Jumat, 11 September 2026

Residivis Pencuri Rumah Kosong di Bantaeng Ditangkap, Kerugian Capai Rp 307 Juta


BN Online Bantaeng– Tim Unit Reserse Kriminal (URC) Resmob Satuan Reskrim Polres Bantaeng berhasil menangkap seorang residivis berinisial IM (59). Tersangka diduga kuat sebagai pelaku pencurian dengan modus operandi membobol rumah kosong di Jalan Kemiri, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng. Aksi kriminal tersebut menyebabkan kerugian materiil bagi korban mencapai sekitar Rp 307.500.000 (Tiga Ratus Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).


Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan dari kasus pencurian yang terjadi pada Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 09.00 WITA. Kasus bermula ketika korban, Iman Indrawan, seorang karyawan BUMN, meninggalkan rumahnya menuju Kota Makassar pada pagi hari. Sekitar pukul 14.00 WITA, korban menerima telepon dari asisten rumah tangga yang melaporkan adanya tanda-tanda pembobolan di rumahnya. Diduga, pelaku masuk dengan cara memanjat pagar dan mencungkil pintu belakang.


Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa dari dalam rumah, tersangka IM menggeledah dan mengambil berbagai barang berharga. Barang yang hilang meliputi uang tunai senilai Rp 17.000.000, emas berbagai jenis seberat sekitar 120 gram dengan taksiran nilai Rp 288.000.000, serta sebuah jam tangan senilai Rp 2.500.000.


"Setelah menerima laporan korban dengan nomor LP/B/215/IX/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN pada 7 September 2026, Tim URC Resmob segera bergerak. Kami melakukan pemeriksaan saksi dan pengecekan rekaman CCTV di sekitar TKP. Hasilnya, kami berhasil mengidentifikasi keberadaan tersangka yang sedang berada di rumahnya di Kampung Ujung Loe, Kelurahan Biring Kassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto," ujar AKP Andi Aldiansyah.


Pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 05.20 WITA, tim gabungan yang dipimpin Aipda Sabil bersama Personil Satreskrim Polres Jeneponto langsung melakukan penggerebekan. Operasi tersebut berhasil mengamankan tersangka IM beserta sejumlah barang bukti. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Bantaeng untuk proses hukum lebih lanjut.


Dalam interogasi awal, IM (59) mengakui perbuatannya. Ia menjelaskan modus aksinya dengan memanjat pagar samping rumah korban, lalu mencungkil pintu samping menggunakan linggis besi. Setelah masuk, ia merusak pintu kamar dan lemari kaca untuk mengambil barang-barang berharga.


"IM menyasar rumah kosong dan memanfaatkan momen saat pemilik tidak ada di tempat. Ia mengakui beraksi sendirian setelah terlebih dahulu mengintai situasi untuk memastikan rumah dalam keadaan kosong," jelas Kasat Reskrim.


Tersangka juga mengungkapkan motif di balik aksinya, yaitu terlilit utang sebesar Rp 70.000.000 di Kabupaten Jeneponto. Uang tunai hasil curian sebesar Rp 17.000.000 dan hasil penjualan lima buah logam mulia seharga Rp 56.000.000 telah digunakan untuk membayar sebagian utangnya. Setelah beraksi, tersangka membuang tas milik korban dan linggis di jembatan Kampung Tangnga-tangnga.


Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:


Berbagai keping logam mulia (Galery24, Antam, dan UBS) dengan total berat bervariasi.


Sejumlah perhiasan emas dan emas putih, termasuk gelang, kalung, cincin, dan anting.


Kotak perhiasan dan kwitansi.


Satu unit sepeda motor, helm, pakaian, dan sandal yang digunakan saat beraksi.


Saat ini, IM telah diamankan di Mapolresta Bantaeng. Ia dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.


Menyikapi kasus ini, AKP Andi Aldiansyah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian, terutama pada rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama. Warga diminta untuk memastikan seluruh pintu dan jendela terkunci rapat serta tidak menyimpan kunci cadangan di tempat yang mudah dijangkau oleh orang tidak bertanggung jawab.


 

Kamis, 10 September 2026

Rutan Bantaeng Gelar Peringatan Maulid Nabi, Tanam Nilai Akhlak Rasulullah bagi Warga Binaan


BN Online Bantaeng, – Nuansa religius dan suasana kekeluargaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng, Kamis (10/9). Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui peneladanan akhlak mulia Rasulullah SAW.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Bantaeng beserta jajaran staf, perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Bantaeng, peserta magang, serta para WBP. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang harmonis dan bernilai spiritual.

