Tampilkan postingan dengan label DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2023

Bunda PAUD Makassar Dorong Guru Penuhi Hak Anak Lewat Peningkatan Kapasitas

 


BN Online Makassar,- Bunda PAUD Kota Makassar Indira Yusuf Ismail mendorong seluruh guru PAUD di Kota Makassar pemenuhi hak anak dengan meningkatkan kapasitas sebagai guru.

Arahan itu disampaikan Indira pada kegiatan peningkatan kapasitas guru PAUD Kota Makassar yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bekerja sama dengan Pokja PAUD Kota Makassar di Hotel Arthama, Selasa (17/10/2023).

“Penting sekali peningkatan guru PAUD karena pada guru inilah anak kita dididik, kriteria kapasitas guru itu harus kita susun sebaik mungkin karena merupakan bagian dari pemenuhan hak anak,” kata Indira.

Menurut Indira, agar seorang anak yang akan menjadi penerus generasi dapat tumbuh cerdas, haruslah berada di lingkungan yang memberi pendidikan dan pengalaman yang baik.

Peran dan kapasitas guru dalam hal itu, kata Indira, sangat berpengaruh sebab mereka menjadi pusat lingkungan pendidikan yang menemani anak-anak selama beberapa jam setiap hari.

“Selain keluarga dirumah mendidik, ada juga guru PAUD yang menemani anak-anak selama beberapa jam sehari di sekolah. Jadi guru-guru yang ada di sini tentu harus kita tingkatkan kapasitas bukan hanya seorang guru tapi juga seorang pendidik,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Indira juga menekankan pentingnya peran orang tua terhadap pendidikan anak. Tidak hanya sekedar mengantarkan ke sekolah, tapi orang tua juga harus memberi dan merencanakan arah pendidikan anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Sehingga, anak-anak usia dini diharapkan bisa memiliki kesempatan yang luas untuk tumbuh secara optimal menjadi anak cerdas, sehat dan berakhlak mulia.

“Salah satu hak anak adalah pendidikan. Orang tua juga harus merencanakan arah hidup anaknya, tentunya orang tua dulu yang harus tahu apa hak dan kewajiban anak,” ujarnya.(**)


Dinas Kesehatan Kota Makassar Maksimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat Lewat Armada Dottoro’ta


 BN Online Makassar,- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia Todd Dias akan memperkuat program Revitalising Informal Settlements and their Environment (RISE) yang sebelumnya merupakan proyek dengan Monash University.

Keduanya bertekad agar program RISE itu berkelanjutan apalagi Makassar memiliki program unggulan Lorong Wisata (Longwis). Olehnya Makassar dengan longwisnya menjadi langkah pemberdayaan dan program ramah lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami sampaikan terima kasih karena ini merupakan bagian penting. Kita punya program yang selaras namanya Lorong Wisata. Sudah berkembang menjadi 2.077 lorong wisata,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto saat menerima audiensi Konjen Australia beserta rombongan di kediaman pribadinya, Jl Amirullah, Selasa, (17/10/2023).

Danny menginginkan ilmu di RISE terus diajarkan dan diimplementasikan ke masyarakat di lorong-lorong. Termasuk ilmu mengenai lingkungan, pesisir dan kawasan rawa di Makassar.

“Tentunya kami ingin support terhadap lorong wisata dan implementasi low carbon juga di lorong. Sampai saat ini juga sudah berjalan dan kami perpanjang bekerjasama NSF,” ungkapnya.

“Kami sadar banyak yang belum sempurna, maka tahun ini saya akan merevitalisasi dan lebih giat lagi karena ternyata banyak jawaban atas kesulitan masyarakat di lorong-lorong,” tambahnya.

Salah satu konten dari 21 konten Longwis yang mendapat efek positif ialah gerakan menanam cabai. Pasalnya pada saat ini menanam cabai sangat cocok agar panen saat akhir tahun yang mana permintaan akan tinggi karena adanya momen Nataru.

Selain itu ada gerakan pengolahan sampah yang selaras dengan program RISE. “Saya selalu bersyukur pemerintah Australia berikan konsep yang bagus-bagus,” puji Danny.

Konjen Australia Todd Dias mengatakan pihaknya juga berterimakasih kepada Pemkot Makassar karena selalu menerima kolaborasi antara kedua pihak.

Terakhir dengan suksesnya Pameran Budaya di Museum Kota Makassar yang menghadirkan 70 ribu siswa-siswi se-Kota Makassar.

