik Produksi BPS Kabupaten Bantaeng, Hikmawati, mengungkapkan bahwa produksi padi turun sekitar 26 persen seiring dengan berkurangnya luas panen. Sementara itu, produksi jagung mengalami penurunan yang lebih tajam, yakni mencapai 42 persen.


"Penurunan produksi komoditas pertanian ini disebabkan oleh fenomena El Nino yang telah mulai terjadi pada triwulan II 2026," ujar Hikmawati.


Namun, tren berbeda terjadi pada komoditas hortikultura. Produksi cabai besar dan cabai keriting justru melonjak lebih dari 50 persen. Sebaliknya, komoditas seperti bawang merah, cabai rawit, dan kentang mengalami penurunan produksi.


Dampak Kemarau dan Pergeseran Pola Tanam


Kondisi tersebut berlangsung seiring dengan prediksi BMKG Sulawesi Selatan yang menyatakan curah hujan akan berangsur menurun pada Mei hingga Juli 2026. Awal musim kemarau di Bantaeng diperkirakan dimulai pada Juli, dengan puncak kekeringan terjadi pada Agustus hingga September 2026.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyuddin, menjelaskan bahwa ketersediaan air menjadi faktor kunci yang memengaruhi waktu tanam dan panen. Dampak kekeringan terasa tidak merata; lahan dengan sumber air mandiri relatif masih bisa mempertahankan budidaya, sementara lahan tadah hujan menghadapi tekanan lebih besar.


Kondisi ini memicu pergeseran pola tanam di sebagian areal pertanian, dari tanaman pangan ke hortikultura yang dianggap lebih adaptif atau bernilai ekonomis tinggi dalam kondisi tertentu.


"Petani menyesuaikan kegiatan budidayanya dengan kondisi air, musim, dan komoditas yang memungkinkan dikembangkan. Tetapi produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, tetap harus kita jaga," tegas Mahyuddin.


Strategi Adaptasi: Varietas Genjah dan Pemetaan Wilayah


Menghadapi tantangan iklim tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Pertanian telah melakukan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah pemetaan wilayah berdasarkan ketersediaan sumber air, luas tanam, dan luas panen.


Di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air memadai, petani didorong untuk melakukan percepatan tanam dan menggunakan varietas genjah (umur pendek) untuk menghindari risiko gagal panen di puncak kemarau. Sebaliknya, di wilayah dengan keterbatasan air, penanaman tidak dipaksakan jika berisiko tinggi mengalami kekeringan sebelum masa panen.


Dinas Pertanian juga memperkuat pendampingan melalui penyuluh, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta memastikan ketersediaan benih unggul bersertifikat. Identifikasi wilayah penyumbang penurunan produksi padi dan jagung juga terus dilakukan untuk penanganan yang lebih tepat sasaran.


Untuk persiapan musim tanam berikutnya, fokus penguatan diarahkan pada produksi benih lokal melalui penangkar dan UPT Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP), peningkatan produktivitas sentra padi dan jagung, serta sinkronisasi pola tanam dengan ketersediaan air. Penguatan sarana produksi, mekanisasi, dan teknologi pascapanen juga menjadi prioritas.


"Yang kita jaga bukan hanya bagaimana petani bisa menanam, tetapi bagaimana mereka menanam pada waktu yang tepat, dengan komoditas yang tepat dan dukungan yang tepat. Produksi tanaman pangan harus kita amankan, produktivitas kita tingkatkan, dan kesejahteraan petani tetap menjadi tujuan utama," pungkas Mahyuddin.

Bupati Bantaeng Resmi Menjadi Dosen Luar Biasa di UMI, Beri Kuliah Umum tentang Kepemimpinan Global


BN Online Makassar,– Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin), resmi ditunjuk sebagai Dosen Luar Biasa di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Penunjukan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, seusai kegiatan kuliah umum yang digelar di Auditorium Al-Jibra UMI, Makassar, pada Jumat (18/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Uji Nurdin hadir sebagai pembicara utama dengan mengusung tema “Bridging Leadership, Education, and Innovation: From Academic Excellence to Global Impact”. Kegiatan ini juga menghadirkan Associate Professor Mohd Faizal Kasmani dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai narasumber pendamping.


Uji Nurdin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif UMI dalam menggelar kuliah umum semacam ini. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa dalam dinamika politik dan pemerintahan saat ini.


"Apresiasi kepada kampus UMI yang menggelar kuliah umum seperti ini. Karena kita tahu bersama peranan pemuda dan mahasiswa memiliki peranan penting dalam politik pemerintahan saat ini," ujar Uji Nurdin.