Kepala Rutan Bantaeng, Ambo Asse A, dalam sambutannya menekankan pentingnya memaknai peringatan Maulid sebagai kesempatan untuk introspeksi diri. Ia mengajak seluruh jajaran petugas maupun WBP untuk tidak sekadar merayakan hari kelahiran Nabi, melainkan mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang diajarkan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Keteladanan Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut penting untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Ambo Asse A.

Untuk memperdalam pemahaman jamaah, tausiah khusus disampaikan oleh Ustaz Kaharuddin. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema pentingnya meneladani perjalanan hidup dan akhlak Nabi Muhammad SAW. Para peserta diajak untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah, serta membiasakan diri menerapkan akhlak mulia dalam setiap aktivitas, baik di dalam maupun luar tembok rutan.

Bagi para WBP, kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid merupakan bagian integral dari proses rehabilitasi dan pembinaan. Selain memberikan penguatan mental dan spiritual, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran内在 (internal) untuk melakukan perubahan positif menuju perilaku yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

Melalui penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Rutan Kelas IIB Bantaeng menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pembinaan yang holistik. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan administratif, tetapi juga menyentuh sisi mental, spiritual, dan pembentukan karakter WBP. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki bekal rohani yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat kelak.

Rabu, 09 September 2026

KPU Bantaeng Koordinasi dengan SMAN 1 Bantaeng Sambut Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026


BN Online Bantaeng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng terus memantapkan persiapan menjelang pelaksanaan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Serentak Tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pihak SMA Negeri 1 Bantaeng untuk memastikan aspek teknis dan substansi kegiatan berjalan optimal.


Koordinasi yang berlangsung di ruang Kepala Sekolah SMAN 1 Bantaeng tersebut membahas berbagai detail teknis, mulai dari tahapan kegiatan, mekanisme pemungutan suara, hingga penguatan peran panitia pelaksana di tingkat sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya KPU dalam memberikan pendidikan pemilih kepada kalangan pelajar serta memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai demokrasi melalui praktik langsung di lingkungan sekolah.


Anggota KPU Kabupaten Bantaeng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, dan SDM, Aspar Ramli, menekankan bahwa pemilihan ketua OSIS serentak bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan media pendidikan politik yang strategis.


“Pemilihan Ketua OSIS Serentak menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang efektif bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami secara langsung proses demokrasi mulai dari pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan secara jujur, adil, dan transparan,” ujar Aspar Ramli.


Ia menambahkan bahwa KPU Bantaeng berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi, sekaligus meningkatkan kesadaran politik generasi muda sejak dini.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bantaeng, Wahid Hidayat, menyambut positif kunjungan dan koordinasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Bantaeng. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan lembaga penyelenggara pemilu tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Bantaeng atas kunjungan dan koordinasi yang dilakukan. Kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat baik bagi siswa untuk mengenal dan memahami proses demokrasi yang berlaku di Indonesia. Melalui pengalaman langsung dalam pemilihan Ketua OSIS, siswa dapat belajar tentang pentingnya partisipasi, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan secara demokratis,” ungkap Wahid.


Melalui koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 di SMAN 1 Bantaeng dapat berjalan lancar, tertib, dan menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang bermakna bagi seluruh peserta didik.


Sebagai informasi, Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi KPU untuk terus menggencarkan Pendidikan Pemilih, khususnya bagi segmen pemilih pemula. Target utamanya adalah mencetak generasi yang bijak dan cerdas dalam menyikapi Pemilu dan Pilkada di masa depan.


Kegiatan ini akan dilaksanakan secara massal di seluruh Sulawesi Selatan. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, KPU Provinsi, serta KPU Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan akan melakukan pendampingan pada pelaksanaan pemilihan di 528 SMA/SMK di seluruh wilayah provinsi tersebut.


Wabup Bantaeng Pimpin Upacara Haornas ke-43, Tekankan Pentingnya Olahraga sebagai Gaya Hidup Masyarakat


BN Online Bantaeng, – Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (9/9/2026). Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, bertindak selaku Inspektur Upacara dan membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.


