Jumat | 28 Juli 2017 | 10.00 | Wita
BN Online.Bantaeng,-Pembagian mesin pemotong padi ke kelompok tani Kab.
Bantaeng menuai kontroversi dari berbagai kalangan LSM dan publik. Karena adanya dugaan dalam pembagian mesin ini yang terkesan milih kasih dan tidak merata, serta mengurangi petani penggarap.
Menanggapi hal tersebut diatas" Kepala Bidang Tanaman Pangan Kab.Bantaeng Muhlis", ketika dikonfirmasi hal tersebut beberapa waktu yang lalu mengatakan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, sehingga pemerintah menyediakan mesin tersebut bagi kelompok tani yang ada dikabupaten Bantaeng, dengan harga yang tidak murah bahkan ada hampir satu milyar per unitnya dan tersebar di beberapa kelompok tani di kab, Bantaeng.ungkapnya
Guna memudahkan dalam hal memanen hasil tanamnya berupa padi dan juga memaksimalkan hasil panen petani , Namun dilain sisi banyak petani penggarap sawah yang biasanya menanam dan ikut memanen padi malah mengeluh dengan adanya mesin ini.
Karena dirasakan kurangnya pendapatan , mereka tidak lagi dilibatkan dalam hal memanen, menurut para petani mengungkapkan kepada awak media"BN" bahwa bantaeng belum saatnya menggunakan tekhnologi mesin pemotong padi dikarenakan luas persawahan begitu kecil dibandingkan kabupaten lain, pengadaan mesin pemotong padi di bantaeng tidak tepat sasaran sama saja pemborosan anggaran, ungkap Jamaluddin selaku Koordinator Forum Pemerhati Petani Butta toa Bantaeng.(Aswin.S)
Editor | BN.Online Sul sel | Edhy