Kamis, 16 Juli 2026

Hadapi Ancaman Narkoba hingga Judi Online, Polres Bantaeng Bekali Pelajar MPLS SMAN 2 dengan Edukasi Preventif

Tags


BN Online Bantaeng, – Menyikapi meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba, maraknya praktik judi online, serta kasus perundungan (bullying) yang menyasar kalangan remaja, Polres Bantaeng mengambil langkah preventif dengan memberikan edukasi moral kepada para pelajar baru.


Melalui Satuan Binmas dan Satres Narkoba, jajaran kepolisian setempat menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) yang ditujukan bagi ratusan peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 2 Bantaeng pada Kamis (16/7/2026).


Dalam sesi penyuluhan, hadir dua narasumber kunci dari Polres Bantaeng, yakni KBO Sat Binmas Iptu Alimuddin, S.E., dan KBO Satres Narkoba Ipda Achmad Kurnia, S.Pd. Mereka memaparkan secara mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), modus operandi judi online, serta dampak serius dari perilaku merusak diri dan perundungan.


Para petugas tidak hanya menyoroti aspek konsekuensi hukum, tetapi juga menekankan dampak psikologis dan sosial yang dapat menghancurkan kesehatan mental, prestasi akademik, hingga masa depan para siswa. Narasumber juga mengajak siswa untuk menjadi generasi yang cerdas dalam bermedia sosial, memiliki ketegasan untuk menolak pengaruh negatif, dan berani melapor jika menjadi korban atau mengetahui adanya tindak bullying maupun penyalahgunaan teknologi.


Kepala SMAN 2 Bantaeng, Halijah, S.Pd., M.Pd., menyambut positif inisiatif Polres Bantaeng tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan zaman yang dihadapi siswa saat ini.


"Materi ini sangat penting dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi anak-anak kita saat ini. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami dampak hukumnya, tetapi juga menyadari dampak sosial, psikologis, dan masa depan yang bisa hancur akibat NAPZA, judi online, maupun bullying," ungkap Halijah.


Halijah menegaskan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Namun, ia menekankan bahwa pembentukan karakter siswa yang kuat memerlukan kolaborasi sinergis antara pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan aparat penegak hukum.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman di era digital. Melalui edukasi sejak dini, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang disiplin, berkarakter, taat hukum, serta mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari narkoba, judi online, serta perundungan.


News Of This Week