Menyikapi situasi tersebut, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, langsung bergerak cepat melakukan pemantauan lapangan. Kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini terlihat menggunakan sepeda motor pribadi untuk meninjau kondisi masyarakat di garis pantai.
"Alhamdulillah, meski gempa di NTT terasa cukup kuat hingga ke sini, kita tidak mengalami dampak kerusakan. Namun, memang ada beberapa warga pesisir yang sempat panik," ujar Fauzy Nurdin saat ditemui di lokasi.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Bantaeng termasuk dalam wilayah yang masuk status peringatan siaga ancaman tsunami pasca-gempa tersebut. Menyadari hal ini, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
"Kita tetap menyikapi dengan tenang, jangan panik, namun tetap dalam kondisi siaga. Saya mengimbau untuk menghindari dulu kunjungan atau aktivitas berlebihan di wilayah pesisir sembari menunggu petunjuk lebih lanjut dari BMKG," jelasnya.
Selain memberikan instruksi keselamatan, Bupati Fauzy Nurdin juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara mereka di NTT dan sekitarnya.
"Saya mewakili seluruh masyarakat Bantaeng turut berbelasungkawa atas apa yang dirasakan masyarakat NTT. Mari kita berdoa semoga ujian ini bisa kita lewati dengan baik," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kabupaten Bantaeng terpantau kondusif, meskipun kewaspadaan terhadap potensi gelombang susulan atau dampak lanjutan tetap dijaga oleh pihak berwenang dan masyarakat.
