Tampilkan postingan dengan label MAKASSAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKASSAR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2026

Ingin Perluas Pasar UMKM, Ketua Dekranasda Bantaeng Hadiri Puncak HUT Dekranas ke-46 Tahun


BN Online Makassar,- Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu daerah yang turut berpartisipasi meramaikan Pameran kriya dan wastra yang menjadi salah satu agenda utama pada puncak perayaan 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, yang dilaksanakan di Trans Mall Makassar, Jum'at (10/7).


Pada HUT DEKRANAS ke-46 tahun ini, Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah, dan diikuti oleh Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia beserta seluruh UMKM binaannya dan akan berlangsung sejak 9 s/d 12 Juli 2026.


Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, yang juga merupakan Ketua Dekranasda Kab. Bantaeng hadir langsung pada puncak HUT Dekranas yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Ananda Gibran.


"Melalui giat ini kita berharap dapat memperluas komunikasi, sinergitas, dan mari terus berinovasi untuk kemajuan dan pengembangan produk-produk Dekranasda", tutur Ketua Dekranasda Bantaeng.


Beliau juga mengatakan bahwa lewat kegiatan ini, tentunya diharapkan dapat menjadi momentum dalam memperluas akses pasar produk kriya dan wastra Indonesia, sekaligus meningkatkan pasar UMKM khususnya di Kab. Bantaeng


Selain pameran, terdapat pula beberapa kegiatan menarik lainnya, diantarahya Lokakarya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital RI bertema "Kreasi Kriya Keluarga Tunas, Merajut Kehangatan di Era Digital", Pentas Seni Budaya serta Bincang Inspiratif.


Ketua panitia harian 46 tahun dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan bahwa untuk HUT Dekranas ke-46 tahun ini, panitia menyiapkan sebanyak 204 stan untuk peserta pameran dari seluruh Indonesia.


Jumat, 26 Juni 2026

Ditresnarkoba Polda Sulsel Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Provinsi, Dua Pelaku Diamankan dengan Barang Bukti 4,4 Kg Sabu


BN Online Makassar,-- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Selatan melalui Unit 2 Subdit 3 berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika lintas provinsi yang melibatkan wilayah Makassar dan Pekanbaru. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang pelaku dengan total barang bukti sabu seberat 4,4 kilogram.


Pengungkapan kasus ini bermula pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 13.10 Wita, saat personel Opsnal Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulsel melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial A.M di Jalan Nusantara, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.


Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya penumpang kapal KM Perindo I rute Surabaya–Makassar yang diduga membawa narkotika jenis sabu. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin Kanit Unit 2 Subdit 3 melakukan penyelidikan dan pemantauan di area Pelabuhan Makassar.


Sekitar pukul 13.10 Wita, petugas berhasil mengidentifikasi target dan langsung melakukan penangkapan serta penggeledahan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 1 (satu) paket besar sabu dengan berat bruto 103,64 gram yang disembunyikan di dalam mainan mobil anak dan dilakban warna hijau.


Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial F yang berada di Pekanbaru atas perintah seorang perempuan berinisial R yang berada di Makassar, dengan imbalan sebesar Rp10 juta setelah barang diserahkan. Pelaku juga mengaku telah membuang telepon genggamnya ke laut atas arahan pengendali.


Berdasarkan keterangan tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Hasilnya, pada Minggu, 21 Juni 2026 sekitar pukul 18.10 WIB, tim berhasil mengamankan seorang pria berinisial N.R  di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.


Penangkapan dilakukan melalui metode undercover buy setelah petugas berkoordinasi dengan jaringan pelaku. Saat dilakukan penangkapan, petugas menemukan 309 gram sabu yang dibawa oleh tersangka.


Selanjutnya, dari hasil pengembangan dan penggeledahan di tempat tinggal pelaku, ditemukan tambahan barang bukti berupa 4 paket besar sabu dengan total berat bruto 4.051 gram. Dengan demikian, total keseluruhan barang bukti yang diamankan mencapai 4.360 gram (4,36 kilogram). Selain itu, turut diamankan dua unit telepon genggam, plastik klip kosong, serta alat bantu berupa sendok.


Dalam pemeriksaan, pelaku N.R mengakui bahwa dirinya berperan sebagai pemasok yang memberikan narkotika kepada pelaku A.M. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dijanjikan upah sebesar Rp10 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diedarkan.


Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Saat ini, Ditresnarkoba Polda Sulsel masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika lintas provinsi tersebut.


Kamis, 25 Juni 2026

Bupati Bantaeng Buka Bimtek Penguatan Pengawasan Keuangan Desa Melalui Siskeudes Online Versi 2.0.9


BN Online Makassar,– Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin didampingi Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa melalui Optimalisasi Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes) Versi 2.0.9 Berbasis Online. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa dan Pengelola Keuangan Desa se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2026.


Acara yang berlangsung di Hotel Grand Asia Makassar tersebut dijadwalkan selama empat hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Juni 2026. Tujuan utama dari penyelenggaraan bimtek ini adalah meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola keuangan desa secara transparan, akuntabel, efektif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan strategis ini. Menurutnya, langkah ini merupakan ikhtiar besar bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.