Peringatan Haornas tahun ini mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar slogan atau acara seremonial, melainkan harus menjadi gerakan nasional yang terintegrasi dalam agenda pembangunan guna mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.


Dalam sambutannya, Wabup Sahabuddin menekankan urgensi integrasi olahraga dalam sektor kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia.


“Pemerintah harus menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Wabup Sahabuddin saat membacakan sambutan Menpora RI.


Ia juga menyoroti peran strategis pemerintah daerah sebagai motor penggerak utama dalam mendorong budaya hidup aktif. Kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, diminta untuk memastikan ketersediaan ruang publik serta fasilitas olahraga yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


Selain penyediaan fasilitas olahraga konvensional, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalur pejalan kaki (trotoar) dan jalur sepeda dinilai krusial untuk mendorong aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari. Program-program olahraga pun diharapkan dirancang dengan prinsip mudah, murah, aman, dan inklusif.


“Olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kita ukur keberhasilan bukan dari banyaknya event, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat,” tegasnya.


Lebih lanjut, disampaikan bahwa ekosistem olahraga harus dibangun secara adil dan inklusif. Setiap warga, tanpa memandang latar belakang, harus memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan fisik maupun mental.


Upacara peringatan Haornas ke-43 di Kabupaten Bantaeng dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan unsur pemerintahan daerah, antara lain Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. Muhammad Tafsir; Andi Arwin Suaib yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantaeng; Kompol Supriyadi mewakili Kapolres Bantaeng; serta Kapten Inf. Andi Usman (Pasi Ops Dim 1410/Bantaeng) yang mewakili Dandim 1410/Bantaeng. Turut hadir pula para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.


Dengan semangat Haornas kali ini, Pemkab Bantaeng berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga demi terciptanya generasi yang sehat dan tangguh.



 UPT SMA Negeri 2 Bantaeng Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Tekankan Pentingnya Moral Remaja di Tengah Tantangan Zaman


BN Online Bantaeng – UPT SMA Negeri 2 Bantaeng menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan khidmat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Ilmi sekolah setempat ini mengusung tema "Menebarkan Kebaikan dan Membentengi Moral Remaja di Tengah Tantangan Zaman".


Acara tersebut menghadirkan penceramah Ustadz H. Mohammad Yunus, S.Ag., M.Pd.I., yang membawakan tausyiah maulid. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan semangat spiritual serta pemahaman mendalam tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW bagi para siswa dan tenaga pendidik.


Peringatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Sekolah masa jabatan akhir (2022-2024), Abd. Kadir; Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT SMA Negeri 2 Bantaeng, Halijah, S.Pd., M.Pd.; Plt Lurah Bonto Atu beserta Babinsa Lurah Bonto Atu; serta mantan Kepala Sekolah, H. Abd Haris


Dalam sambutannya, Plt Kepala UPT SMA Negeri 2 Bantaeng, Halijah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan visi dan harapannya untuk kemajuan sekolah. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang kuat di lingkungan pendidikan.


"Guru yang lebih sabar, siswa yang lebih disiplin, teman yang lebih peduli, dan anak yang lebih berbakti kepada orang tua. Serta keluarga besar SMAN 2 Bantaeng yang lebih saling menghargai," ujar Halijah.


Ia juga mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dan diperjuangkan bersama. Namun, ia menegaskan keyakinannya bahwa sekolah yang hebat tidak dibangun oleh satu orang saja.


"Sekolah yang hebat dibangun oleh guru-guru yang ikhlas, tenaga kependidikan yang bertanggung jawab, siswa-siswa yang mau berubah, orang tua yang mendukung, dan seluruh keluarga besar sekolah yang berjalan dalam satu tujuan," jelasnya.


Halijah mengajak seluruh elemen sekolah untuk bergandengan tangan dan saling menguatkan. Tujuannya adalah menjadikan SMAN 2 Bantaeng sebagai rumah pendidikan yang tidak hanya melahirkan anak-anak yang pintar secara akademis, tetapi juga memiliki hati dan akhlak yang mulia.


"Mari kita mendidik anak-anak kita dengan ilmu dan dengan hati. Karena mungkin satu nasihat sederhana dari seorang guru hari ini, akan menjadi sesuatu yang mereka ingat sepanjang hidupnya," tambahnya.


