Rabu, 05 Agustus 2026

Satres Narkoba Gagalkan Peredaran Sabu, Amankan Dua Tersangka dan 26 Gram Barang Bukti


BN Online Bantaeng, – Unit Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantaeng kembali berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis methamphetamine atau sabu. Dalam operasi yang digelar pada Jumat (31/7/2026), petugas mengamankan dua terduga pelaku bersama puluhan gram barang bukti di sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Bantaeng.


Penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.30 WITA di Kost Bersaudara, lantai 2 nomor 8, Jalan Merpati Baru Lorong 9, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Operasi ini dilancarkan setelah Satresnarkoba menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.


Menindaklanjuti laporan itu, tim yang dipimpin Kanit Idik I, IPDA Awaluddin Latif, langsung melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap kamar kos serta badan kedua tersangka. Hasilnya, polisi mengamankan dua orang berinisial SU (46), seorang buruh harian lepas asal Desa Pallantikang, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, dan SA (36), seorang ibu rumah tangga asal Desa Bontomate'ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.


Dari hasil penggeledahan, petugas menyita total 26,84 gram barang bukti yang diduga sabu. Rinciannya meliputi satu sachet sedang berisi kristal bening seberat 19,55 gram, sembilan sachet kecil seberat 6,84 gram, serta satu sachet lain seberat 0,45 gram.


Selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang pendukung lainnya, yaitu tiga unit telepon genggam (dua merek Oppo dan satu Vivo), satu helm hitam, satu kotak rokok, korek api, bungkus bekas mi instan, serta berbagai kemasan kosong bekas dan baru untuk sabu.


Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka SU mengakui bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial PE di Kabupaten Jeneponto untuk kemudian dijual kembali.


Kasat Resnarkoba Polres Bantaeng, IPTU Chaidir, S.H., M.H., membenarkan pengungkapan kasus ini. Ia menyatakan bahwa kedua tersangka beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolres Bantaeng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


"Kami membenarkan adanya penangkapan dua terduga pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Saat ini keduanya masih menjalani proses hukum lebih lanjut untuk pengembangan jaringan dan melengkapi proses penyidikan," ujar IPTU Chaidir.


Chaidir juga mengajak masyarakat agar terus berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan warga untuk menjaga keamanan lingkungan dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.


"Atas perbuatannya, kedua terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penyidik saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat," tutupnya.


Putra Dusun Puncukku Bonto Salluang Berkompetisi di Ajang Putra-Putri Batik Se-Sulselbar 2026


BN Online Bantaeng, – Kebanggaan kembali menyelimuti Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bantaeng. Salah satu putra terbaiknya, Reski Hendri Wiguna, siswa SMA Negeri 1 Bantaeng, telah lolos seleksi untuk mengikuti ajang bergengsi Pemilihan Putra-Putri Batik Se-Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Tahun 2026.


Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 5 hingga 8 Agustus 2026. Kehadiran Reski dalam ajang tingkat provinsi ini menjadi sorotan positif bagi masyarakat desa, khususnya warga Dusun Puncukku.


Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, partisipasi Reski bukan hanya prestasi individu, tetapi juga menjadi bukti potensi generasi muda desa yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas.


"Kami sangat bersyukur dan bahagia karena putra Dusun Puncukku, Desa Bonto Salluang, dapat mengikuti kompetisi dalam ajang lomba batik se-Sulselbar tahun 2026 ini," ujar Marzuki.


Ia juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Marzuki menekankan bahwa dukungan moral dan motivasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bantaeng serta Wali Kelas Reski memiliki peran penting dalam mempersiapkan mental dan kepercayaan diri sang siswa.


Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Desa Bonto Salluang menyatakan siap memberikan bantuan dan dukungan penuh kepada Reski Hendri Wiguna selama masa kompetisi. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen desa dalam mendorong prestasi warganya.


"Tidak menutup kemungkinan masih banyak putra-putri terbaik Desa Bonto Salluang lainnya yang mampu menorehkan prestasi gemilang demi nama baik desanya, terlebih lagi mengharumkan nama daerah kita yang berjuluk Bantaeng Butta Toa," tambah Marzuki.


