Menanggapi situasi tersebut, Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, langsung turun ke lokasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Kehadiran mereka sudah terlihat sejak malam kejadian hingga menjelang subuh, dan berlanjut hingga hari kedua untuk memastikan penanganan teknis di lapangan berjalan optimal.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Namun, insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat tentang urgensi kesadaran bersama dalam mengantisipasi hal-hal yang dapat memicu bencana serupa.
Dalam kesempatan di lokasi, Bupati Bantaeng menekankan bahwa pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) adalah tanggung jawab kolektif.
"Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Hindari pula hal-hal yang sering dianggap sepele namun berisiko tinggi, seperti membuang puntung rokok sembarangan, apalagi di tengah musim kering seperti saat ini," pesan Bupati Fathul Fauzy.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menangani kejadian ini. Upaya bersama diperlukan untuk memadamkan api dan mengantisipasi perluasan area kebakaran agar tidak semakin melebar ke wilayah sekitarnya.