“Penting untuk meneruskan program RISE agar terimplementasi secara berkelanjutan. Dan diharapkan Makassar menjadi kota percontohan program RISE di Indonesia,” jelasnya.

Pula terhadap pembentukan sirkulasi ekonomi di lorong-lorong yang mana klaster-klaster ekonomi longwis itulah yang memperkuat ekonomi, apalagi di dalamnya ada UMKM atau Small Medium Enterprise dan banyak hal lain.

Alhasil terbentuk pula ekosistem digitalisasi big data Metaverse, QR Code penduduk, data pribadi, digital address, medical record, financial record, semuanya.

RISE sendiri merupakan program pemerintah kota mewujudkan Zero Kumuh di wilayah Kota Makassar. RISE telah bermitra dengan Pemerintah Kota Makassar sejak awal program.(**)

Sumber : Humas Kominfo Makassar

Selasa, 10 Oktober 2023

Dinas Kesehatan Kota Makassar Kembangkan Aplikasi Dottoro’ta, Berikut Empat Keunggulan Pelayanannya

 


BN Online Makassar,- Optimalisasi melek kesehatan di Kota Makassar, Dinas Kesehatan Makassar kembangkan layanan Home Care melalui aplikasi Telemedicine Homecare Dottoro’ta.

Aplikasi Dottoro’ta dapat diakses melalui website https://dottorota.makassarkota.go.id/ untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di 47 Puskesmas.

Hadirnya pelayanan ini merupakan upaya Pemkot Makassar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Makassar yang lebih responsif dan optimal.

Apalagi Pemkot Makassar telah meresmikan 47 mobil Low Carbon Dottoro’ta jenis Electrical Vehicle (EV) di Anjungan Pantai Losari pada Selasa (10/10/2023). Mobil Dottoro’ta ini diharapkan mampu meningkatkan kemudahan masyarakat Kota Makassar dalam mengakses kesehatan.

“Hari ini kita melihat 47 mobil ev atau mobil listrik yang Insya Allah akan bertebaran melayani masyarakat 24 jam di kota Makassar,” beber Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto saat meresmikan mobil listrik Dottoro’ta yang ramah lingkungan.
Sejalan dengan hadirnya aplikasi Dottoro’ta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan aplikasi Dottoro’ta diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses kesehatan pada masyarakat.

Hal itu juga sejalan dengan tagline aplikasi ini, yaitu Semua Tempat, Semua Waktu, Semua Jadi Sehat!

“Tahun 2023 kami tingkatkan aplikasi Dottoro’ta. Jadi bagaimana kita betul-betul sistem kewaspadaan dini dan respon kesehatan di kota Makassar kita back up melalui aplikasi,” ucapnya, Selasa (10/10/2023)

Ia menyebutkan setidaknya ada empat layanan dalam aplikasi Dottoro’ta, pertama masyarakat dengan mudah memanggil dokter ke rumah apabila ia sedang sakit dan tidak memungkinkan memeriksakan diri di rumah sakit.

“Kedua, aplikasi ini juga memungkinkan orang yang sehat untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter, sehingga dapat mendeteksi dini penyakit yang mungkin timbul. Ketiga, bagi orang yang sehat, aplikasi ini menyediakan layanan pengantaran obat melalui kurir, sehingga memudahkan akses obat yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Kemudian keempat, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi ini untuk melaporkan kondisi darurat kesehatan orang di sekitarnya. Misalnya, jika ada tetangga yang menderita penyakit seperti DBD, tetapi belum mengetahui tentang aplikasi ini, warga dapat membantu menyebarkannya.

“Jadi artinya aplikasi ini kita semua sama-sama saling membantu dalam melek kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya. (*)

Dinas Kesehatan Kota Makassar Maksimalkan Layanan Kesehatan Lewat Armada Dottoro’ta

 


BN Online Makassar,- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan kembali mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kali ini, Dinas Kesehatan meluncurkan armada mobil Dottoro’ta untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada warga Kota Makassar.

Peluncuran mobil ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin di Anjungan Pantai Losari, Selasa (10/10/2023).

Armada mobil Dottoro’ta adalah sebuah inisiatif revolusioner yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga. Layanan ini juga merupakan bentuk maksimalisasi layanan home care yang sudah ada sebelumnya.

“Di Puskesmas saat ini ada 2 mobil, yaitu ambulans dan Dottoro’ta. Ini adalah armada versi baru. Mobil Dottoro’ta inilah yang akan turun jemput bola ke masyarakat, sesuai inovasi walikota terkait pelayanan 24 jam ke rumah,” ungkap Nursaidah.

