BN Online, Makassar---Balai Besar Konservasi SDA Sulawesi-Selatan di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan Desminasi dan Promosi dalam Tema " Merajut Isu Strategis Ekowisata serta tumbuhan dan satwa liar menuju pembangunan berkelanjutan di wilayah Sulselbar, pantauan jurnalis, di Hotel Harper Makassar, Kamis ( 16/1/2020 ) Jam 11.44
Menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulewesi Selatan, Thomas, Kegiatan hari ini proses nya berjalan lancar di promosikan dan destiminasi, terkait isu-isu strategis, pelestarian hewan satwa liar, sepeti, Anoa, Makaka dll.
Tambahnya wisata alam juga harus di kembangkan, pembangunan, prasarana, dan pemandu dalam memajukan suatu aset wisata yang di miliki untuk memperkenalkan apa yang di miliki sulawesi selatan dari segi pariwisata.
Menekankan untuk menjaga satwa liar yang hampir punah sebagai warisan dunia
Kepala balai besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, mengajak masyarakat bersinegritas dengan pemerintah untuk bersama sama menjaga lingkungan dan membuat tempat wisata untuk satwa liar agar tetap terjaga dan di lestarikan.
" Salah satu contoh pelestarian satwa liar ada di somba opu Sulsel, yang masih terjaga seperti, burung, mamal, itu menjadi suatu tempat belajar anak generasi untuk mengenal beberapa warisan anomalia yang masih ada." Ungkap Thomas
Thomas Menegaskan "Kota Makassar salah satu tempat seperti Taman Macam, Taman Kanak, Karebosi, Taman sayang, yang bisa di manfaatkan untuk ruang hijau terbuka karena kita lihat Ruang terbuka hijau cuman 30 persen maka Pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menambah ruang terbuka hijau agar masyarakat mampu melakukan aktivitas di luar ruangan.
Menjadi harapan kita bersama ada yang bisa di jadikan contoh dari sulawesi selatan salah satu nya Kota Makassar, yang di padati penduduk dan insfrakstruktur pembangunan sehingga ruang terbuka hijau terbatas, kita bisa melihat rujukan kota surabaya yang menjadi kota model di dunia dalam mengembangkan beberapa tanaman dan berwawasan lingkungan. " tutupnya. (Ibe)
Editor : | BN Online | Dny