“Saya menghaturkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini. Ini merupakan ikhtiar besar kita bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Fathul.


Bupati juga menegaskan peran strategis desa dalam pembangunan daerah maupun nasional. Berbagai program prioritas pemerintah, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, hingga penguatan pelayanan dasar, sebagian besar dilaksanakan di tingkat desa. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci keberhasilan program-program tersebut.


Terkait implementasi teknologi, Bupati menyebutkan bahwa penerapan Siskeudes Versi 2.0.9 berbasis online memberikan kemudahan signifikan dalam proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban keuangan desa.


“Sistem ini memungkinkan pengawasan yang lebih baik karena seluruh data dan transaksi keuangan terdokumentasi secara digital. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dapat semakin ditingkatkan,” tambahnya.


Siskeudes dinilai sebagai instrumen penting yang dirancang untuk memastikan pengelolaan keuangan desa berjalan secara sistematis, terdokumentasi dengan baik, dan mudah diawasi. Kehadiran sistem ini tidak hanya membantu proses administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan penyimpangan serta penguatan akuntabilitas.


Melalui bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap seluruh kepala desa dan pengelola keuangan desa dapat memahami secara komprehensif penerapan Siskeudes Online Versi 2.0.9 serta mampu mengimplementasikannya secara optimal demi mendukung tata kelola pemerintahan desa yang bersih, profesional, dan berintegritas.


Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng H. Budi Santoso, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Dr. H. Muhammad Tafsir, Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Gunawan Amin mewakili Kapolres Bantaeng, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bantaeng Akhmad Putra Dwi mewakili Kajari Bantaeng, Plt. Inspektur Daerah Kabupaten Bantaeng Fiqih S. Luhulima, Kepala Dinas PMD, PP dan PA H. Hariyanto, para camat, serta seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Bantaeng.


Bupati Bantaeng Jalin Kerja Sama dengan FIB Unhas, Fokus pada Pelatihan Bahasa Jepang dan Identitas Daerah


BN Online Makassar,– Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, melakukan kunjungan resmi ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (25/6/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara staf FIB Unhas dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk membahas peluang kolaborasi strategis antara kedua institusi.


Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan FIB Unhas tersebut menghasilkan beberapa poin penting terkait kerja sama yang akan dikembangkan, khususnya dalam bidang pendidikan vokasi dan penelitian budaya.


Salah satu agenda utama yang dibahas adalah kerja sama pengajaran Bahasa Jepang di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng. Program ini ditujukan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja Indonesia yang akan ditempatkan di Jepang melalui skema Authorized Care Organization Management (AKOM).


Bupati Fathul Fauzy menjelaskan bahwa meskipun Bantaeng memiliki fasilitas AKOM dan BLK yang memadai, terdapat kendala signifikan berupa keterbatasan tenaga pengajar Bahasa Jepang yang kompeten.


"Kami memiliki AKOM dan BLK yang bisa memberi peluang untuk melaksanakan pelatihan Bahasa Jepang, namun ada kendala seperti kurangnya tenaga pengajar bahasa Jepang. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kolaborasi dari FIB Unhas untuk menjadi solusi dari kendala tersebut," ujar Bupati Fathul Fauzy dalam sambutannya.


Selain aspek ketenagakerjaan, kedua pihak juga sepakat untuk menjalin kerja sama dalam perumusan identitas daerah Bantaeng. Kolaborasi ini akan diawali dengan kegiatan penelitian bersama antara akademisi FIB Unhas dan pemangku kepentingan di Bantaeng. Hasil penelitian tersebut nantinya akan didiseminasikan melalui berbagai kegiatan akademik dan publik, seperti Seminar, Workshop, Focus Group Discussion (FGD), maupun Kuliah Umum.


Hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut adalah Putri Fatimah Nurdin. Selain berperan sebagai Dosen di Universitas Hasanuddin, Putri Fatimah juga dikenal aktif sebagai Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit (YBH PA Bangkit). Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aspek akademis, sosial, dan pemerintahan dalam mewujudkan kerja sama yang berkelanjutan.


Dengan adanya inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal serta memperkaya khazanah pengetahuan mengenai identitas budaya daerah melalui pendekatan akademis yang komprehensif.

Selasa, 23 Juni 2026

Bupati Bantaeng Hadiri Peresmian Paket Pekerjaan Jalan Inpres 2025 di Sulsel, Total Panjang Capai 62,54 Km

BN Online Makassar,– Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri kegiatan Peresmian Paket Pekerjaan Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan.


Kegiatan peresmian berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (23/6/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, serta sejumlah pejabat terkait dan perwakilan dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.


Dalam sambutannya, Kepala BBPJN Sulsel, Indra Cahya Kusuma, menyampaikan bahwa program pembangunan jalan tahun ini memiliki cakupan yang signifikan bagi konektivitas wilayah di Sulawesi Selatan. Program IJD TA 2025 ini mencakup total panjang jalan sepanjang 62,54 kilometer yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.


