Kemenangan bersejarah ini terjadi dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium pada Jumat (25/9). Tim Indonesia tampil dominan dengan mengalahkan tuan rumah Jepang dengan skor tipis namun meyakinkan, 2-0.
M. Fathul Fauzy Nurdin menyatakan bahwa pencapaian Yuliana menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bantaeng.
"Kita masyarakat Bantaeng tentunya sangat bangga kepada Yuliana yang telah mengharumkan nama Indonesia pada ajang Asian Games di Jepang," ujar Bupati Fathul.
Sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan, Fathul menilai prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan momentum kebangkitan olahraga di daerah. Ia berharap hal ini dapat memperkuat semangat dalam mempersiapkan atlet-atlet muda Bantaeng untuk menghadapi berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional di masa depan.
"Terimakasih kepada adik kita Yuliana yang telah mengharumkan nama Bantaeng pada ajang internasional. Ini membuka asa bagi anak-anak kita, kalau kita konsisten dan komitmen kita bisa mencapai level yang membanggakan," katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, terhadap bakat-bakat muda di wilayah tersebut. "Untuk itu seluruh pihak harus mendukung bakat anak kita terutama dari pemerintah daerah," tambahnya.
Perlu diketahui, perjalanan Tim Sepak Takraw Putri Indonesia hingga ke podium tidak mudah. Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 0-2 di babak semifinal. Namun, mental juang para atlet kembali bangkit saat menghadapi Jepang, hingga akhirnya berhasil mengamankan medali perunggu.
Tim putri Indonesia yang diperkuat oleh Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari ini ditangani oleh pelatih Ramli Kumang dan Noldi Suleman Husain.