Menutup sambutannya, Halijah berpesan agar momentum Maulid Nabi kali ini dijadikan sebagai awal perubahan diri menuju kebaikan yang lebih baik.


"Semoga Allah SWT memberkahi acara kita, memberkahi sekolah kita, dan memberikan keselamatan serta keberkahan untuk kita semua," pungkasnya.


Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini diharapkan dapat memperkuat iman dan takwa warga sekolah, serta menjadi benteng moral bagi para remaja dalam menghadapi berbagai tantangan zaman saat ini.



 

Kapolres Bantaeng Pimpin Sertijab Kapolsek Bissappu dan Kasat Samapta, Tekankan Profesionalisme


BN Online Bantaeng – Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolsek Bissappu dan Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polres Bantaeng berlangsung khidmat di Lapangan Apel Assiama, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M., selaku inspektur upacara.


Pelaksanaan sertijab ini didasarkan pada keputusan Kapolda Sulawesi Selatan terkait pemberhentian dengan hormat dan pengangkatan jabatan baru di lingkungan Polda Sulsel. Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Bantaeng, seluruh personel, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Bantaeng.


Dalam mutasi kali ini, terjadi pergantian jabatan strategis di dua satuan kerja. IPTU Jaury, S.Sos., resmi dilantik menggantikan IPTU H. Abdul Karim, S.Sos., sebagai Kapolsek Bissappu yang baru. Sementara itu, IPTU H. Abdul Karim, S.Sos., dialihtugaskan menjadi Kasat Samapta Polres Bantaeng, mengambil alih posisi dari AKP Adi Wijaya, S.Pd., yang telah memasuki masa purna bakti.


Dalam amanatnya, AKBP Andi Mayasari Patongai menyampaikan bahwa rotasi atau mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dan penting dalam sebuah organisasi kepolisian. Langkah ini bertujuan untuk penyegaran sekaligus pengembangan karier bagi para personel.


"Kami berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan, serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kapolres Bantaeng.


Rangkaian upacara berlangsung tertib mulai dari pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, hingga penandatanganan pakta integritas. Usai prosesi inti, kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik.


Kapolres Bantaeng juga menekankan pentingnya sinergitas dan soliditas antar satuan kerja di lingkungan Polres Bantaeng. Hal ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Bantaeng.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas, serta selamat datang kepada pejabat baru. Semoga dapat membawa semangat baru dalam pelaksanaan tugas," tutup AKBP Andi Mayasari Patongai.


Selasa, 08 September 2026

Terduga Pelaku Pencurian Uang 55 Juta, Seorang Perempuan RA, Kini di amankan Resmob Polres Bantaeng


 

BN Online Bantaeng, – Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Polres Bantaeng, Polda Sulawesi Selatan, berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial RA (17), terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan korban korbannya sendiri, yakni pemilik kafe tempat ia bekerja. Terduga pelaku diduga telah menggasak uang tunai milik bosnya hingga mencapai puluhan juta rupiah dalam lima kali aksi terpisah.


Penangkapan dilakukan oleh Tim URC Resmob Polres Bantaeng yang dipimpin Katim Resmob Aipda Sabil pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Lokasi penggerebekan berada di Rumah KebunG, Kampung Batu Labbu, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, yang merupakan tempat kerja terduga pelaku saat itu.


Kasus ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/220/IX/2026/SPKT/POLRES BANTAENG/POLDA SULAWESI SELATAN yang dilaporkan pada 7 September 2026. Korban, Andi Arfandi (40), melaporkan kehilangan uang tunai setelah menyadari adanya kejanggalan pada simpanan uangnya di kafe miliknya yang berlokasi di Kp. Batu Labbu. Peristiwa pencurian pertama diketahui terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Total kerugian materiil yang diderita korban mencapai Rp 55.000.000.


Usai menerima laporan, Tim URC Resmob segera melakukan penyelidikan intensif, termasuk pengumpulan bahan keterangan dan pemeriksaan saksi. Hasil penyelidikan mengarahkan polisi pada identitas RA, yang kemudian berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti.


Dalam interogasi awal di Mapolres Bantaeng, RA mengakui telah melakukan pencurian sebanyak lima kali dengan modus operandi yang berbeda-beda.


