Minggu, 30 Agustus 2026

Perkuat Keamanan Malam Hari, Tim URC Reskrim Polres Bantaeng Gencarkan Patroli Preventif


BN Online Bantaeng – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reskrim Polres Bantaeng Polda Sulsel memperkuat intensitas patroli malam di sejumlah wilayah strategis Kota Bantaeng. Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.


Kapolres Bantaeng melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M., memimpin langsung apel pengecekan personel pada Sabtu (29/8/2026) malam sebelum operasi diluncurkan. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.


“Kegiatan patroli ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kepolisian, khususnya kami Tim URC Polres Bantaeng, untuk memperkuat penjagaan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama mengantisipasi aktivitas rawan yang terjadi pada malam hari,” ujar AKP Andi Aldiansyah.


Dalam arahannya, Kasat Reskrim menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan personel. Fokus utama patroli kali ini adalah antisipasi terhadap tindak pidana kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau 3C (Curanmor, Curas, Curat), serta gangguan ketertiban umum seperti tawuran, begal, aksi geng motor, dan balapan liar.


Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran patroli merupakan titik-titik yang secara historis sering menjadi lokasi terjadinya gangguan kamtibmas atau tempat berkumpulnya masyarakat. Selain melakukan patroli mobile dan metode hunting, Tim URC Resmob juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengendara dan menyambangi warga yang ditemui di lapangan.


Tak hanya melakukan penegakan hukum, personel juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas atau tindak pidana, jangan ragu untuk segera menghubungi Call Center 110 Polres Bantaeng agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkas AKP Andi Aldiansyah.


Dengan adanya penguatan patroli ini, diharapkan rasa aman masyarakat Kota Bantaeng dapat terus terjaga dan angka kriminalitas dapat ditekan secara signifikan.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Upaya Jaga Tanaman Petani, Bupati Bantaeng Bersama Masyarakat Bersihkan Irigasi di Desa Biangloe


BN Online Bantaeng - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin terus berupaya membantu petani dalam mengatasi kekeringan akibat dampak fenomena El Nino. Kali ini, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin bersama masyarakat menggelar kerja  bakti pembersihan irigasi yang berada di Desa Biangloe, Kecamatan Pa'jukukang, Sabtu, 29 Agustus 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng turut menyerahkan bantuan Sepatu Boot dan Sekop kepada masyarakat. 


"Aliran irigasi disini sebenarnya cukup tinggi namun sedimentasi sudah cukup tinggi, sehingga kami dan ratusan masyarakat turun langsung membersihkan lumpurnya," kata Bupati.


Kepala daerah termuda di Sulsel itu memberikan apresiasi kepada masyarakat atas kepeduliannya dalam memberikan irigasi. Mengingat, irigasi tersebut tidak hanya berdampak pada petani di Desa Biangloe. Namun turut dirasakan petani di Desa Batu Karaeng, Lumpangan, Rappoa, Biangkeke, dan Nipa-nipa. 


"Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat atas kepeduliannya dan bersama-sama dalam menghadapi kekeringan. Di tengah keterbatasan pemerintah, kepedulian kita seperti ini sangat membantu harapan petani dalam menghadapi situasi seperti ini, " pungkasnya.


Hadiri HUT ke-78 Polwan, Bupati Bantaeng Apresiasi Pengabdian dan Kepedulian Polres kepada Masyarakat

 


BN Online Bantaeng, — Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia yang digelar Polres Bantaeng di Tribun Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 29 Agustus 2026.


Peringatan HUT ke-78 Polwan tersebut mengusung tema “Satu Polwan Memberikan Dampak Signifikan bagi Masyarakat.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polwan dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-78 kepada seluruh Polisi Wanita. Ia mengatakan, peringatan HUT Polwan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.


Sejumlah kegiatan sosial yang akan dilaksanakan Polwan Polres Bantaeng di antaranya, pemeriksaan kesehatan Gratis, Khitanan massal bagi 78 anak serta pemberian bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.


“Polwan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi merupakan bagian penting dari institusi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilakukan jajaran Polres Bantaeng, termasuk para Polwan dan Bhayangkari.


Bupati Bantaeng mengucapkan selamat atas peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita sekaligus menyampaikan penghargaan atas dedikasi Polwan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Selamat Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke-78. Pengabdian selama ini sangat luar biasa. Ini adalah bukti kecintaan terhadap Polri,”ujarnya.