Dekan FSIKP UMI, Dr. Nurjannah Abna, menjelaskan bahwa kehadiran Bupati Bantaeng sebagai dosen luar biasa bukan sekadar formalitas. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan menerapkan pembelajaran berbasis praktisi di lingkungan fakultas.


“Tidak hanya hadir sebagai narasumber dalam kuliah umum, tetapi kami mengundang Bupati Bantaeng untuk menjadi bagian dalam keluarga besar FSIKP melalui kolaborasi akademik dan pembelajaran berbasis praktisi,” jelas Nurjannah.


Menurut Nurjannah, pengalaman kepemimpinan Bupati Bantaeng di daerah dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami praktik komunikasi dan kepemimpinan di tengah masyarakat. Sementara itu, kehadiran akademisi dari USIM diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa pengembangan keilmuan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan juga membuka peluang untuk bersaing dan berkolaborasi di tingkat global.


Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa FSIKP UMI diharapkan dapat memperluas wawasan serta menjembatani hubungan antara keunggulan akademik dengan dampak nyata di masyarakat maupun kancah internasional.

Jumat, 18 September 2026

Perkuat Keimanan dan Kesadaran Lingkungan, Rutan Bantaeng Gelar Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama


BN Online Bantaeng– Jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng menggelar kegiatan keagamaan berupa Shalat Istisqa’ dan doa bersama pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas maupun Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk ikhtiar memanjatkan doa serta memperkuat keimanan.


Bertempat di lingkungan Rutan Bantaeng, rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WITA dengan suasana yang khidmat. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, menjadikannya momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melakukan introspeksi diri.


Kegiatan diawali dengan tausiyah singkat yang berisikan pesan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan, serta senantiasa memperbaiki diri. Setelah itu, para peserta melaksanakan Shalat Istisqa’ sebanyak dua rakaat secara berjamaah, dilanjutkan dengan khutbah Istisqa’ dan ditutup dengan sesi doa bersama.


Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa’ bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum strategis untuk membangun kesadaran spiritual dan mempererat kebersamaan antara petugas dan WBP.


“Ini bukan hanya tentang memanjatkan doa, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Di sisi lain, kita perlu membangun kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan, dan turut menjaga kelestariannya,” ujarnya.


Lebih lanjut, Kepala Rutan menekankan bahwa pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan merupakan elemen kunci dalam membentuk karakter WBP. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka menjalani proses pembinaan dengan lebih baik dan positif.


Melalui kegiatan ini, Rutan Bantaeng terus berkomitmen untuk memperkuat aspek pembinaan kepribadian. Lembaga pemasyarakatan tersebut berupaya menghadirkan ruang bagi WBP untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan, melakukan refleksi diri, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia.


 

Kamis, 17 September 2026

Panitia Muswil RAPI Wilayah 13 Bantaeng Silaturahmi dengan Bupati, Usung Nama Andi Andri Pawiloi sebagai Bakal Calon Ketua


BN Online Bantaeng, – Panitia Pelaksana Musyawarah Wilayah (Muswil) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Bantaeng melakukan audiensi dan silaturahmi perdana dengan Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin S.I.Kom, di ruang kerja Kantor Bupati Bantaeng.

Kedatangan panitia ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Muswil RAPI Wilayah 13 Bantaeng, Ruhaedi Hasan (JZ 24 PCC). Ia didampingi oleh Wakil Ketua RAPI Wilayah 13 Bantaeng, Takdir (JZ 24 HEP), Endi Budi Utomo (JZ 24 BOI), dan Arifuddin (JZ 24 AIO).


Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan Muswil RAPI mendatang. Tujuannya adalah untuk memohon arahan, doa restu, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng. Selain itu, silaturahmi ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara RAPI dan Pemkab dalam mendukung kepentingan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bantaeng yang dikenal dengan julukan "Butta Toa".


Menanggapi kehadiran panitia, Bupati Bantaeng yang akrab disapa Kr. Uji tersebut memberikan respon positif. Ia mengapresiasi inisiatif RAPI dan menyatakan keterbukaannya terhadap berbagai kegiatan Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia tersebut.


"Kami selalu welcome terhadap apapun kegiatan RAPI, sepanjang kegiatan tersebut dapat membantu Pemkab Bantaeng, khususnya dalam hal bantuan komunikasi," ungkap Bupati M. Fathul Fauzi Nurdin.


Sementara itu, Takdir (JZ 24 HEP) memaparkan rekam jejak RAPI Bantaeng selama sepuluh tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa RAPI telah banyak berkontribusi membantu Pemkab Bantaeng, terutama saat terjadi bencana alam. Mengingat peran strategis tersebut, pihak panitia meminta petunjuk dan arahan Bupati terkait calon kepemimpinan RAPI ke depan.


