BN Online Bantaeng – Sebanyak 35 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bantaeng mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda pada Rabu (14/10/2026). Melalui kunjungan edukatif ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng, para pelajar ini diajak untuk memahami pentingnya kreativitas dan semangat kemandirian dalam proses pembinaan pemasyarakatan.
Kunjungan ini dirancang untuk memberikan perspektif baru bagi generasi muda mengenai kehidupan di balik tembok rutan. Para siswa tidak hanya melihat fasilitas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana warga binaan memanfaatkan waktu mereka untuk mengasah kemampuan, menghasilkan karya bernilai, serta mengembangkan keterampilan wirausaha sebagai bekal reintegrasi sosial setelah masa pidana berakhir.
Selama kegiatan, siswa diperkenalkan dengan berbagai hasil karya warga binaan, mulai dari produk makanan hingga kerajinan tangan. Salah satu sorotan utama adalah pelatihan pembuatan roti dan kue serta program ketahanan pangan yang menjadi bagian integral dari upaya pembinaan produktif di Rutan Bantaeng. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan teknis dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi yang menjanjikan.
Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, S.Pd., M.H., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kunjungan edukatif seperti ini merupakan jembatan penting untuk memperkenalkan peran pemasyarakatan secara lebih transparan dan dekat kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
"Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendorong generasi muda agar terus mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan semangat berwirausaha sejak dini," ujar Ambo Asse.
Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler SMAN 1 Bantaeng, Izal Sabrianto, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak Rutan Bantaeng dalam menerima rombongan sekolah. Menurutnya, aktivitas ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan siswa di luar kurikulum formal.
"Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan belajar yang diberikan. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya keterampilan dan kemandirian dalam menghadapi tantangan kehidupan," kata Izal.
Melalui kolaborasi ini, Rutan Bantaeng menegaskan komitmennya bahwa pembinaan narapidana bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan sebuah proses pemberdayaan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendidik generasi muda untuk memandang sistem pemasyarakatan dari sudut pandang yang lebih luas, yakni sebagai wadah pembinaan, pemberdayaan, dan harapan akan perubahan positif.