Menurutnya, berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan Polres Bantaeng telah mendapat respons positif dari masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberikan apresiasi terhadap seluruh kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan jajaran Polres Bantaeng maupun Bhayangkari.


Bupati Bantaeng, juga menyampaikan konsistensi jajaran Polres Bantaeng dalam hadir di tengah masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial pada bulan Ramadan dengan membagikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Ia berharap semangat pengabdian dan kepedulian sosial tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga keberadaan Polwan dan jajaran Polres Bantaeng semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Peringatan HUT ke-78 Polwan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran Polisi Wanita dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Bupati Bantaeng Dorong Budaya Gowes, Critical Mass Hadirkan Semangat Kebersamaan


BN Online Bantaeng — Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Critical Mass Bantaeng Bluemoon Space x Bonthain Cycling yang digelar di Bluemoon Space, Jumat malam, 28 Agustus 2026.


Bluemoon Space berkolaborasi dengan komunitas sepeda Bonthain Cycling menggelar kegiatan Critical Mass Bantaeng sebuah kegiatan bersepeda bersama yang menyatukan komunitas pesepeda untuk menikmati suasana malam Kota Bantaeng sekaligus mengkampanyekan budaya bersepeda dan tertib berlalu lintas.


Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, mengingatkan bahwa seluruh peserta agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam hari.


“Kalau kita bersepeda pada malam hari, tidak perlu mengayuh terlalu cepat atau memaksakan kecepatan. Yang terpenting adalah menjaga keselamatan dan menikmati kegiatan ini bersama-sama,” ujarnya.


Bupati Bantaeng juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menggagas dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, kegiatan bersepeda bersama seperti Critical Mass merupakan aktivitas positif yang dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi dan kebersamaan antarwarga.


Kegiatan Critical Mass Bantaeng Bluemoon Space x Bonthain Cycling menempuh rute yang dimulai dari Bluemoon Space, kemudian Segitiga Taman Bermain, Jalan Raya Lanto, Jalan Mangga, Jalan Manggis, Jalan Elang, Kalimbaung, Lampu Merah Letta, Maricayya, Lampu Merah Patung, Jalan Teratai, Pantai Seruni, Lapangan Hitam dan finis kembali di Bluemoon Space.


Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap kegiatan olahraga dan komunitas seperti ini dapat terus berkembang serta menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif dan solid.


DPRD dan Pemkab Bantaeng Sepakat Ubah KUA-PPAS APBD 2026, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat


BN Online Bantaeng, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) Bantaeng resmi menyetujui Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Persetujuan ini dicapai melalui Rapat Paripurna yang digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026.


Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi Wakil Ketua I, Hj. Kasmawati, dan Wakil Ketua II, Hj. Jumrah. Turut hadir dalam kesempatan penting ini Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir, unsur Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Dalam sidang tersebut, seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Bantaeng menyatakan persetujuan bulat terhadap rancangan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Langkah ini menjadi landasan hukum bagi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun 2026 selanjutnya.


Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen vital untuk mewujudkan visi daerah, yakni "Bantaeng Bangkit, Maju, dan Religius". Ia menjelaskan tiga arah utama dari perubahan anggaran ini.


"Pertama, perubahan ini kita arahkan untuk memperkuat program prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan pengentasan kemiskinan," ujar Bupati Fathul.


Ia menambahkan, arah kedua adalah menjaga kesinambungan pembangunan yang telah berjalan, sekaligus merespons isu-isu strategis daerah seperti ketahanan pangan, penanganan stunting, dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


"Ketiga, meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran agar setiap rupiah yang kita belanjakan benar-benar tepat sasaran dan akuntabel," lanjutnya.


Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan Anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menilai pembahasan yang dilakukan berlangsung secara mendalam, konstruktif, dan penuh semangat kebersamaan.


"Dengan ditandatanganinya Persetujuan Bersama Perubahan KUA dan PPAS APBD 2026 ini, selanjutnya kami akan segera menindaklanjuti dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2026," kata Bupati.


Menutup sambutannya, Bupati Fathul mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat tekad.


"Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat tekad untuk bekerja lebih keras, lebih ikhlas, dan lebih cerdas demi kemajuan Kabupaten Bantaeng yang kita cintai," pungkasnya.

