Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPVP Bantaeng tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Penandatanganan MoU ini menandai komitmen bersama untuk menghadirkan program pelatihan vokasi bersertifikat standar industri bagi warga binaan Rutan Bantaeng.
Melalui kerja sama ini, warga binaan akan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan yang terstruktur dan diakui secara nasional. Program tersebut diharapkan mampu membekali mereka dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga setelah menyelesaikan masa pidana, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program pembinaan berbasis keterampilan.
“Penandatanganan MoU yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Rutan dan BPVP Bantaeng. Fokus utama kami adalah memastikan warga binaan mendapatkan pelatihan vokasi bersertifikat agar mereka memiliki bekal kemandirian ekonomi yang nyata saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. Diharapkan, kerja sama ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembinaan di Rutan Bantaeng.