Aksi pertamanya dimulai ketika RA hendak melaksanakan salat Ashar di lantai dua kafe. Ia melihat pintu kamar pribadi korban terbuka dan menemukan uang dalam kantong plastik di atas rak. RA mengambil uang tersebut sebesar Rp 200 ribu untuk jajan. Merasa aksinya tidak ketahuan, kepercayaan dirinya meningkat.


Sekitar satu minggu kemudian, RA kembali beraksi dengan mengambil Rp 10 juta dari tas korban. Uang tersebut digunakan untuk membeli iPhone 13 Pro, membayar cicilan motor suaminya, serta kebutuhan sehari-hari. Lima hari berselang, ia kembali mencuri Rp 10 juta dengan alasan serupa, termasuk membeli jam tangan iWatch KW.


Aksi keempat terjadi dua minggu kemudian, di mana RA mengambil lagi Rp 10 juta dari tas korban. Hasil curian kali ini digunakan untuk membeli dudukan springbed, ponsel Samsung untuk suaminya, serta memberikan uang saku kepada sang suami. Puncaknya, empat hari setelah aksi keempat, RA mengambil jumlah terbesar, yaitu Rp 20 juta dari tas korban, yang sebagian digunakan untuk membeli jaket bagi suaminya.


Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana pencurian tersebut. Barang bukti meliputi uang tunai sebesar Rp 5,8 juta, satu unit iPhone 13 Pro, satu buah jam tangan iWatch KW, dua lembar baju kardigan lengan panjang, tiga lembar celana panjang, dan satu buah dudukan springbed.


Selain barang fisik, polisi juga menemukan saldo digital dalam perangkat iPhone 13 Pro milik terduga pelaku, yaitu saldo aplikasi DANA sebesar Rp 252.891 dan saldo SeaBank sebesar Rp 7.932.734. Jika diakumulasi, total uang tunai dan saldo digital yang diamankan mencapai sekitar Rp 13,98 juta, di luar nilai barang-barang lainnya.


Kini, terduga pelaku RA beserta seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Bantaeng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kasus ini menjadi peringatan bagi para pengusaha untuk lebih meningkatkan keamanan penyimpanan aset berharga di tempat usaha mereka.


Wabup Bantaeng Buka Edukasi Keuangan OJK, Tekankan Pentingnya Literasi bagi UMKM dan Perempuan


BN Online Bantaeng – Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi membuka kegiatan Edukasi Keuangan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Acara yang digelar di Gedung Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng pada Selasa (8/9/2026) ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masyarakat umum, serta kaum perempuan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan masyarakat. Fokus utama diberikan kepada pelaku UMKM dan perempuan agar mereka mampu mengelola keuangan secara lebih bijak, aman, dan produktif, sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi.


Dalam sambutannya, Wabup H. Sahabuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK Sulselbar atas inisiatif pelaksanaan edukasi tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan literasi keuangan adalah kunci penting dalam memperkuat keberlangsungan usaha UMKM di daerah.


“Edukasi keuangan sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan kaum perempuan. Dengan pemahaman keuangan yang baik, masyarakat dapat mengelola pendapatan dan usahanya secara lebih terencana, sekaligus mampu memilih produk dan layanan keuangan yang aman dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Sahabuddin.


Ia juga berharap agar materi yang disampaikan tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengelolaan usaha. Literasi keuangan yang mumpuni diharapkan mampu membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang tepat serta menghindari berbagai risiko penipuan atau kerugian dalam pemanfaatan layanan keuangan.


Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap budaya menabung dan perencanaan keuangan masa depan, dalam acara tersebut dilakukan penyerahan simbolis tabungan emas kepada para pelaku UMKM. Penyerahan dilakukan secara bersama oleh Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, Asisten Direktur OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mushadi Nurali, serta Pimpinan Pegadaian Cabang Bantaeng Richardo Anthonius.


Program tabungan emas ini diharapkan menjadi alternatif investasi yang aman bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk membangun kebiasaan menabung jangka panjang.


Pemerintah Kabupaten Bantaeng turut mengapresiasi sinergi yang dibangun antara OJK dan Pegadaian. Kolaborasi lintas instansi ini dinilai sangat vital untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan keuangan yang legal, aman, dan bermanfaat bagi perekonomian daerah


Bupati Bantaeng Hadiri Maulid Akbar Kemenag, Tegaskan Komitmen Wujudkan Bantaeng Religius


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri peringatan Maulid Akbar Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantaeng. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng pada Selasa, 8 September 2026.