Pemerintah Desa dan seluruh warga Bonto Salluang kini tengah menaruh harapan besar agar Ananda Reski Hendri Wiguna dapat tampil maksimal, mencetak sejarah, dan membawa pulang gelar juara dari event bergengsi Lomba Batik Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lain di Bantaeng untuk terus berkarya dan berprestasi.


Bupati Bantaeng Apresiasi Program KKN-PPM UGM yang Hadirkan Solusi Nyata bagi Masyarakat


BN Online Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Seminar Akhir Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Letta dan Unit Lamalaka yang digelar di Kantor Kecamatan Bantaeng, Rabu, 5 Agustus 2026.


Seminar akhir tersebut menjadi penutup rangkaian pelaksanaan KKN-PPM UGM yang berlangsung selama kurang lebih 50 hari di Kabupaten Bantaeng. Selama masa pengabdian, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sejumlah sektor yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh mahasiswa, dosen pembimbing, serta Universitas Gadjah Mada atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program KKN-PPM.


Menurutnya, berbagai inovasi yang dihadirkan mahasiswa tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Program-program tersebut meliputi pemetaan potensi dan digitalisasi UMKM, pengelolaan limbah dan sampah, edukasi kesehatan, penanganan stunting dan hipertensi, pengembangan sektor peternakan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.


"Saya benar-benar tidak menyangka, dalam waktu sekitar 50 hari adik-adik mahasiswa mampu melaksanakan begitu banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi tantangan di Kabupaten Bantaeng berhasil dipetakan dan diberikan solusi melalui program-program yang sangat inovatif," ujarnya.


Pelaksanaan KKN-PPM UGM tahun ini telah menunjukkan pendekatan yang lebih spesifik dan terarah. Program yang dijalankan tidak lagi sebatas memberikan edukasi secara umum, tetapi telah menyentuh berbagai isu strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, penguatan sektor peternakan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.


Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi nilai tambah karena mampu memberikan dampak yang lebih nyata, berkelanjutan, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten Bidang Administrasi umum, dr. H. Sultan, Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng, Abdi Sam, Kadis Kominfo SP, H.Subhan, Kadis Pertanian, Mahyuddin, Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawiloi, Lurah letta dan Lurah Lamalaka, Babinsa dan Babinkhamtibmas, Koordinator unit KKN-PPM UGM 2026; Natasari Yosia Sitohang serta Mahasiswa KKN-PPM UGM 2026.


Pemdes Bonto Saluang Dukung Penuh Reski Hendra Wiguna Berkompetisi di Duta Batik Sulselbar 2026


BN Online Bantaeng, – Pemerintah Desa Bonto Saluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, menyatakan dukungan penuh kepada salah satu putra terbaiknya, Reski Hendra Wiguna. Siswa kelas 10.1 SMA Negeri 1 Bantaeng ini akan mewakili Kabupaten Bantaeng dalam ajang bergengsi Lomba Duta Batik 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


Reski Hendra Wiguna, yang merupakan anak dari Bapak Rodding dan Ibu Anti serta berasal dari Dusun Puncukku, Desa Bonto Saluang, dijadwalkan mengikuti kompetisi tersebut pada Rabu hingga Sabtu, 5–8 Agustus 2026. Keikutsertaan Reski menjadi momen penting bagi desa untuk menunjukkan potensi generasi muda di bidang pelestarian budaya dan seni batik.


Kepala Desa Bonto Saluang secara langsung memberikan motivasi dan semangat kepada Reski sebelum keberangkatannya. Dalam pernyataannya, Kepala Desa mengapresiasi prestasi akademis dan non-akademis yang telah diraih oleh siswa SMAN 1 Bantaeng tersebut.


"Gapailah cita-citamu, Nak Hendri. Desa Bonto Saluang selalu bangga dan mendukung langkahmu menuju masa depan yang cerah," ujar Kepala Desa Bonto Saluang.