Ketika disinggung mengenai bakal calon Ketua RAPI, Bupati menegaskan dukungannya terhadap siapa pun yang akan terpilih. Bahkan, ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi Pembina RAPI di wilayah tersebut.


"Dukungan kami terbuka untuk siapa pun bakal calon Ketua RAPI. Saya siap menjadi Pembina RAPI," kata Bupati.


Dalam diskusi tersebut, muncul usulan nama Andi Andri Pawiloi S.A.N (JZ 24 CTW) sebagai bakal calon Ketua RAPI Wilayah 13 Bantaeng. Menanggapi usulan ini, Bupati menyatakan tidak ada keberatan jika Andi Andri Pawiloi dicalonkan.


"Tidak ada masalah jika beliau dicalonkan menjadi Bakal Calon Ketua RAPI Wilayah 13 Bantaeng. Kami hanya mengikuti hasil keputusan Muswil RAPI 13 Bantaeng nantinya," tutup Bupati.


Silaturahmi ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi terselenggaranya Muswil RAPI Wilayah 13 Bantaeng yang sukses dan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu melanjutkan kontribusi positif bagi masyarakat Bantaeng

27 Personel Polres Bantaeng Terima Penghargaan Prestasi dalam Upacara Hari Kesadaran


BN Online Bantaeng, – Sebanyak 27 personel jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng menerima penghargaan (reward) atas prestasi dan dedikasi mereka dalam pelaksanaan tugas. Pemberian apresiasi ini dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan upacara Hari Kesadaran yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.H., di halaman apel Assiama Mapolres Bantaeng, Kamis (17/9/2026).


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk nyata apresiasi institusi terhadap profesionalisme dan capaian kinerja para anggota yang dinilai menonjol. Dari total 27 penerima, rincian personel yang mendapat penghargaan berasal dari berbagai satuan kerja, yakni:


7 personel dari Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba);


6 personel dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim);


4 personel Bhabinkamtibmas;


3 personel Satuan Samapta (Sat Samapta);


2 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas);


2 personel Subbidang Propam (Sipropam);


Masing-masing 1 personel dari Bagian Operasi (Bag Ops), Satuan Intelijen Keamanan (Satintelkam), dan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas).


Dalam amanatnya, AKBP Andi Mayasari Patongai menekankan bahwa pemberian reward ini tidak bersifat otomatis atau sekadar rutinitas. Ia menjelaskan bahwa seluruh penerima telah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat oleh Dewan Penghargaan (Wanjak) tingkat Polres.


"Penghargaan ini bukan diberikan secara otomatis. Seluruh penerima telah melalui proses seleksi dan penilaian berdasarkan prestasi, dedikasi, serta keberhasilan yang dicapai dalam pelaksanaan tugas," tegas Kapolres.


Ia menambahkan bahwa setiap keberhasilan yang diraih merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan perencanaan matang, kerja keras, pengorbanan, hingga dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian sehari-hari.


Melalui momen ini, Kapolres berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Bantaeng untuk terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.


"Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh anggota agar terus memberikan yang terbaik. Teruslah berinovasi, tingkatkan profesionalisme, dan jadikan prestasi sebagai budaya kerja di lingkungan Polres Bantaeng," ujarnya.


AKBP Andi Mayasari Patongai juga mengingatkan para penerima penghargaan agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan lainnya.


Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah modal utama Polri.


“Jadikan setiap pengabdian sebagai ladang amal dan wujud nyata pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bekerjalah secara profesional, humanis, responsif, serta jaga nama baik institusi dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.


 

Jaga Marwah Institusi, Seksi Propam Polres Bantaeng Tegaskan Larangan Gaya Hidup Hedon bagi Personel


BN Online Bantaeng, – Guna menjaga marwah serta citra positif Institusi Kepolisian, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bantaeng secara tegas melarang seluruh personel untuk menerapkan gaya hidup mewah atau hedonis. Penegasan ini disampaikan sebagai langkah preventif agar anggota Polri tetap berintegritas dan profesional dalam melayani masyarakat.


Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kanit Provos Polres Bantaeng, IPTU Nur Amin, S.Pd.I., yang bertindak mewakili Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M. Penyampaian arahan ini dilakukan di hadapan anggota saat apel assiama di halaman Mapolres Bantaeng, pada Kamis (17/9/2026).


Dalam arahannya, IPTU Nur Amin menekankan bahwa perilaku hidup berlebihan tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh anggota Polri, khususnya dalam peran mereka sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


“Kami tegaskan, agar anggota Polres Bantaeng harus menampilkan gaya hidup sederhana, berintegritas, dan profesional. Hidup hedonis dapat memunculkan stigma negatif terhadap anggota Polri,” ujar IPTU Nur Amin.


