Sajian Sarabba ini dihadirkan secara khusus di Stand Kwarda Sulawesi Selatan sebagai bentuk promosi kuliner daerah kepada para peserta jambore dari seluruh Indonesia. Minuman berbahan dasar jahe ini tidak hanya menawarkan kehangatan dan rasa yang unik, tetapi juga menjadi simbol pelestarian tradisi leluhur.
Dalam pelaksanaannya, para peserta kontingen Bantaeng mendapatkan pendampingan intensif dari Kakak Bina Damping, Kak Zaenal Abidin M. Proses ini mencakup segala hal, mulai dari persiapan bahan baku, teknik penyajian yang tepat, hingga pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai filosofis dan budaya yang terkandung dalam setiap tegukan Sarabba.
"Kegiatan ini bukan sekadar menyajikan minuman, tetapi menjadi media belajar bagi adik-adik Pramuka untuk mengenalkan potensi daerah mereka kepada masyarakat luas," ujar pihak panitia kegiatan di lokasi.
Melalui kehadiran Sarabba di panggung nasional seperti JAMNAS 2026, diharapkan minuman tradisional ini semakin dikenal sebagai kekayaan kuliner Sulawesi Selatan yang memiliki daya tarik kuat. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa warisan budaya tersebut terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
Dengan semangat "Dari Bantaeng untuk Sulawesi Selatan. Dari tradisi untuk generasi," kontingen Kwarcab Bantaeng berharap dapat menginspirasi kwartir lain untuk turut serta mengangkat potensi lokal masing-masing dalam forum nasional.