Pihak pemerintah desa berharap kehadiran Reski Hendra Wiguna dapat membawa hasil yang membanggakan. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga untuk mengharumkan nama baik daerah, sekolah, serta Desa Bonto Saluang di kancah provinsi.


"Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat, kami berharap Reski bisa mendapatkan juara dan membawa pulang prestasi gemilang. Ini adalah bukti bahwa pemuda-pemuda dari desa kita memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi," tambah Kepala Desa.


Rencananya, Reski Hendra Wiguna akan menjalani serangkaian tahapan seleksi dalam lomba Duta Batik 2026 yang meliputi penilaian wawasan tentang batik, kreativitas, serta kemampuan public speaking. Masyarakat Desa Bonto Saluang diharapkan dapat mendoakan dan memberikan dukungan moral agar Reski dapat tampil maksimal selama kompetisi berlangsung.


Selasa, 04 Agustus 2026

Pemerintah Perkuat Peran Koperasi Desa, Bupati Bantaeng Ikuti Seminar KDKMP


BN Online Makassar,- Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri kegiatan Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/8).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong terbentuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang profesional, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Program KDKMP merupakan amanat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui semangat gotong royong dan kekeluargaan. 


Meskipun capaian legalitas dan pembangunan tergolong baik, masih diperlukan perbaikan strategi komunikasi publik guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap program KDKMP. 


Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, urgensi, serta tahapan implementasi program sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan kelurahan.


Bupati Bantaeng Uji Nurdin memberikan apresiasi dengan Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal tersebut untuk meningkatkan literasi dan menyamakan persepsi sehingga tidak menjadi isu liar yang mengakibatkan masyarakat salah paham mengenai program Koperasi Merah Putih. 


"Tujuan utamanya salah satunya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan terutama masyarakat desa dengan menaikan pendapatan petani serta menguatkan UMKM lokal, dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, " ungkapnya. 


Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, serta unsur Forkopimda, Kepala Daerah dan Walikota se Sulawesi Selatan.


Rutan Bantaeng Resmi Buka PORSENAP HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Perkuat Sportivitas dan Kebersamaan


BN Online Bantaeng – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana dan Pegawai (PORSENAP) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 Tahun 2026. Upacara pembukaan dilaksanakan di Lapangan Rutan Kelas IIB Bantaeng pada Selasa (04/08) dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta warga binaan pemasyarakatan.


Pembukaan PORSENAP menjadi awal dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang akan diisi dengan berbagai perlombaan olahraga dan seni. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan sekaligus menciptakan suasana pembinaan yang lebih positif dan penuh semangat.


Dalam amanatnya, Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A., mengajak seluruh peserta untuk menjadikan PORSENAP sebagai sarana membangun karakter, memperkuat rasa persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan disiplin.


"Melalui kegiatan ini saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga kebersamaan. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita dapat mempererat persaudaraan dan mengisi peringatan kemerdekaan dengan kegiatan yang positif," ujarnya.


Berbagai cabang olahraga dan perlombaan seni telah dipersiapkan untuk memeriahkan PORSENAP tahun ini. Seluruh kegiatan akan dilaksanakan secara bertahap selama rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-81 dengan tetap mengedepankan keamanan, ketertiban, dan nilai-nilai pembinaan.


Melalui penyelenggaraan PORSENAP, Rutan Kelas IIB Bantaeng berharap dapat terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang harmonis, meningkatkan motivasi warga binaan dalam mengikuti program pembinaan, serta memperkuat sinergi dan kekompakan seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.


Kenal Pamit Kapolres Bantaeng, Bupati Bantaeng Harap Sinergitas Semakin Kuat


BN Online Bantaeng, – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar malam ramah tamah sekaligus acara kenal pamit Kapolres Bantaeng di Gedung Balai Kartini, Selasa malam 3 Agustus 2026.


Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang didampingi Ketua TP. PKK, Gunya Paramasukhaputri, dan Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin. Kegiatan ini menjadi momen silaturrahmi sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian pejabat lama sekaligus penyambutan bagi Pejabat baru, yakni kepemimpinan dari Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, kepada Kapolres Bantaeng yang baru, AKBP Andi Mayasari Patongai.


