Senin, 05 Oktober 2026

Bupati Bantaeng Luncurkan Gerakan “Bantaeng Peduli” Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan Ekstrem

Tags


BN Online Bantaeng, – Pemerintah Kabupaten Bantaeng, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), secara resmi meluncurkan gerakan terpadur bertajuk “Bantaeng Peduli” untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Peluncuran program ini ditandai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin (5/10/2026).


Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kajari Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, serta perwakilan Kapolres Bantaeng AKP Dr. Nurhayati. Turut hadir pula Pj. Sekretaris Daerah H. Muhammad Tafsir, Anggota DPRD Marzuki Hasan, para Asisten Sekda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan seluruh camat se-Kabupaten Bantaeng.


Dalam sambutannya, Bupati Fathul menegaskan bahwa langkah konkret telah diambil untuk merespons kesulitan akses air bersih yang dialami warga. Ia menyebutkan bahwa beberapa hari sebelumnya, dirinya bersama para kepala OPD telah turun langsung mendistribusikan air menggunakan mobil tangki ke Kecamatan Pa'jukukang dan Kecamatan Bissappu.


“Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kami terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang mengalami penurunan debit air dan masuk dalam kondisi kekeringan ekstrem,” ujar Bupati Fathul.


Durasi dan Mekanisme Distribusi


Program “Bantaeng Peduli” dijadwalkan berjalan selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga 6 November 2026. Distribusi air bersih akan dilakukan dua kali dalam sepekan dengan jeda waktu tiga hari antar-pengiriman.


Kekeringan yang melanda Bantaeng terjadi akibat tidak adanya curah hujan sejak minggu ketiga Juli 2026. Kondisi hari tanpa hujan (HTH) yang berkepanjangan sejak awal Agustus hingga saat ini tidak hanya menyulitkan akses air bersih warga, tetapi juga mengeringkan lahan pertanian serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Wilayah Terdampak


Berdasarkan data yang dipaparkan, dampak kekeringan paling signifikan terjadi di dua kecamatan:


1.Kecamatan Pa'jukukang: Meliputi lima desa, yaitu Batu Karaeng, Nipa-Nipa, Pa'jukukang, Borrong Loe, dan Biangloe. Terdapat 19 titik distribusi berbasis dusun yang menjadi sasaran bantuan.


2.Kecamatan Bissappu: Meliputi tujuh wilayah, yakni Bonto Rita, Bontosunggu, Bonto Atu, Bonto Lebang, Bonto Cinde, Bonto Jai, dan Bonto Langkasa. Di kecamatan ini, tercatat sekitar 60 titik krisis air bersih berbasis RT dan RW.


Prediksi Musim Hujan


Mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rakor, awal musim hujan di Kabupaten Bantaeng diperkirakan baru akan masuk pada minggu kedua Desember 2026. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Maret 2027.


Melihat jangka waktu tersebut, gerakan “Bantaeng Peduli” diharapkan dapat menjadi jembatan bantuan vital bagi masyarakat selama masa tunggu menuju musim hujan. Selain memenuhi kebutuhan dasar, program ini juga bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mitigasi dampak kekeringan di daerah tersebut.


This Is The Newest Post

News Of This Week