Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Maret 2022

Posisi Di Jombang Berhasil Amankan Ribuan Butir Pil Koplo


 

BN Online, Jombang-- Seorang pemuda yang mengedarkan obat keras berbahaya atau kerap disebut pil koplo di Jombang, Jawa Timur ditangkap anggota Unit reskrim Polsek Jogoroto, Polres Jombang.


Pelaku berinisial AZS (24) diringkus di rumahnya Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, setelah menjual pil koplo kepada rekannya yang lebih dulu diamankan petugas kepolisian setempat. 


Kapolsek Jogoroto, AKP Achmad Darul Huda mengungkapkan, pada Rabu (16/3/2022) jam 15.00 WIB, anggota mengamankan seorang pria bernama TKS, warga Desa Ngumpul, Kecamatan setempat yang berstatus saksi. 


"Pria tersebut diamankan oleh petugas piket reskrim ke kantor Polsek karena kedapatan membawa 8 butir pil dobel L," kata AKP Darul Huda, Kamis (17/3/2022). 


Kemudian dilakukan interogasi terhadap TKS hingga didapati keterangan pil dobel L yang dimilikinya didapat dengan cara membeli dari AZS. Seketika itu, petugas bergerak menangkap AZS yang berada di rumahnya. 


"Tersangka tidak melawan saat anggota kami menangkapnya. Saat ditangkap, tersangka ada di teras rumahnya sekitar jam 16.30 WIB," ujar AKP Darul Huda. 


Pada penggeledahan di rumah tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi 8 pil dobel L; 1 botol plastik warna putih berisi 1.000 butir pil dobel L; 85  plastik klip Masing-masing berisi 10 butir pil dobel L dengan jumlah 860 butir.


Lalu 7 plastik klip kosong masing-masing berisi 100 lembar dengan jumlah keseluruhan 700 lembar plastik klip kosong;  uang tunai sebesar Rp 490.000; serta 1 unit handphone milik tersangka. 


"Barang bukti tersebut ditemukan di dalam kamar tersangka dan diakui milik tersangka," kata AKP Darul Huda. 


Kapolsek Jogoroto menegaskan, tersangka diduga telah mengedarkan sediaan farmasi berupa pil dobel L tanpa ijin dan melanggar Pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. 


"Terhadap tersangka AZS kami lakukan penahanan di mapolsek Jogoroto, dan kami akan berupaya mengembangkan kasus peredaran narkoba ini," tandasnya. 


Sumber: Humas Polres Pasuruan

Editor: Haidir Sabaruddin

Senin, 07 Februari 2022

Polres Jombang Luncurkan Layanan Online Lewat WhatsApp


 

BN Online, Jombang-- Komunikasi masyarakat Jombang, Jawa Timur dengan kepolisian kini lebih mudah. Cukup dengan menggunakan aplikasi WA (WhatsApp), informasi atau aduan permasalahan di sekitarnya dapat tersampaikan kepada polisi.


Layanan mudah melalui online tersebut merupakan program Polres Jombang untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era milenial yang serba cepat dan berbasis daring.


Kasi humas Polres Jombang Iptu Qoyyum Mahmudi mengatakan program layanan secara online itu diberi nama Kandani atau Komunikasi Anda untuk Polri. Masyarakat bisa menghubungi melalui pesan WhatsApp di nomor 081323332022 yang aktif 24 jam.


"Masyarakat dapat berkomunikasi dengan Polres Jombang mengenai segala hal yang berkaitan dengan layanan kepolisian. Termasuk peristiwa yang terjadi di wilayah Jombang," kata Qoyyum, Senin (7/2/2022).


Berkaitan dengan layanan kepolisian itu antara lain layanan informasi SIM, STNK/BPKB, SKCK, SP2HP, SPKT, Pengawalan, Patroli, Keramaian dan lain-lain. Kemudian layanan laka lantas, tindak kejahatan, kekerasan, gangguan kamtibmas, dan lainnya.


Qoyyum menjelaskan, lahirnya program Kandani adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih cepat dan efisien.


Selain itu juga salah satu program transformasi pelayanan publik dalam mendukung kebijakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Yakni transformasi menuju Polri Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.


"Untuk mendukung program kebijakan Kapolri menuju Polri yang Presisi, kami membentuk pelayanan berbasis IT (online) yang yang mudah diakses masyarakat," kata mantan Waka Polsek Kabuh Polres Jombang tersebut.