Dalam sambutannya, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi, kolaborasi, dan dukungan yang telah diberikan selama dirinya bertugas di Kabupaten Bantaeng.


"Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, kerja sama, dan dukungan dari seluruh pihak selama saya mengemban amanah sebagai Kapolres Bantaeng. Saya juga mengucapkan selamat bertugas kepada Kapolres Bantaeng yang baru. Pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja," ujarnya.


Sementara itu, Kapolres Bantaeng yang baru, AKBP Andi Mayasari Patongai, menyampaikan apresiasi kepada pendahulunya atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin Polres Bantaeng. Ia juga berharap dapat melanjutkan sinergi yang telah terjalin dengan baik bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh unsur Forkopimda.


"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo atas pengabdian selama menjabat sebagai Kapolres Bantaeng dan selamat menjalankan tugas di satuan yang baru. Kami siap melanjutkan kerja sama dan kolaborasi yang telah terbangun demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bantaeng," ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng, atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh masyarakat, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Bantaeng.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo atas pengabdian yang luar biasa selama bertugas di Bantaeng. Sinergi yang telah terjalin selama ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah," ujarnya.


Bupati Bantaeng juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada AKBP Andi Mayasari Patongai sebagai Kapolres Bantaeng yang baru. Ia berharap hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Polres Bantaeng dapat terus diperkuat.


Turut hadir pada acara tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng; H. Budi Santoso, Kajari Bantaeng; Hadi Sukma Siregar, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng; Bambang Supriyono, Ketua Persit KCK Kodim 1410/Bantaeng; Ny. Seni Angelina Husni, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pejabat Utama (PJU) Polres Bantaeng.

Senin, 03 Agustus 2026

DPRD Bantaeng Terima Rancangan KUA-PPAS APBD 2027, Bupati Bantaeng Perkuat Komitmen Pembangunan Daerah


BN Online Bantaeng, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng resmi menerima penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Penyerahan dokumen strategis tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026).


Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Budi Santoso, didampingi oleh Wakil Ketua I, Hj. Kasmawati, dan Wakil Ketua II, Hj. Jumrah. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, serta sejumlah pejabat penting lainnya, termasuk Penjabat Sekretaris Daerah H. Muhammad Tafsir, Kapolsek Bantaeng IPTU Syamsul Alam, perwakilan Kejaksaan Negeri Bantaeng Sepriyadi, Pasi Intel Kodim 1410/Bantaeng Kapten Inf. Mustari, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat se-Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menjelaskan bahwa penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Dokumen ini telah diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah serta target kinerja makro yang ingin dicapai.


"Dokumen Rancangan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan pedoman awal dalam penyusunan APBD yang diarahkan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bantaeng," ujar Bupati Fathul.


Lebih lanjut, Bupati memaparkan proyeksi kebijakan pendapatan daerah tahun 2027 yang disusun dengan mempertimbangkan realisasi pendapatan tahun sebelumnya serta capaian tahun berjalan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan.


Sementara itu, untuk sisi belanja daerah, Pemkab Bantaeng tetap konsisten menerapkan pendekatan performance based budgeting atau anggaran berbasis kinerja. Hal ini bertujuan memastikan setiap program dan kegiatan yang dianggarkan benar-benar berorientasi pada hasil nyata, manfaat bagi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.


Terkait kebijakan pembiayaan, Bupati menekankan pentingnya menjaga keseimbangan fiskal melalui pengelolaan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan secara cermat. Langkah ini diambil untuk menutup potensi defisit anggaran maupun memanfaatkan surplus anggaran secara optimal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Menutup sambutannya, Bupati Fathul berharap proses pembahasan Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan secara konstruktif. Ia mengajak seluruh elemen untuk membangun sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan DPRD agar menghasilkan dokumen perencanaan anggaran yang berkualitas, tepat sasaran, dan mampu mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng.