Jumat, 28 Agustus 2026

Lapas Banda Aceh Beri Klarifikasi, Bantah Tuduhan Napi Korupsi Bebas Keluar-Masuk Lapas

Lapas Banda Aceh Beri Klarifikasi, BantahTuduhan Napi Korupsi Bebas Keluar-Masuk Lapas

BN Online BANDA ACEH, – Menanggapi pemberitaan yang memuat dugaan adanya perlakuan khusus terhadap narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh, pihak Lapas Banda Aceh menyampaikan sanggahan dan klarifikasi atas informasi yang beredar.


Pihak Lapas Banda Aceh menegaskan bahwa pelaksanaan pembinaan dan pelayanan terhadap warga binaan dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap perlakuan warga binaan, termasuk narapidana perkara korupsi, tetap berada dalam pengawasan petugas dan wajib mengikuti ketentuan yang berlaku di dalam Lapas.


Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai hak jawab atas pemberitaan yang sebelumnya menyebut adanya dugaan fasilitas khusus, penggunaan ruangan klinik sebagai tempat hunian, hingga dugaan narapidana tertentu dapat keluar-masuk Lapas dengan alasan berobat.


Terkait penggunaan fasilitas kesehatan, pihak Lapas menjelaskan bahwa layanan kesehatan bagi warga binaan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar narapidana. Apabila terdapat warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut, rujukan ke fasilitas kesehatan di luar Lapas dapat dilakukan sesuai prosedur dan kebutuhan medis.


Dengan demikian, keberadaan warga binaan di luar Lapas untuk kepentingan pengobatan sesuai rujukan medis dan pengawalan petugas lapas tidak serta-merta dapat diartikan sebagai bentuk kebebasan keluar-masuk tanpa prosedur.

Pihak Lapas juga membantah adanya pemberian fasilitas mewah atau perlakuan istimewa kepada narapidana tertentu sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya. Setiap warga binaan mendapatkan pelayanan yang sama dan tidak diskriminasi dalam memberikan pembinaan baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian sesuai dengan aturan yang berlaku serta tetap berada dalam sistem pengawasan pemasyarakatan.


Mengenai tudingan adanya narapidana yang dapat menggunakan telepon seluler maupun membawa barang elektronik secara bebas itu tidak benar, karena pihak Lapas banda aceh  sudah menyiapkan wartelsuspas khusus warga binaan dengan pwngawasan petugas.


Lapas Banda Aceh juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional, transparan dan akuntabel serta mendukung pelaksanaan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Pihak Lapas mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi dan  terverifikasi serta mempersilakan masyarakat maupun media memperoleh informasi melalui mekanisme konfirmasi resmi.


Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa setiap informasi mengenai dugaan pelanggaran di lingkungan Lapas perlu di konfirmasi kepihak lapas supaya tidak sepihak dan menjadi pemberitaan yang berimbang dengan memberikan kesempatan kepada pihak yang disebutkan untuk menyampaikan penjelasan.


Lapas Banda Aceh menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sepanjang disampaikan berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Bantaeng Gelar Sholat Istisqa di Lapangan Lompo Battang


BN Online Bantaeng, – Menghadapi dampak kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menggelar Sholat Istisqa secara berjamaah. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, dan Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, ini berlangsung khidmat di Lapangan Lompo Battang, pada Jumat (28/8/2026).


Sholat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan dan rahmat dari Allah SWT. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), serta ratusan masyarakat Bantaeng yang turut hadir dengan penuh kesungguhan.


Pelaksanaan sholat dipimpin oleh Imam H. Rusdiawan. Dalam suasana yang khusyuk, seluruh jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memberikan kesejukan, serta mengakhiri kondisi kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi saat ini.


Usai pelaksanaan sholat, tausiah disampaikan oleh Dr. KH. Ahmad Abdul Hayyi. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memaknai musibah kemarau panjang ini sebagai momentum introspeksi diri dan peningkatan rasa syukur.


“Cobaan yang Allah SWT berikan kepada kita hari ini, salah satunya adalah kemarau yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, hendaknya kita melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan kembali bertaubat kepada-Nya,” ujar Dr. KH. Ahmad Abdul Hayyi.


Ia juga mengingatkan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa rasa syukur atas nikmat akan mendatangkan tambahan nikmat, sedangkan pengingkaran terhadap nikmat-Nya dapat mendatangkan azab.


Sementara itu, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memperkuat doa, menjaga kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam menghadapi situasi ini. Ia juga menekankan pentingnya terus melakukan upaya-upaya praktis untuk mitigasi dampak kekeringan.


"Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita, menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan bagi Kabupaten Bantaeng, serta memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi kondisi ini,” harap Bupati Fathul.