Salah satu tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan, terutama bagi warga yang mungkin sulit untuk datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas.

Dengan armada Dottoro’ta, dokter dan perawat yang terampil dapat mengunjungi pasien di rumah mereka, memberikan diagnosis, perawatan, dan bahkan melakukan tindakan medis sederhana jika diperlukan.

“Setiap Puskesmas akan membentuk tim sendiri. Jumlah timnya bergantung pada kesiapan SDM dan luasan area yang dicover. Setiap tim, terdiri atas 3 orang, yaitu dokter, perawat, dan sopir,” jelasnya.

Armada ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa peralatan medis seperti EKG mobile, infus, oksigen, hingga monitor tablet yang menampilkan maps untuk mempercepat akses ke masyarakat yang membutuhkan layanan.

Diketahui, ada 47 unit armada Dottoro’ta yang diluncurkan. Masing-masing armada akan disiagakan di 47 Puskesmas yang ada di Kota Makassar. Armada yang digunakan sendiri adalah mobil listrik.

“Konsep mobilnya sendiri yang agak kecil agar bisa menjangkau lorong-lorong di Makassar dan juga ramah lingkungan karena berbahan bakar listrik, sesuai instruksi presiden,” tuturnya.

Hadirnya armada Dottoro’ta ini menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Makassar memiliki visi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang inovatif dan inklusif.

Program Dottoro’ta adalah langkah nyata dalam mencapai tujuan tersebut, dan diharapkan akan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.(**)


Optimalisasi Melek Kesehatan di Kota Makassar, Dinkes Kembalikan Aplikasi Dottoro’ta

 


BN Online Makassar,- Optimalisasi melek kesehatan di Kota Makassar, Dinas Kesehatan Makassar kembangkan layanan Home Care melalui aplikasi Telemedicine Homecare Dottoro’ta.

Aplikasi Dottoro’ta dapat diakses melalui website https://dottorota.makassarkota.go.id/ untuk berkonsultasi langsung dengan dokter di 47 Puskesmas.

Hadirnya pelayanan ini merupakan upaya Pemkot Makassar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Makassar yang lebih responsif dan optimal.

Apalagi Pemkot Makassar telah meresmikan 47 mobil Low Carbon Dottoro’ta jenis Electrical Vehicle (EV) di Anjungan Pantai Losari pada Selasa (10/10/2023). Mobil Dottoro’ta ini diharapkan mampu meningkatkan kemudahan masyarakat Kota Makassar dalam mengakses kesehatan.

“Hari ini kita melihat 47 mobil ev atau mobil listrik yang Insya Allah akan bertebaran melayani masyarakat 24 jam di kota Makassar,” beber Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto saat meresmikan mobil listrik Dottoro’ta yang ramah lingkungan.

Sejalan dengan hadirnya aplikasi Dottoro’ta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan aplikasi Dottoro’ta diharapkan mampu meningkatkan pemerataan akses kesehatan pada masyarakat.

Hal itu juga sejalan dengan tagline aplikasi ini, yaitu Semua Tempat, Semua Waktu, Semua Jadi Sehat!

“Tahun 2023 kami tingkatkan aplikasi Dottoro’ta. Jadi bagaimana kita betul-betul sistem kewaspadaan dini dan respon kesehatan di kota Makassar kita back up melalui aplikasi,” ucapnya, Selasa (10/10/2023)

Ia menyebutkan setidaknya ada empat layanan dalam aplikasi Dottoro’ta, pertama masyarakat dengan mudah memanggil dokter ke rumah apabila ia sedang sakit dan tidak memungkinkan memeriksakan diri di rumah sakit.

“Kedua, aplikasi ini juga memungkinkan orang yang sehat untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter, sehingga dapat mendeteksi dini penyakit yang mungkin timbul. Ketiga, bagi orang yang sehat, aplikasi ini menyediakan layanan pengantaran obat melalui kurir, sehingga memudahkan akses obat yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Kemudian keempat, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi ini untuk melaporkan kondisi darurat kesehatan orang di sekitarnya. Misalnya, jika ada tetangga yang menderita penyakit seperti DBD, tetapi belum mengetahui tentang aplikasi ini, warga dapat membantu menyebarkannya.

“Jadi artinya aplikasi ini kita semua sama-sama saling membantu dalam melek kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.(**)


Kamis, 05 Oktober 2023

Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi Dukung Intervensi Stunting Lewat Aplikasi Inzting

 


BN ONLINE MAKASSAR--Penurunan angka stunting menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar.

Masalah stunting terus dikawal oleh Pemkot Makassar, dikomandoi oleh Wakil Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi.