Qoyyum berpesan agar masyarakat memanfaatkan layanan informasi online tersebut dengan baik dan bijak demi terciptanya Jombang yang aman dan kondusif.


Sumber: Humas Polres Pasuruan

Editor: Haidir Sabaruddin

Jumat, 07 Januari 2022

Anak Penjual Tahu Keliling Lolos Pendidikan Akpol


 

BN Online, Jombang-- Doa, usaha dan kerja keras pasti membuahkan hasil. Ungkapan itu berhasil dibuktikan oleh Veni Nardianto salah satu putera Jombang yang lolos pendidikan akademi kepolisian (Akpol). Mengenakan seragam cokelat Taruna Akpol juga dengan atribut lengkap, ia berkunjung ke Mapolres Jombang di jalan Wahid Hasyim.


“Mumpung ada kesempatan ke Jombang, sebelum kembali ke asrama,” ucap pria yang sehari-hari dipanggil Antok mengawali pembicaraannya, Jumat (7/1/2022).


Antok bercerita perjuangannya menembus Akpol yang berlangsung sangat panjang. Anak kedua dari pasangan Solikhin dan Muslikah itu dinyatakan lolos dan mengikuti pendidikan Akpol di Semarang. 


Ia menuturkan, ayahnya adalah seorang pedagang kecil yang sehari-hari berjualan tahu keliling ke sejumlah kampung di kota santri. Namun, ia punya cita-cita besar untuk menjadi taruna Akpol. 


"Saya terus berusaha mewujudkan cita-cita dengan giat berlatih dan berprestasi di sekolah," tutur Antok.


Lulus dari SDN Ngudirejo 1, ia meneruskan sekolah ke SMPN 3 Jombang. Upayanya mengejar cita-cita, mulai terasa ketika ia berhasil masuk SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah lewat jalur beasiswa hingga lulus tahun 2017.


"Setelah lulus sekolah, saya mendaftar Akpol melalui Panda Polda Jatim dan Alhamdulillah masuk kuota terus sampai akhirnya lulus dan diterima jadi taruna tahun 2018,” ujarnya.


Selama menjalani tes di Mapolda Jatim, Ia pulang pergi dari Jombang ke Surabaya menggunakan bus. Tak jarang dia harus berangkat dari Jombang sejak subuh karena pelaksanaan tes pagi hari. 


"Biaya wira-wiri menggunakan uang tabungan dari beasiswa selama di SMA Taruna Nusantara Magelang," ujarnya.


Antok mengaku hingga saat ini ia masih menjalani pendidikan Akpol tingkat IV. Tahun ini pendidikan berakhir, akan segera lulus dan dilantik menjadi Perwira Polri. 


“Insyaallah bulan Juli nanti selesai pendidikan dan pelantikan,” ujar Antok dengan penuh rasa bangga.


Sementara, ibunya Muslikah menceritakan dirinya sering diolok-olok tetangganya karena dianggap tak memilik uang untuk menjadikan anaknya sebagai polisi. Namun Muslikah dan suaminya tidak pernah menghiraukan ocehan orang-orang di sekitarnya.


Setiap anaknya menjalani tes hingga menunggu pengumuman, Ia dan suaminya selalu berdoa dan rela tidak tidur sampai larut malam hingga anaknya pulang.


"Dengan memberikan motivasi kepada anak agar selalu belajar dengan giat dan orang tua yang selalu mendoakan, Alhamdulillah dikabulkan Allah SWT," ujar Muslikah.


Dia pun berpesan kepada para orang tua agar tidak berkecil hati untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi Polisi. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi, ternyata anaknya dapat mencapai cita-citanya. 


“Jangan takut mendaftarkan anaknya jadi polisi, Suami saya penjual tahu keliling membuktikan sendiri, ternyata jadi polisi itu gratis dan tidak dipungut biaya,” ujarnya.


Sumber: Polres Pasuruan

Editor: Haidir Sabaruddin



Rabu, 06 Oktober 2021

Kepada Jatim Tinjau Vaksinasi Presisi Di Ponpes Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang

 




BN Online, Jombang-- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkompimda Kabupaten Jombang, Rabu siang (6/10/2021) melakukan pengecekan vaksinasi Presisi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang. 