Selain menyoroti perilaku di dunia nyata, IPTU Nur Amin juga memberikan peringatan khusus terkait penggunaan media sosial. Ia menilai bahwa kemajuan teknologi dan maraknya aktivitas digital menjadi faktor pendorong munculnya tren hedonisme di kalangan aparat. Unggahan konten yang memperlihatkan kemewahan pribadi berpotensi menjadi sorotan negatif publik dan mencoreng citra institusi.


“Media sosial adalah ruang publik. Sekecil apa pun yang kita tampilkan bisa menjadi sorotan masyarakat. Karena itu, setiap anggota harus bijak, tidak memamerkan gaya hidup konsumtif, dan menjaga etika digital,” tegasnya.


Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilaksanakan bersama Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam), sesuai dengan direktif dari Kadivpropam Polri. IPTU Nur Amin mengapresiasi langkah-langkah penyuluhan yang telah dilakukan oleh jajarannya untuk mengedukasi anggota mengenai bahaya gaya hidup hedon.


Menutup arahannya, IPTU Nur Amin berharap seluruh anggota beserta keluarga besar Polres Bantaeng mampu menjadi teladan di tengah masyarakat melalui kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.


“Hidup sederhana bukan berarti kekurangan, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan integritas sebagai anggota Polri yang dipercaya masyarakat,” pungkasnya.


Dengan adanya penegasan ini, diharapkan seluruh personel Polres Bantaeng semakin sadar akan pentingnya menjaga perilaku, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, demi mewujudkan sosok polisi yang humanis, beretika, dan berintegritas tinggi.


Rabu, 16 September 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Peresmian Bantuan Bedah Rumah Baznas, Apresiasi Sinergi Kemanusiaan


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri acara peresmian dan serah terima bantuan program bedah rumah serta bedah rumah layak huni yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Bissampole, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, pada Rabu (16/9/2026).


Program bantuan tersebut merupakan wujud nyata upaya Baznas Kabupaten Bantaeng dalam membantu masyarakat prasejahtera untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian yang layak, aman, dan nyaman.


Dalam laporannya, Ketua Baznas Kabupaten Bantaeng, A. Rakhmad Ab. Kr. Dode, menyatakan bahwa pada kesempatan ini Baznas menyerahkan bantuan program benah dan bedah rumah kepada delapan unit rumah penerima manfaat.


Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baznas. Ia menilai kehadiran Baznas sangat memperkuat kerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Kerja-kerja kami di pemerintah daerah, salah satunya juga terbantu oleh kinerja Baznas yang luar biasa dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas merupakan kunci penting untuk memastikan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan, mendapatkan perhatian dan bantuan secara cepat dan tepat. Hal ini terbukti dengan respons cepat Baznas saat masyarakat menghadapi bencana maupun kondisi sosial darurat.


Bupati berharap kolaborasi strategis ini dapat terus diperkuat ke depannya, sehingga jangkauan program sosial dan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak warga di seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng.


Acara dilanjutkan dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis dari Bupati Bantaeng bersama jajaran Forkopimda kepada para penerima manfaat, serta pengguntingan pita sebagai tanda peresmian rumah hasil renovasi.


Capaian Program Januari-Agustus 2026


Selain bantuan bedah rumah, Baznas Kabupaten Bantaeng juga memaparkan capaian penyaluran zakat, infak, dan sedekah sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Berbagai program yang telah dilaksanakan meliputi:


1.Bantuan sembako konsumtif kepada 1.018 orang.


2.Bantuan sembako reguler kepada 492 orang.


3.Bantuan bedah rumah sebanyak 6 unit dan benah rumah sebanyak 7 unit.


4.Bantuan tanggap bencana berupa perbaikan 16 rumah terdampak kebakaran dan 49 rumah terdampak angin kencang.


5.Program Jumat Berkah dengan distribusi 2.350 nasi kotak dalam tiga kali pelaksanaan.


6.Bantuan perlengkapan jenazah untuk 121 penerima, layanan mobil jenazah gratis, bantuan pengobatan, serta alat kesehatan seperti kursi roda dan tongkat.


7.Dukungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 250 tukang becak.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng H. Budi Santoso, Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, Kasubagdin Andi Erwin Suaib yang mewakili Kajari Bantaeng, Pasi Ter 1410/Bantaeng Kapten Inf. Harpil yang mewakili Dandim 1410 Bantaeng, Anggota DPRD Hj. Emmywati, Camat Bantaeng Zulkarnain, Kapolsek Bantaeng Iptu Syamsul Alam, serta jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Bantaeng.

News Of This Week