Pemkab Bantaeng berharap melalui kegiatan ini, kondisi kemarau panjang dapat segera berakhir sehingga curah hujan kembali normal. Hal ini sangat diharapkan demi kelancasan kebutuhan air bersih masyarakat, keberlangsungan sektor pertanian, serta aktivitas kehidupan sehari-hari warga.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Dr. Muhammad Tafsir, Pasi Ops Kodim 1410/Bantaeng Kapten Inf. Andi Usman yang mewakili Dandim, para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat dan warga Bantaeng.

Dr. Andi Abu Bakar S. IP M. Si Deputi Tata Kelola Kearsipan ANRI Jadi Narasumber Kunci dalam Seminar Nasional di Tengah Rakernas JKPI XII di Ternate


BN Online Ternate,– Deputi Tata Kelola Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Andi Abubakar, S.IP., M.Si., dijadwalkan hadir sebagai salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka”. Acara ini akan berlangsung pada hari ini, Jumat (28/8/2026), bertempat di Aula Banau, Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun, Ternate.


Seminar nasional ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026. Tahun ini, Kota Ternate mendapat kehormatan menjadi tuan rumah bagi ajang strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan pelestarian warisan budaya dan sejarah di seluruh Indonesia.


Kehadiran pejabat tinggi ANRI tersebut dinilai sangat strategis untuk memperkuat perspektif kearsipan dalam konteks pelestarian kota pusaka. Materi yang akan disampaikan diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pengelolaan arsip dan warisan sejarah bukan sekadar sebagai dokumen masa lalu, melainkan sebagai fondasi identitas serta pembangunan kota yang inklusif.


Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate yang juga merupakan Penanggung Jawab Kegiatan (PIC) seminar, Nona Lethulur, S.Pd., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran Dr. Andi Abubakar merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang besar untuk memperkaya substansi diskusi.


“Kehadiran Deputi Tata Kelola Kearsipan ANRI tentu memberikan nilai strategis bagi seminar ini. Kami berharap perspektif kearsipan dapat memperkuat pemahaman kita bahwa pembangunan kota pusaka tidak hanya berbicara tentang bangunan dan kawasan bersejarah, tetapi juga bagaimana memori, dokumen, dan sejarah kota dikelola serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nona Lethulur.


Ia menambahkan, tema seminar memiliki keterkaitan erat dengan upaya transformasi City Gallery menjadi ruang publik yang mampu menyajikan informasi sejarah, budaya, dan perkembangan kota secara terbuka. Konsep inklusivitas menjadi kunci agar ruang tersebut dapat diakses dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.


“City Gallery harus mampu menjadi ruang edukasi, informasi, dan interaksi publik. Karena itu, konsep inklusif menjadi sangat penting agar keberadaan ruang tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini membutuhkan akses informasi yang lebih luas,” jelasnya.


Sementara itu, Sekretaris Panitia Seminar Nasional, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd., membenarkan jadwal kehadiran Dr. Andi Abubakar. Menurutnya, partisipasi ANRI sangat relevan dengan tema yang diangkat, khususnya dalam melihat arsip sebagai elemen vital dari memori kolektif dan identitas kota.


“Betul, Dr. Andi Abubakar dijadwalkan menjadi narasumber. Kehadiran beliau sangat relevan, khususnya dalam melihat arsip sebagai bagian penting dari memori kolektif dan identitas sebuah kota,” kata Rusman.


Dr. Rusman menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar forum akademik, melainkan wadah untuk menghasilkan gagasan konkret bagi pengembangan Kota Ternate. Melalui pertemuan berbagai perspektif dari pemerintah, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pelestarian kota pusaka harus berjalan beriringan dengan inovasi, keterbukaan informasi, pemanfaatan teknologi, dan prinsip inklusivitas.


“Ternate memiliki sejarah panjang dan kekayaan pusaka yang luar biasa. Melalui seminar ini, kita ingin mendorong bagaimana kekayaan tersebut tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikemas dan dihadirkan dalam ruang publik yang edukatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” tambah Rusman.


Momentum Rakernas XII JKPI Tahun 2026 di Kota Ternate diharapkan dapat memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Ternate ke kancah nasional, sekaligus mendorong lahirnya model pengelolaan kota pusaka yang berkelanjutan dan berdaya saing.


Kamis, 27 Agustus 2026

Perkuat Sinergitas antar Lembaga Kapolres Bantaeng silaturahmi ke DPRD Bantaeng


BN Online Bantaeng – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergitas antar-lembaga, Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng, pada Rabu siang (26/8/2026).