Sebanyak 2000 vaksinasi ditargetkan untuk para santri dan pengasuh ponpes. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membentuk herd immunity di Jawa Timur, khususnya di lingkungan pesantren. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan pada hari ini, ada 40 orang petugas tenaga kesehatan gabungan, TNI Polri dan Dinkes serta relawan sebagai pelaksana dan direncanakan ada 2000 santri yang akan divaksin, dan ini merupakan wujud suatu sinergi antara pemerintah daerah di sini ada Bupati, TNI, Polri, kemudian pondok pesantren yang didukung oleh relawan. 

"Sinergi ini membuahkan hasil yang bagus, di dalam melaksanakan program pemerintah, yaitu vaksinasi ke depan kami dari TNI Polri akan selalu mendukung kegiatan vaksinasi, sehingga kapanpun dan di manapun kami dengan seluruh jajaran siap didatangi, siap diminta untuk membantu, serta melaksanakan dan juga meningkatkan vaksinasi di seluruh jajaran Jawa Timur," kata Kapolda. 

"Sekali lagi terima kasih atas pelaksanaannya semuanya bisa berjalan lancar dan jangan lupa titip pesan supaya kita semua patuh protokol kesehatan," ucapnya. 

"Jadi harus disiplin, sehat. Patuh prokes, sehat. Kalau ingin sehat ya harus patuh prokes dan disiplin. Nah itu yang saya titipkan, kita sekarang bisa mencapai level 1, dan satu-satunya provinsi, itu karena kerja sama yang baik antara semua pihak dan juga pelaksanaan protokol kesehatan," tutur Kapolda. 

"Jadi itu dicapai karena masing-masing dari kita. Orang per orang, kita semua menjadi bagian besar, semua mempunyai peran di dalam menciptakan itu. Sehingga saya, kemudian pengurus Pesantren itu menjadi bagian penting di dalam mewujudkan herd immunity ini," tandasnya

Dalam kesempatan ini Kapolda juga mengajak masyarakat, khususnya para santri, untuk bersama sama mewujudkan itu semua. 

"Ayo jangan lengah tetap disiplin sehingga Jawa Timur dadi sehat kabeh, ekonomi jadi bangkit kembali," pungkasnya Kapolda Jatim saat meninjau vaksinasi di ponpes Mamba'ul Ma'arif Jombang.


Penulis: Eni Riani
Editor: Haidir Sabaruddin

Rabu, 08 September 2021

Puluhan Santri Dan Pengurus Ponpes Di Jombang Ikuti Vaksinasi Serentak Yang Dipantau Presiden Joko Widodo


 

BN Online, Jombang-- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Bapak Presiden Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur dalam rangka peninjauan pelaksanaan Vaksinasi Merdeka bersama rumah ibadah dan pondok pesantren (ponpes) secara serentak di seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai dengan Papua.


Acara puncak kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren K.H. Syamsudin, Ponorogo, Jatim yang tersambung langsung pada 341 titik ponpes dan rumah ibadah di seluruh Indonesia dengan total sasaran 346.688 orang.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyapa langsung secara virtual pelaksanaan vaksinasi merdeka di Ponpes Gontor Jawa Timur, Gereja Katedral Gereja Paroki Katedral St. Maria Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Vihara Giri Ratana Puja, Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB). Vaksinasi Merdeka ini merupakan strategi yang dilakukan TNI-Polri terkait dengan akselerasi atau percepatan terciptanya kekebalan komunal.


Selain vaksinasi, dalam kegiatan ini juga disalurkan bantuan sosial (bansos) dari Presiden Jokowi sejumlah 60.341 paket sembako dan 88 ton beras kepada warga yang paling terdampak perekonomiannya akibat Pandemi Covid-19.

Pelaksanaan program vaksinasi di rumah ibadah bertujuan untuk revitalisasi rumah ibadah sebagai fungsi sosial. Rumah ibadah pada hakekatnya memiliki fungsi membimbing perilaku jamaahnya dalam tatanan kehidupan sosial termasuk dalam pengendalian Covid-19.


Saya juga selalu mengingatkan, tingginya tingkat capaian vaksinasi merupakan modal dasar dalam hidup berdampingan dengan Covid-19, yaitu bagaimana perekonomian dapat tumbuh. Namun Covid-19 tidak kembali melonjak.


Sementara itu, di GOR Hasbullah Said Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang juga digelar Vaksinasi covid-19 dan disiapkan sebanyak 1.500 dosis vaksin jenis sinovac untuk para santri dan pengurus.


Proses vaksinasi dengan secara serentak di pesantren dan rumah ibadah dipantau langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho bersama Forkopimda Jombang.