Penurunan angka stunting ini tegak lurus dengan program pemerintah pusat, termasuk Sulsel.


Pagi tadi, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi menghadiri coffee morning terkait intervensi stunting di Baruga Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (5/10/2023).

 

Agenda tersebut dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.

Coffee morning tersebut sekaligus menjadi ruang memperkenalkan aplikasi INZTING (Ikhtiar menzerokan stunting).

 

Karenanya, Wawali Fatma memanfaatkan moment tersebut untuk berbincang bincang dengan Pj Gubernur Sulsel terkait optimalisasi penggunaan aplikasi INZTING.

 

"Setelah bincang-bincang, dan mendengarkan pemaparan terkait dari aplikasi INZTING, terbilang memiliki sistem informasi yang sangat lengkap, dengan menu yang banyak, dan tentunya harus diinput.

 

 Untuk itu perlu kejelasan siapa tim pelaksana kegiatan (TPK) yang diberikan amanah," tuturnya.

Kejelasan user dan TPK menurut Fatmawati Rusdi sangat penting, agar tidak ada saling menyalahkan dalam proses penginputan nantinya.


"Untuk permasalahan 
stunting, ada beberapa TPK diantaranya TP PKK, Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.

Dibutuhkan kejelasan dalam pengoperasian aplikasi tentang tupoksi kerja masing-masing," lanjutnya.

Selain itu, Wakil Wali Kota Makassar juga mengingatkan pentingnya pelatihan untuk user ataupun operator nantinya, serta penyediaan manual book agar memudahkan dalam pengoperasian.

 

Sebelumnya, Fatma juga telah melaunching Gerakan Perubahan Perilaku untuk Percepatan Penurunan Stunting.

Gerakan perubahan perilaku digelar di tribun Karebosi, Selasa (26/9/2023) lalu dan diikuti oleh Kader Tim Pendamping Keluarga dan Babinsa se Kota Makassar.

 

Kala itu, istri Ketua Nasdem Sulsel Rusdi Masse ini mengatakan, masyarakat diharapkan bisa melakukan perubahan perilaku secara sadar untuk mencegah terjadinya stunting.

 

Disamping itu, mereka juga perlu didampingi oleh Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di masing-masing wilayahnya.

 

Sebab masyarakat butuh diedukasi terkait menjaga kesehatan, baik diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan.

 

"Memperhatikan kondisi kebersihan lingkungan, sanitasi, menjadi salah satu faktor penting guna mencegah stunting," ujarnya. (**)

 


Selasa, 03 Oktober 2023

Tim Pokja HIV Mendesak Lahirnya Perda HIV di Kota Makassar


BN ONLINE MAKASSAR-- Tim Pokja HIV dan para pemangku kepentingan terkait dalam mendorong lahirnya Perda HIV, terus bergerak dengan tujuan agar regulasi nanti dapat membantu program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar.

Kota Makassar sampai saat ini belum memiliki Perda HIV. Kasus HIV dan AIDS di Kota Makassar sudah sangat mengkhawatirkan karena peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun menunjukkan trend peningkatan yang sangat signifikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kota Makassar pada tahun 2020 yang testing HIV sebanyak 44099 Orang dan yang Positif HIV sebanyak 675 Orang, Tahun 2021 yang testing HIV sebanyak 48111 Orang dan yang Positif HIV sebanyak 784 Orang, Tahun 2022 yang testing HIV sebanyak 54821 Orang dan yang Positif HIV sebanyak 1083, Tahun 2023 s/d bulan Juli yang testing HIV sebanyak 31752 Orang dan yang Positif HIV sebanyak 583 Orang. Sedangkan jumlah pasien On Arv hingga Juli 2023 sebanyak 4.239 Orang.

Direktur Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia, (PKBI) Sulsel, Andi Iskandar Harun, menyampaikan, salah satu aspek pencegahan yang sangat di butuhkan adalah Perda, dan pentingnya lagi bagaimana edukasi sampai pada kelompok-kelompok usia muda kaitannya dengan informasi yang benar tentang HIV, itu di pencegahan.

“Pentingnya Perda HIV di hal lain yaitu angka di kota Makassar itu sudah mendekati 15 ribu, ini untuk Kota Makassar artinya bahwa kita harus menyediakan sejumlah dana untuk bisa memperpanjang hidup mereka dengan pengobatan karena hanya ini yang bisa di lakukan, jadi ketika orang sudah kena HIV kemudian dia tidak masuk dengan WHO haidline, tidak melakukan terapi anti retro viral virus maka dia tidak akan panjang usianya, dia paling bisa bertahan 3 sampai 5 tahun ketika tidak melakukan pengobatan,” ujar Iskandar pada pertemuan kekuatan regulasi dalam Membantu Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar, Selasa, 3 Oktober 2023.

