Acara ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (Anniversary) ke-3 DPC PAPPRI Bantaeng yang akan jatuh pada 22 Oktober 2026 mendatang. Bazaar musik ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi bagi para seniman lokal.
Panitia Bazaar Musik, Rahma Rasyid, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan acara. Ia menyoroti kuatnya rasa kebersamaan di antara para seniman DPC PAPPRI Bantaeng.
"Kami sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini, karena kebersamaan yang sangat kental terlihat dari para seniman yang ada di DPC PAPPRI Bantaeng," ujar Rahma.
Rahma juga menceritakan dinamika persiapan lokasi acara. Awalnya, panitia mengajukan permohonan penggunaan area di samping Video Tron di trotoar kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, terkendala regulasi dan informasi mengenai biaya sewa sebesar Rp2 juta meski hanya digunakan selama enam jam (16.00–22.00 WITA), panitia akhirnya memindahkan lokasi ke area depan Cafe Furity.
"Meski bergeser lokasi, alhamdulillah malam ini para pengunjung Bazaar Musik DPC PAPPRI Bantaeng dapat menikmati acara dengan lancar berkat kerjasama panitia, Ketua DPC, serta pengurus inti," tambahnya. Lokasi baru tersebut dinilai strategis karena berdampingan dengan beberapa kafe lainnya.
Sementara itu, Ketua DPC PAPPRI Bantaeng, Tajuddin SH, mengapresiasi kerja keras panitia sehingga acara dapat berjalan dengan baik. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah mempererat tali persaudaraan melalui musik.
"Terima kasih banyak kepada panitia bazaar musik telah terlaksana dengan lancar. Dari sini kita bisa berkumpul, bernyanyi, dan bersaudara," kata Tajuddin.
Tajuddin juga menyampaikan rencana kolaborasi ke depan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Ia berencana akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam program penanaman pohon, serta melakukan aksi Jumat Bersih bersama Kodim 1410 Bantaeng.
Kegiatan Bazaar Musik ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan meriah hingga pukul 22.00 Wita, meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung dan seniman yang hadir.
