Sabtu, 29 Juli 2017

Ribuan Orang Hadiri, Ta, ziah Al-Marhum H Jabbar Tanro

Sabtu, 29 Juli 2017 | 20:30 | Wita

Ceramah KH Saad, dirumah duka, H.Jabbar      Tanro,  Malam Minggu 29 Juli 2017.


BN Online Jeneponto----Dua hal yang tidak boleh diucapkan ketika seseorang meninggal dunia, yaitu ketika orang mati jangan ditanya apa penyakit, dan jangan ditanya berapa umurnya karena penyakit bukan penentu orang meninggal dunia, dan persoalan umur bukan tua bukan persoalan muda, karena yang tentukan semua adalah Allah SWT.

Jadi yang paling pantas dipertanyakan adalah, kapan meninggal, dimana rumah duka, dimana mau dikuburkan, itulah yang diajarkan agama Islam. Demikian antara lain disampaikan KH saad saat memberikan tauziah dalam acara ta, ziah 10 hari meninggalnya al-marhum H. Muh. Jabbar Tanro, MM, MBA bakal calon bupati Jeneponto periode 2018-2023 mendatang. Acara itu dimaccini baji Kec Kelata, malam Minggu 29 Juli 2017.

Ribuan orang ikut acara Ta, ziah dirumah Al-Marhum, H.Jabbar Tanro, di Maccini Baji Kec.Kelara Kab.Jeneponto.


Dikatakan jangan musyrik, karena musyrik adalah dosa besar dan kita masuk neraka. 
Untuk itu malam ini saya sampaikan kepada jemaah, jangan selalu ke ahli nujum (patontonga) untuk percaya karena ini sudah diberantas oleh Rasulullah SAW, untuk tidak percaya dengan tukang ramal karena kita bisa musyrik.

Termasuk kepercayaan kalau ada orang foto bertiga, bahwa foto bertiga orang bisa cepat meninggal itu juga musyrik, termasuk iri hati terhadap orang lain, karena reskinya bertambah, jangan kita iri hati tapi mari kita mendoakannya agar bisa dia manfaatkan hartanya untuk kebaikan, sebaliknya kita berusaha untuk mendapatkan juga Harta yang halal.Intinya mari kita sukuri yang ada. Jelas KH Assad.


Dalam acara itu dihadiri pula sejumlah anggota DPRD Jeneponto, sek wilayah PPP sulsel, ketua ppp Bantaeng serta puluhan pejabat lainnya.(Agus Munte).




Editor : BN | Sulsel | Dny

News Of This Week