Sementara Ketua Komisi DPRD Kota Makassar, Ust Hadi Ibrahim Baso, berterima kasih kepada Tim Pokja dan NGO yang menginisiasi pertemuan dan melibatkan SKPD juga DPRD. Dalam mendorong lahirnya Perda.

“Saya mewakili teman-teman DPRD mewakili pak ketua DPRD mengucapkan banyak terima kasih karena ini masalah kemaslahatan orang banyak yang tentu dunia pun menjadi lewat PBB menjadi pemikiran bagaimana ini semuanya di kerjakan di semua negara yaitu bagaimana menekan atau menghilangkan namanya HIV di semua lini-lini kehidupan ini dan tentu kita berharap LSM bisa bergerak dengan masif dan bekerjasama dengan pemerintah di dalam penanggulangan HIV,” katanya.

Hadi menambahkan, ada perwalinya di Kota Makassar maka kami berkewajiban untuk bagaimana memasukkan nanti di Perda inisiatif dan insyaallah ini yang pertama 2024 dari komisi D akan memasukkan sebagai perda inisiatif komisi D tentang perda penanggulangan HIV di Kota Makassar, sehingga dengan adanya perda ini semakin tajam ke masyarakat.

“Basanya ada bentuk perhatian negara pemerintah khususnya di Makassar bagaimana penanggulangan HIV itu bisa di tangani dengan baik oleh pemerintah kota Makassar yang di masifkankan oleh NGO NGO yang bergerak di bidangnya sehingga mereka yang sudah terpapar HIV tidak terkucilkan dengan keberadaannya tetapi mereka di dampingi, Perda sangat urgensi dan harus lahir di kota Makassar,” tutur Hadi.

Staf Perencana Bapedda Kota Makassar, Zainal Mile, mengatakan, pertemuan multi sektor HIV/ AIDS di Makassar ini sangat strategis dengan menghadirkan ketua komisi D DPRD Hadi, artinya dalam pertemuan ini menghasilkan mindset pemikiran yang sama dengan teman-teman Pokja HIV/Aids di kota Makassar dimana akan di buat perda terkait HIV AIDS di tahun 2024.

“Dari Bapedda dalam pelaksanaan pembuatan Perda kiranya dapat memuat indikator program kegiatan dalam pelaksanaannya melibatkan teman-teman dari pihak pendonor oleh karena itu masukan saya dalam penyusunan Perda ini perlu di susun pelaksanaan program kegiatan oleh multi sektor baik melalui swakola tipe tiga dan akan mendukung pelaksanaan nantinya di lapangan karena dalam pendampingan ataupun penjangkauan teman-teman ODIV di lapangan mereka punya pengalaman yang tidak di ragukan lagi,” kata Zainal.

Pertemuan multi sektor yang berlangsung di Hotel Novotel dihadiri dari berbagi lingkup SKPD, MUI Kota Makasar, dan media.

Andi Iskandar, menambahkan pentingnya perda ini adanya transisi antara populasi kunci sebagai LSL atau LGBT dan berkontribusi besar itu sebenarnya sudah mengarah pada penularan domestik jadi laki-laki yang menjadi pasangan atau jajan dengan pekerja seks perempuan atau bahkan memiliki orientasi seksual suka dengan laki-laki ini yang kemudian dalam konteks budaya kita karena itu tidak di akui mereka juga menikah sehingga dapat menulari perempuan atau istri, ibu rumah tangga dan mungkin bisa menghasilkan keturunan yang juga HIV.

Angka perempuan yang ibu rumah tangga terpapar sudah mulai tinggi penularan pada wilayah domestik atau wilayah rumah tangga.

“Kenapa kemudian menjadi dasar pentingnya perda HIV kota Makassar sekarang kita dorong, kalau Makassar punya perda maka otomatis perwali itu bisa lebih kuat lagi mengakar pada penganggaran yang mungkin menjadi hal perlu di pertimbangkan karena saat ini 15 ribu orang yang sudah tergantung pada obat yang sekarang sudah terbiasa dengan gratis itu kemudian kalau donornya pergi dari Indonesia kemungkinan besar angka kematian kita akan tinggi pada teman-teman yang sudah ODIV ini prediksinya bisa begitu,” ucap Andi Iskandar.(**)

News Of This Week