Dijamin Pengobatan Gratis, Bupati Bantaeng Minta Warga Cek Tuberkulosis


BN Online Bantaeng, - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bantaeng, yang digelar di Kantor Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bisappu, Senin, 3 Agustus 2026.


Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini meminta masyarakat agar penyakit Tuberkulosis tidak boleh disembunyikan. Mengingat, penyakit TB bisa mudah disembuhkan jika pasien mengikuti seluruh pengobatan. 


"Penyakit TB ini bukan aib. Karena sangat mudah disembuhkan kalau ikuti aturannya. Yakni minum obat selama 6 bulan tidak boleh stop. Jadi tdak boleh disembunyikan harus segera diperiksa demi tidak tertular orang sekitar dan keluarga kita," kata Bupati. 


Bupati juga menambahkan, pengobatan penyakit Tuberkulosis telah ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Apalagi, pengobatan dan pencegahan penyakit TB merupakan program andalah Presiden Prabowo Subianto. 


"Jadi ini memang program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tidak usah khawatir dengan biayanya. Ini Gratis. Karena demi kesehatan kita dan keluarga sehingga penyakit TB ini harus kita sembuhkan di Bantaeng," jelasnya.


Sementara itu, Ketua Program Kegiatan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi, Mirna mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu strategi percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui penemuan kasus secara aktif, pelacakan kontak, dan skrining kesehatan masyarakat yang dlintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). 


"Pelaksanaannya berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026 dengan melibatkan Tim Pelaksana Swakelola, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, serta lintas sektor terkait, " ungkapnya. 


Dirinya menjelaskan, tujuan kegiatan ini diantara lain mempercepat pelaksanaan contact tracing pada pasien TB, mengintegrasikan tracing TB dengan layanan Cek Kesehatan Gratis, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penemuan kasus TB, mengoptimalkan peran kader dalam pendataan dan mobilisasi kontak, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis sehingga meningkatkan detelsi dinisekaligus mengurangi stigma tematap Tuberkulosis.


"Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap pada 13 wilayah kerja Puskesmas yang mencakup seluruh desa dan kelurahan di kabupaten Bantaeng, dimulai di UPT Puskesmas Bissappu pada tanggal 27Juli 2026 dan berakhir di UPT Puskesmas Baruga pada tanggal 10 November 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di 42 lokus dengan sasaran sekitar 4.200 masyarakat, atau rata-rata 100sasaran pada setiap lokus", pungkasnya.


Hadir pada kesempatan itu, Asisten Bidang Administrasi Setda, dr. H. Sultan, Kadis Kesehatan, dr. Andi Ihsan, serta Plt. Camat Bissappu, Muzakkir.


Musrenbang Desa Ulugalung Gelar Penyusunan RKPDes 2027 dan RKPD 2028


BN Online Bantaeng,– Pemerintah Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa pada Senin (3/8/2026). Agenda utama kegiatan ini adalah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2028.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat penting, termasuk Plt. Camat Eremerasa, Zulkarnain, SE.MM., yang memberikan arahan terkait sinkronisasi program desa dengan prioritas kecamatan dan kabupaten.


Turut hadir dalam musyawarah ini Kepala Desa Ulugalung, Haleko HB, P3MD, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ulugalung. Kehadiran unsur pemerintahan desa dan lembaga perwakilan rakyat desa ini menunjukkan komitmen bersama untuk merumuskan rencana pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Plt. Camat Eremerasa menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar anggaran desa dapat dialokasikan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat. Sementara itu, Kepala Desa Ulugalung menyampaikan bahwa Musrenbang ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan program pembangunan untuk tahun-tahun mendatang.


Melalui Musrenbang ini, diharapkan tercipta dokumen perencanaan yang realistis dan sesuai dengan potensi serta permasalahan yang ada di Desa Ulugalung, sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Polres Bantaeng Gelar Serah Terima Jabatan, AKBP Andi Mayasari Resmi Pimpin Butta Toa dan disambut Tari Padduppa


BN Online Bantaeng,– Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng resmi melaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) kepemimpinan pada Senin (3/8/2026). Momen ini menandai pergantian tongkat komando dari AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, S.I.K., M.H., kepada AKBP Andi Mayasari, S.I.K., M.M. sebagai Kapolres Bantaeng yang baru.


