Momen ini menjadi istimewa karena menandai perjalanan satu dekade atau 10 tahun keberadaan KBK di Kabupaten Bantaeng. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang telah konsisten menjaga eksistensi kegiatan literasi dan konservasi lingkungan tersebut.
Uji Nurdin menyinggung soal kesinambungan dukungan terhadap KBK, yang sebelumnya juga pernah dibuka oleh ayahnya, Prof. Nurdin.
"Alhamdulillah, 10 tahun KBK telah eksis di Bantaeng. Dulu dibuka oleh ayah saya, Prof. Nurdin, sekarang anaknya yang juga membuka. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim KBK yang telah menjaga eksistensinya," ujar Bupati yang juga tercatat sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan ini.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa KBK bukan sekadar acara rutin, melainkan media strategis untuk edukasi lingkungan. Ia menyoroti isu cuaca ekstrem yang belakangan melanda, yang menurutnya diperparah oleh ulah manusia yang kurang peduli terhadap alam.
"Kita tahu sendiri, cuaca ekstrem yang kita alami saat ini diperparah oleh perilaku oknum-oknum. Kurangnya edukasi tentang menjaga alam dan lingkungan membuat penebangan pohon dan pembakaran lahan bisa saja terjadi," jelasnya.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Bantaeng ini berkomitmen penuh untuk terus mendukung program-program KBK ke depannya sebagai benteng edukasi masyarakat.
"Terima kasih untuk teman-teman KBK yang terus mengedukasi masyarakat dan generasi penerus dalam pentingnya menjaga lingkungan dan alam. Kami berkomitmen, pemerintah terus memberikan dukungan," pungkasnya.
Kegiatan KBK One Decade ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Event ini tidak hanya diikuti oleh peserta lokal, tetapi juga menarik minat peserta dari berbagai Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan hingga provinsi lain.