Kedatangan orang nomor satu di Polres Bantaeng tersebut didampingi oleh Kasat Intelkam AKP Edwar, S.H., M.M., serta Kasat Reskrim AKP Andi Aldiansyah, S.E., M.M. Rombongan polisi disambut secara langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng H. Budi Santoso, S.Sos., M.M., Sekretaris Dewan (Sekwan) Muh. Azwar, S.H., serta anggota dewan lainnya yakni M. Amhi dan H. Gazali.


Dalam sambutannya, Ketua DPRD Bantaeng, H. Budi Santoso, mengucapkan selamat datang kepada Kapolres beserta rombongan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin baik antara legislatif dan eksekutif, khususnya dengan Polres Bantaeng, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


"Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat Butta Toa," ujar H. Budi Santoso.


Menanggapi sambutan tersebut, AKBP Andi Mayasari Patongai memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di jajaran Polres Bantaeng. Ia mengungkapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pimpinan DPRD dan menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang terbuka dan transparan dengan seluruh unsur pemerintahan daerah.


Kapolres menekankan bahwa terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak bisa dicapai oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan kolaborasi solid dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD.


“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Apabila terdapat masukan, kendala, maupun permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan kepolisian ataupun situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bantaeng, kami siap berkoordinasi dan mencari solusi bersama,” tegas AKBP Andi Mayasari.


Ia menambahkan, harapan besarnya adalah hubungan baik yang sudah ada semakin erat, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi warga Bantaeng.


Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan hangat. Setelah bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis di wilayah Bantaeng, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen penguatan hubungan kelembagaan antara Polres dan DPRD Kabupaten Bantaeng.


Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda silaturahmi Kapolres Bantaeng dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen strategis lainnya. Melalui pendekatan komunikatif dan kolaboratif ini, diharapkan stabilitas keamanan terjaga sekaligus pelayanan publik menjadi lebih optimal bagi masyarakat.


TP PKK Bantaeng Galakkan Literasi Digital, Ingatkan Warga Waspada Modus Penipuan Online


BN Online Bantaeng, – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan 10 Program Pokok PKK yang digelar di Aula Kantor Camat Pa’jukukang, Kamis (27/8/2026).


Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, yang membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya sikap bijak dan waspada dalam memanfaatkan media sosial dan platform digital. Dalam sambutannya, ia menyoroti bagaimana aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, hingga marketplace kini tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menjadi sarana utama dalam mencari informasi, berbelanja, hingga menjalankan usaha.


Ny. Gunya mengingatkan bahwa modus penipuan saat ini telah berkembang sangat beragam dan semakin canggih. Pelaku kejahatan siber dapat menghubungi korban melalui berbagai saluran dengan menyamar sebagai pihak-pihak terpercaya.


"Modus penipuan saat ini semakin beragam. Pelaku dapat menghubungi kita melalui pesan WhatsApp, SMS, telepon, media sosial, maupun aplikasi tertentu dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku sebagai teman, klien, keluarga, petugas bank, pegawai pemerintah, kurir, penjual online, bahkan menggunakan identitas orang yang kita kenal," ujar Ny. Gunya.


Ia juga menjabarkan bentuk-bentuk penipuan lain yang marak terjadi, seperti penyebaran tautan (link) palsu, undangan digital mencurigakan, iming-iming hadiah atau giveaway, investasi ilegal, pinjaman online (pinjol), lowongan pekerjaan palsu, serta permintaan kode OTP atau data pribadi lainnya.


Menghadapi ancaman tersebut, Ketua TP PKK Bantaeng mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para ibu dan pelaku UMKM perempuan, untuk menerapkan prinsip keamanan digital yang sederhana namun efektif.


"Jangan mudah percaya, jangan terburu-buru, dan jangan sembarangan memberikan data pribadi. Bagi para pelaku UMKM perempuan, saya juga mengingatkan agar berhati-hati dalam melakukan transaksi secara online. Saring sebelum sharing, cek sebelum percaya, dan pikir sebelum klik," tegasnya.


Kegiatan penyuluhan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan narasumber kunci, antara lain Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad, serta Camat Pa’jukukang, Darmawati Hasan. Sebagai narasumber teknis dalam sesi materi, hadir pula Aipda Khaerul Ihsan yang memberikan wawasan tambahan terkait aspek keamanan dan hukum dalam penggunaan teknologi digital.