Peringatan tahun ini mengangkat tema "Maulid Sebagai Momentum Taskiyatun Nafs dan Meraih Kedamaian Hati Dalam Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW". Tema tersebut dipilih untuk menekankan pentingnya penyucian jiwa dan ketenangan batin melalui peneladanan terhadap akhlak mulia Rasulullah SAW.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Kemenag Kabupaten Bantaeng atas persiapan dan kontribusi mereka dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengakui bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa.


"Alhamdulillah tahun ini kita hadir bersama, dan saya belum pernah menghadiri Maulid seramai ini. Terima kasih buat seluruh keluarga besar kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng yang luar biasa dalam mempersiapkan maupun berkontribusi kegiatan ini," ujar Bupati.


Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk terus menjaga sinergi dengan Kementerian Agama. Menurutnya, peran Kemenag sangat strategis tidak hanya dalam aspek administratif keagamaan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.


"Tentunya kami tetap berkomitmen dan mendedikasikan diri karena salah satu visi kita adalah Bantaeng bangkit, maju, dan religius. Bagaimana ke depan Bantaeng bisa kita bangun bersama, dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan bahwa kesuksesan Maulid Akbar ini merupakan hasil dari partisipasi aktif semua pihak.


H. Misbah juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir. "Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama seluruh jajaran. Kita hadir bersama karena tanda cintanya kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.


Kehadiran orang nomor satu di Bantaeng tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, serta menjadi momentum bagi masyarakat Bantaeng untuk terus meningkatkan ketakwaan dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.


Jadikan Kantor Desa sebagai "Rumah Warga", Kades Bonto Salluang Wujudkan Semangat Kampung Pancasila Melalui Pelayanan Prima


BN Online Bantaeng, – Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki SE, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, Desa Bonto Salluang di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, bertransformasi menjadi sebuah percontohan "Kampung Pancasila" yang mengedepankan nilai-nilai gotong royong, kerukunan, dan pelayanan publik yang unggul.


Momen kebersamaan menjadi kunci utama dalam memperkuat soliditas aparatur desa. Baru-baru ini, Marzuki memanfaatkan waktu terbaik untuk melakukan foto bersama seluruh jajaran perangkat desa, mulai dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kasi), hingga staf pendukung. Foto bersama ini bukan sekadar dokumentasi biasa, melainkan simbol dari kekompakan dan kerjasama tim yang memiliki segudang gagasan inovatif untuk kemajuan desa.


"Kekompakan adalah modal utama kami. Dengan kerjasama yang solid antara sekretaris, kasi, dan staf, kami mampu menyulap Desa Bonto Salluang menjadi Kampung Pancasila yang hidup dan dinamis," ujar Marzuki.


Salah satu terobosan terbesar yang diusung oleh Marzuki adalah mengubah paradigma kantor desa dari sekadar tempat administrasi menjadi "Rumah Warga". Filosofi ini menekankan bahwa setiap warga harus merasa nyaman dan diterima ketika berkunjung ke kantor desa.


Untuk mewujudkan hal tersebut, Marzuki menerapkan semboyan pelayanan yang ketat namun humanis: "Rajin masuk, selalu siap melayani, datang tepat waktu, hadir dengan senyum, urus dengan cepat."


Menurut Marzuki, pelayanan terbaik tidak dimulai dari teknologi canggih atau fasilitas mewah, melainkan dari kehadiran yang konsisten dan sikap aparaturnya.


"Pelayanan terbaik dimulai dari kehadiran yang konsisten. Inilah semboyan kami. Ketika warga datang, mereka harus disambut dengan senyuman dan urusan mereka diselesaikan dengan cepat serta tepat waktu. Kantor desa harus benar-benar dirasakan sebagai rumah kedua bagi warga," tegas Marzuki.


Langkah-langkah konkret ini telah mendapat respons positif dari masyarakat Desa Bonto Salluang. Dengan semangat Pancasila yang tertanam dalam setiap lini pelayanan, Desa Bonto Salluang kini menjadi contoh bagaimana kepemimpinan yang visioner dan tim yang kompak dapat menciptakan lingkungan desa yang harmonis dan melayani.


