Almarhum Muhammad Yasin, putra dari Letnan Kolonel Purnawirawan H. Bohari, dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (26/6/2026) pukul 11.15 WITA. Kabar duka ini segera menyebar luas dan mendapat respons cepat dari pemerintah daerah serta masyarakat Bantaeng.
Dalam sambutannya, Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat KORPRI Kabupaten Bantaeng, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar segala amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah SWT.
"Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam dan merasa kehilangan atas kepergian beliau. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami mengharapkan kiranya menerima cobaan ini dengan sabar, tawakkal, tulus, dan ikhlas," ujar Bupati Fathul.
Ia menambahkan, semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima semua dharma bakti almarhum dan menempatkan arwahnya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebelum prosesi pelepasan jenazah, Bupati Bantaeng telah lebih dahulu mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menggelar doa bersama. Himbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada tokoh agama, pengurus masjid, dan pondok pesantren se-Kabupaten Bantaeng pada Jumat (26/6/2026).
"Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kita atas dedikasi Bapak Muh. Yasin atas pengabdiannya untuk masyarakat Bantaeng, mari kita gelar doa bersama setelah salat Magrib. Semoga Almarhum husnul khatimah," tulis Bupati dalam himbauannya.
Himbauan tersebut mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat, yang kemudian melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghargaan terakhir terhadap jasa-jasa almarhum dalam membangun Kabupaten Bantaeng.
Jenazah almarhum kemudian dilanjutkan perjalanannya ke tempat pemakaman untuk dimakamkan secara Islam.