Indra Cahya Kusuma juga mengungkapkan bahwa Kementerian PUPR telah mengalokasikan dan merealisasikan anggaran sebesar Rp 258,175 miliar untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dana ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional maupun daerah, sehingga mampu menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.


Kehadiran Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam acara ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam bersinergi dengan pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Dengan adanya program ini, diharapkan kondisi jalan di berbagai wilayah, termasuk akses menuju dan di dalam Kabupaten Bantaeng, akan semakin baik dan mendukung aktivitas perekonomian warga.


Peresmian ini menjadi tanda dimulainya atau selesainya tahap tertentu dari paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas nasional dalam rangka pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan.


 

Selasa, 16 Juni 2026

Klarifikasi Kanwil Ditjenpas Sulsel: Insiden Penikaman di Lapas Makassar Bukan Akibat Narkoba, Hasil Tes Urin Negatif


BN Online Makassar,– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan bergerak cepat menanggapi pemberitaan yang beredar di sejumlah media terkait dugaan penyalahgunaan narkoba yang dikaitkan dengan insiden penikaman narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar. Melalui pemeriksaan mendalam dan tes urin, pihak berwenang memastikan bahwa insiden tersebut murni konflik interpersonal dan tidak ada keterkaitan dengan narkotika.

Kegiatan klarifikasi dan pemeriksaan yang dilaksanakan pada Senin (15/6/2026) itu dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemasyarakatan dalam menjaga objektivitas informasi serta menjamin keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.


Dalam proses pemeriksaan terstruktur yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan, tim mendalami keterangan dari empat warga binaan yang terlibat dalam insiden tersebut.


Awal Mula Konflik Kesalahpahaman

Berdasarkan hasil investigasi, peristiwa bermula dari kesalahpahaman antar penghuni kamar hunian. Salah seorang warga binaan yang baru menempati kamar tersebut mendapat teguran berulang kali dari penghuni lain karena dianggap mengganggu ketertiban, khususnya saat pelaksanaan ibadah shalat.


Teguran yang bertujuan menjaga kenyamanan bersama tersebut justru memicu adu mulut yang berujung pada perkelahian. Dalam kondisi emosi yang memuncak, terjadi tindakan kekerasan fisik yang melibatkan beberapa warga binaan lain di lokasi kejadian, hingga mengakibatkan luka pada salah satu pihak.


Meski demikian, pantauan medis menunjukkan kondisi korban kini telah pulih sepenuhnya. Luka telah sembuh tanpa tanda infeksi atau keluhan lanjutan, dan yang bersangkutan sudah dapat beraktivitas normal seperti sedia kala.


Hasil Tes Urin Negatif Narkoba

Untuk membantah isu penyalahgunaan zat terlarang, Tim Satops Patnal juga melaksanakan tes urin terhadap keempat warga binaan yang terlibat. Hasilnya menegaskan bahwa seluruh warga binaan dinyatakan NEGATIF dari penggunaan narkoba.


Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa insiden tersebut merupakan konflik pribadi akibat kesalahpahaman dan teguran terkait tata tertib ibadah, bukan akibat pengaruh narkotika atau peredaran gelap narkoba di dalam Lapas Kelas I Makassar.

Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Pasca-insiden, para pihak yang terlibat telah menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka menandatangani surat pernyataan damai yang berisi kesepakatan untuk saling memaafkan, tidak memperpanjang masalah, tidak melakukan tindakan balasan, serta berkomitmen penuh untuk mematuhi tata tertib lapas demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.


Komitmen Pengawasan Ketat

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan, Mulyadi, menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan akan terus mengedepankan deteksi dini dan penegakan disiplin.


"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang dengan cepat, objektif, dan transparan. Hasil pemeriksaan serta tes urin yang telah dilakukan menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang diberitakan. Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Sulawesi Selatan," tegas Mulyadi.


Melalui langkah-langkah akuntabel ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Selatan memastikan situasi di Lapas Kelas I Makassar tetap terkendali, sekaligus memberikan kepastian hukum dan informasi faktual kepada masyarakat.


Rabu, 13 Mei 2026

Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan KOMCAD Unsur ASN Prov. Sulsel.


BN Online Makassar,- Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin menghadiri Upacara Penetapan KOMCAD dalam rangka Pembentukan Komponen Cadangan (KOMCAD) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dilangsungkan di Lapangan Karebosi, Jl. Ahmad Yani, Makassar, Rabu (13/5).


Sebagaimana diketahui bersama, Sulsel ditetapkan sebagai pelopor nasional dalam program pembentukan Komcad khusus dari kalangan birokrasi sipil. Dengan tujuan memperkuat sistem pertahanan semesta dengan melibatkan ASN, sekaligus meningkatkan nasionalisme dan disiplin kerja ASN.


Wabup Bantaeng pada kesempatan itu menghaturkan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan menyebut bahwa program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui kesiapsiagaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.


"Apresiasi dan dukungan senantiasa kita berikan dalam memperkuat sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur sipil. Mari kita membentuk mentalitas yang disiplin, tangguh dan memiliki dedikasi tinggi", ujar Wabup.


News Of This Week