Rangkaian kegiatan penyambutan dan pelepasan pejabat berlangsung di Mapolres Bantaeng dengan nuansa khidmat serta penuh kekeluargaan. AKBP Andi Mayasari tiba di Mapolres Bantaeng sekitar pukul 08.00 Wita dan disambut langsung oleh pendahulunya, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo.


Prosesi penyambutan diawali dengan laporan dari Wakil Kapolres Bantaeng, dilanjutkan dengan tradisi pengalungan bunga, pemberian buket, penghormatan jajaran, hingga tarian adat Padduppa sebagai bentuk welcome ceremony khas Sulawesi Selatan.


Usai prosesi penyambutan di halaman, acara berlanjut ke Aula Endra Dharmalaksa untuk rangkaian acara kenal pamit. Dalam sesi ini, hadir para pejabat utama Polres Bantaeng beserta Kapolsek jajaran. Acara diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari pejabat lama, sambutan sekaligus perkenalan diri dari Kapolres baru, serta pertukaran cinderamata sebagai tanda kenang-kenangan.


Dalam prosesi pelepasan, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo yang didampingi oleh istri, Ny. Nanda Pras, menerima pengalungan bunga dari AKBP Andi Mayasari sebagai simbol penghargaan atas dedikasi selama memimpin.


Pergantian pimpinan ini dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri yang sehat. Kegiatan kenal pamit ini merupakan tradisi organisasi sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus membuka lembaran baru bagi pejabat baru.


"Kami berharap estafet kepemimpinan ini dapat terus memperkuat soliditas internal Polres Bantaeng serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar perwakilan dalam keterangan resminya.


Seluruh personel Polres Bantaeng menyatakan kesiapannya untuk mendukung kepemimpinan AKBP Andi Mayasari dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Bantaeng.


Sekitar pukul 11.30 Wita, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo bersama istri meninggalkan Mapolres Bantaeng. Prosesi pelepasan berlangsung aman, tertib, dan haru.


Dengan dilantiknya AKBP Andi Mayasari, S.I.K., M.M., maka dimulailah babak baru pengabdian untuk menjaga kamtibmas serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bumi Butta Toa, Kabupaten Bantaeng.


Jumat, 31 Juli 2026

Bupati Bantaeng Buka Kaderisasi GMNI, Tekankan Peran Mahasiswa sebagai Mitra Pembangunan


BN Online Bantaeng, – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzi Nurdin, secara resmi membuka kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) III yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bantaeng. Pembukaan berlangsung di Baruga Latippa, Pantai Marina, pada Jumat (31/7/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI, Muhammad Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Riset dan Teknologi. Kegiatan kaderisasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 3 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Re-aktualisasi Trisakti sebagai Jalan Revolusi Kita". Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen organisasi untuk memperkuat kualitas kader melalui penguatan ideologi, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.


Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzi Nurdin memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kaderisasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan wadah strategis dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di masyarakat.


"Mahasiswa merupakan elemen strategis yang tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah," ujar Bupati.


Bupati juga menegaskan bahwa perjuangan GMNI berlandaskan pada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya tertuju pada kaum tani, tetapi juga mencakup nelayan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta seluruh lapisan masyarakat lainnya yang membutuhkan keberpihakan dalam proses pembangunan.


Lebih lanjut, Bupati berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan momen kaderisasi ini sebaik-baiknya.


"Jadikan proses kaderisasi ini sebagai ruang untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Daerah ini membutuhkan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan Bantaeng," pungkasnya.


Acara pembukaan KTD III ini turut dihadiri oleh Ketua DPC GMNI Bantaeng, Jabal Rakhmad; Ketua Pengurus Alumni GMNI Cabang Bantaeng, Muh. Ihsan Hidayat B; jajaran pengurus DPC GMNI Bantaeng, serta seluruh peserta kaderisasi.


News Of This Week