Dalam sambutannya, Gunya menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan yang disandang bukan sekadar titel, melainkan sebuah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selamat dan sukses untuk ibu-ibu yang dilantik hari ini. Amanah yang diberikan sebagai bentuk tanggung jawab besar,” ujar Gunya.
Ia menegaskan bahwa momen pelantikan tersebut bukanlah seremoni belaka, melainkan menjadi titik awal dari komitmen pengabdian. Oleh karena itu, setiap kader diminta menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan, komitmen tinggi, serta semangat kerja sama.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. Amanah yang diberikan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, komitmen, dan kerja sama,” tambahnya.
Gunya juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengurus PKK sebelumnya yang telah berdedikasi memajukan gerakan PKK di Kabupaten Bantaeng. Ia berharap seluruh pengabdian mereka dinilai sebagai ibadah di sisi Allah SWT.
Peran Strategis di Tengah Tantangan Kompleks
Menyikapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Gunya meminta para ketua yang baru dilantik untuk mampu beradaptasi dan mengambil peran strategis. Ia mengingatkan agar Sepuluh Program Pokok PKK dijadikan instrumen utama pemberdayaan keluarga dan masyarakat, serta disinergikan dengan program nasional.
“Saya berharap kepada seluruh Ketua Tim Penggerak PKK yang telah dilantik agar dapat menjadi penggerak, penghubung, dan penguat keluarga serta masyarakat di wilayah masing-masing. Karena sesungguhnya kekuatan PKK berada pada kedekatan kader dengan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinkronisasi program lokal dengan arahan pusat. “Sepuluh Program Pokok PKK harus kita jadikan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan keluarga, sekaligus disinergikan dengan Asta Cita Presiden,” tegas Gunya.
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Teknologi
Rangkaian acara pelantikan tersebut juga diisi dengan kegiatan peningkatan kapasitas bagi perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi. Pertemuan pengurus TP PKK Kabupaten Bantaeng kali ini mengangkat tema khusus, yakni “Kekerasan Seksual Berbasis Teknologi”.
Sebagai pemateri, hadir Aipda Haerul Ihsan, S.Pd., anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantaeng. Melalui sesi ini, para pengurus diharapkan semakin memahami modus operandi kekerasan seksual di ruang digital serta meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman teknologi yang semakin berkembang.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran PKK tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, khususnya di era digital.











