Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 5 hingga 8 Agustus 2026. Kehadiran Reski dalam ajang tingkat provinsi ini menjadi sorotan positif bagi masyarakat desa, khususnya warga Dusun Puncukku.
Kepala Desa Bonto Salluang, Marzuki, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, partisipasi Reski bukan hanya prestasi individu, tetapi juga menjadi bukti potensi generasi muda desa yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
"Kami sangat bersyukur dan bahagia karena putra Dusun Puncukku, Desa Bonto Salluang, dapat mengikuti kompetisi dalam ajang lomba batik se-Sulselbar tahun 2026 ini," ujar Marzuki.
Ia juga tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Marzuki menekankan bahwa dukungan moral dan motivasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bantaeng serta Wali Kelas Reski memiliki peran penting dalam mempersiapkan mental dan kepercayaan diri sang siswa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Desa Bonto Salluang menyatakan siap memberikan bantuan dan dukungan penuh kepada Reski Hendri Wiguna selama masa kompetisi. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen desa dalam mendorong prestasi warganya.
"Tidak menutup kemungkinan masih banyak putra-putri terbaik Desa Bonto Salluang lainnya yang mampu menorehkan prestasi gemilang demi nama baik desanya, terlebih lagi mengharumkan nama daerah kita yang berjuluk Bantaeng Butta Toa," tambah Marzuki.
Pemerintah Desa dan seluruh warga Bonto Salluang kini tengah menaruh harapan besar agar Ananda Reski Hendri Wiguna dapat tampil maksimal, mencetak sejarah, dan membawa pulang gelar juara dari event bergengsi Lomba Batik Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lain di Bantaeng untuk terus berkarya dan berprestasi.