Senin, 07 September 2026

Peringati Maulid Akbar 1448 H, Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Pererat Ukhuwah dan Teladani Akhlak Rasulullah


BN Online Bantaeng – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah di Masjid Agung Syekh Abdul Gani, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, pada Minggu (6/9/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bantaeng, Pengurus Masjid Agung Syekh Abdul Gani, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantaeng.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh Fathul Fauzi Nurdin, yang didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, dan elemen masyarakat lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul Fauzi menyampaikan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Bersholawat dalam Cinta, Berdzikir dalam Iman, Berdoa dalam Harapan, Menuju Umat yang Penuh Berkah.” Ia menilai tema tersebut memiliki makna mendalam dan sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


“Kegiatan keagamaan seperti Maulid Akbar memiliki peranan penting dalam memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Fathul.


Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiah, ukhuwah Wathaniyah (kebangsaan), maupun ukhuwah Insaniyah (kemanusiaan). Bupati berharap semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan sehingga tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan saling menguatkan.


Nuansa Dzikir dan Doa Mengiringi Acara


Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Ketua Pengurus Harian Masjid Agung Syekh Abdul Gani, KH Hamzah Israil, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan kali ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda. Sebelum acara inti dimulai, masyarakat telah berkumpul untuk melaksanakan dzikir dan doa bersama.


“Dari tadi setelah Magrib kita berdzikir dan berdoa kepada Allah. Ini kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar kita. Kita juga sudah melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah ujian yang kita hadapi,” jelas KH Hamzah.


Langkah tersebut mencerminkan kesadaran spiritual masyarakat Bantaeng dalam menghadapi berbagai tantangan, dengan menjadikan ibadah sebagai pondasi kekuatan.


Hadirnya Para Tokoh Daerah


Acara yang menjadi momentum penguatan iman dan persaudaraan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Bantaeng, antara lain:


Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi Ketua IKA DPRD, Suharti Mangun Karim.


Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng, Ny. Seny Angelina Husni.


PJ. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. Muhammad Tafsir.


Ketua GOW Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad.


Serta para Kepala OPD, Camat, dan Lurah di lingkungan Pemkab Bantaeng.


Melalui peringatan Maulid Akbar 1448 H ini, Pemkab Bantaeng berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai luhur ajaran Islam dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Bantaeng.


Bupati Bantaeng Lantik 24 Pejabat Struktural, Tekankan Optimalisasi Keuangan dan Pendapatan Daerah


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, secara resmi melantik, mengambil sumpah, serta mengukuhkan kembali 24 pejabat dalam jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng. Upacara pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, pada Senin (7/9/2026).


Dalam sambutannya, Bupati Fathul menekankan bahwa para pejabat struktural yang baru saja dilantik memegang peranan strategis dalam kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menyoroti dua bidang krusial yang menjadi penentu utama kinerja Kabupaten Bantaeng, yaitu bidang keuangan dan bidang pendapatan.


"Ada dua bidang yang dituntut untuk dapat memaksimalkan kinerja dengan sebaik-baiknya. Pertama adalah bagian keuangan dan yang kedua adalah bagian pendapatan. Ini adalah ruh-nya pemerintahan. Kinerja dari Kabupaten Bantaeng ini sangat ditentukan dari kedua bidang tersebut," ujar Bupati Fathul.


Menyikapi momentum akhir tahun anggaran, Bupati memberikan instruksi khusus kepada pengelola keuangan daerah agar tidak menghambat proses pembayaran, khususnya untuk item-item yang telah masuk dalam skala prioritas. Hal ini sejalan dengan adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat yang baru saja diterima.


"Sekarang ini sudah mulai mendekati akhir tahun, tentunya banyak hal-hal yang mesti kita bayarkan. Tolong sebisa mungkin kita meminimalisir hambatan. Karena sekarang kita baru saja mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat, jadi yang memang masuk dalam skala prioritas tolong segera diselesaikan," tegasnya.


Selain aspek fiskal, Bupati juga mengingatkan para pejabat yang berada di sektor pelayanan publik untuk senantiasa menjaga integritas dan kualitas kerja. Ia berharap para pejabat baru dapat memberikan performa terbaik dan pelayanan yang prima kepada masyarakat Bantaeng.


"Dengan adanya amanah yang baru ini, Bapak/Ibu sekalian sangat diharapkan mampu memberikan performa yang terbaik, terutama bagaimana bisa memaksimalkan kinerja," tutup Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin.


Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi birokrasi di Kabupaten Bantaeng untuk lebih akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

News Of This Week