Melalui kegiatan ini, TP PKK Bantaeng berharap dapat membangun ketahanan keluarga dan masyarakat terhadap risiko kejahatan siber, sekaligus memaksimalkan manfaat positif dari transformasi digital bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial.


Peringati HUT Kejaksaan ke-81, Kejari Bantaeng Gelar Fun Football Bersama Forkopimda dan OKP


BN Online Bantaeng, – Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai suasana di Lapangan Lompo Battang, Kabupaten Bantaeng, pada Kamis (27/8/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng menggelar pertandingan persahabatan fun football yang melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKP).


Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis daerah. Mewakili Bupati Bantaeng, Muh Fathul Fauzy Nurdin, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, dr. Sultan, turut hadir mendampingi para unsur Forkopimda lainnya.


Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Hadi Sukma Siregar; Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis; Kabag Log Polres Bantaeng, Kompol Supriadi yang mewakili Kapolres Bantaeng; serta Hakim Pengadilan Negeri Bantaeng, Syailendra Anantya Prawira yang mewakili Ketua PN Bantaeng. Turut hadir pula Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Abdullah, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian, H. Subhan, serta berbagai unsur terkait lainnya.


Dalam pertandingan yang berlangsung meriah tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Kejari Bantaeng dan jajaran Forkopimda berhadapan dengan perwakilan dari berbagai elemen OKP di Kabupaten Bantaeng. Meski bersifat kompetitif, nuansa keakraban dan saling menghargai tetap menjadi fokus utama dalam setiap gerak permainan di atas lapangan.


Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Hadi Sukma Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan fun football ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara instansi penegak hukum, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat.


"Melalui olahraga bersama, kami berharap hubungan antarpemangku kepentingan di Kabupaten Bantaeng semakin solid. Sinergi yang terbangun ini menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah," ujar Hadi.


Sementara itu, perwakilan Pemkab Bantaeng mengapresiasi inisiatif Kejari Bantaeng dalam menyelenggarakan acara tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kejaksaan RI ke-81. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum positif untuk membangun komunikasi yang lebih erat dan terbuka antarlembaga.


Dengan terjalinnya koordinasi yang baik melalui pendekatan yang humanis seperti olahraga, diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Bantaeng ke depannya.


Rabu, 26 Agustus 2026

Ketua TP PKK Bantaeng Buka Gerakan GENTING, Tegaskan Stunting Urusan Masa Depan Generasi

BN Online Bantaeng, – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Aula Kantor Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, pada Rabu (26/8/2026).

Dalam sambutannya, Ny. Gunya menekankan bahwa isu stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, melainkan menyangkut keberlangsungan dan kualitas masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, pencegahan stunting memerlukan sinergi dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.

"Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, saya berharap terbangun semangat gotong royong dan kepedulian bersama untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki risiko stunting, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, sanitasi, dan edukasi keluarga," ujar Ny. Gunya.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Tim Penggerak PKK dan para kader yang terus aktif turun ke tengah masyarakat. Ny. Gunya mengajak agar GENTING tidak hanya dipandang sebagai seremonial semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.

"Mari kita jadikan GENTING bukan sekadar sebuah kegiatan, tetapi sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, sehingga tidak ada anak di Kabupaten Bantaeng yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bantaeng, Fiqih Seftiriyanti Luhulima, turut mengajak masyarakat untuk memahami bahwa percepatan penurunan angka stunting adalah tanggung jawab kolektif. Ia menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga sebagai bagian dari solusi.

"GENTING ini menunjukkan bagaimana kita bergotong royong untuk saling membantu. Bukan hanya soal pola asuh, tetapi bagaimana kepedulian kita bersama bisa hadir untuk membantu keluarga dalam mencegah stunting. Para bapak-bapak juga perlu mensosialisasikan bahwa tanggung jawab dalam keluarga adalah ayah. Dengan keluarga yang kuat, insyaallah Bantaeng bangkit," kata Fiqih.

Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap peningkatan sanitasi lingkungan—yang merupakan salah satu faktor kunci pencegahan stunting—Ny. Gunya Paramasukhaputri juga meresmikan fasilitas Jamban Sehat pada kesempatan tersebut. Fasilitas ini merupakan bantuan dari Klinik DOI 79 Bantayang yang ditujukan untuk mendukung upaya kesehatan di Desa Bonto Salluang.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain Camat Bissappu, Muzakkir; Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki; jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Bantaeng, serta para kader kesehatan desa.

News Of This Week