"Hari ini kita melaksanakan kegiatan bersama Pemerintah daerah dan pak Dandim untuk percepatan vaksinasi nasional, dengan sasaran pondok pesantren dan rumah ibadah," jelas Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho kepada Wartawan di lokasi vaksinasi, Selasa (07/09/2021).


Dijelaskan Kapolres, vaksinasi di kalangan pesantren dan rumah ibadah ini merupakan instruksi Presiden untuk mengejar target nasional yang ditentukan. Sedikitnya 1.500 dosis vaksin sinovac disiapkan Polres Jombang untuk kalangan santri dan pengurus ponpes.


"Jumlah peserta vaksinasi untuk pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas digabungkan dengan rangkaian kegiatan yang lalu, totalnya sudah mencapai 1.500 sasaran," pungkasnya.


Penulis: Eny Riani

Editor: Haidir Sabaruddin

Rabu, 25 Agustus 2021

Forkompimda Jatim Dampingi Panglima TNI Dan Kapolri Kunjungi Vaksinasi Pesantren Tebu Ireng Jombang


 

BN Online, Jombang-- Forkopimda Jawa Timur dampingi kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam rangka silaturahmi dan meningkatkan sinergitas TNI- Polri, dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng Jombang, serta melaksanakan vaksinasi guna membentuk herd immunity di lingkungan ponpes dalam upaya mencegah penularan covid 19, pada Rabu (25/8/2021). 


Sesampainya di alun alun Kabupaten Jombang, Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Forkopimda Jawa Timur diantaranya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, selanjutnya menuju Ponpes Tebu Ireng dan melakukan pertemuan tertutup di kediaman kesepuan pengasuh Ponpes Tebu Ireng. 


Dalam kegiatan tersebut, KH. Abdul Hakim Mahfudz yang lebih akrab dipanggil Gus Kikin menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan Forkopimda Jatim guna mempererat tali silaturahmi antara TNI-Polri dan keluarga besar Ponpes Tebu Ireng, serta upaya pencegahan penularan covid 19 di lingkungan Pondok Pesantren melalui vaksinasi. 


Usai melakukan pertemuan dengan pengasuh Ponpes Tebu ireng, Panglima TNI dan Kapolri lanjut melakukan pengecekan vaksinasi, didampingi Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Puskesmas, dan Lurah setempat, melihat jalannya vaksinasi yang berlokasi tidak jauh dari kediaman pengasuh Ponpes. 


Kegiatan dilanjut dengan peninjauan vaksinasi, di Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari Tebu Ireng, yang diperuntukan bagi santri Tebu Ireng, vaksin tahap ke I, dengan capaian target vaksin sebanyak 4.979 dosis vaksin. 


Kegiatan vaksinasi didukung oleh Vaksin Mabes TNI jenis Sinovac, dengan Tenaga kesehatan dari 18 Tim Gabungan TNI, Polri dan Dinkes Kab. Jombang. 


Selain melakukan pengecekan vaksinasi kepada para santri di Ponpes Tebu Ireng ini, Panglima TNI dan Kapolri juga melakukan komunikasi secara Virtual, dengan sejumlah anggota TNI, Polri dan Pemerintah setempat yang sedang melaksanakan Vaksinasi tersebar di 41 Ponpes yang ada di Jawa Timur. 


Selanjutnya, dalam rangka mendukung percepatan program vaksinasi Pemerintah. TNI dan Polri melaksanakan serbuan vaksinasi kepada 110 Pondok Pesantren di Jawa Timur, sebanyak 315.581 dosis jenis Sinovac yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus hingga 7 September 2021. (Humas)


Editor: Haidir Sabaruddin

Rabu, 11 Agustus 2021

Kapolres Jombang Salurkan Ratusan Paket Sembako Kepada Buruh Dan Pekerja Seni Tradisional


 

BN Online, Jombang-- Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menyalurkan bantuan ratusan paket sembako kepada Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jombang dan Majelis Rakyat Jombang (MRJ) Pekerja Seni tradisional di Jombang yang terdampak pandemi Covid-19.


Bantuan sembako berupa beras tersebut disalurkan Kapolres Jombang didampingi Pejabat Utama pada Selasa (10/8/2021). Penyerahan secara simbolis kepada serikat buruh sebanyak 100 Paket yang diterima Ketua DPC Sarbumusi Jombang, Mulyono Lutfi, di kantornya Dusun Ngesong, Desa Sengon, Jombang. 


Sedangkan sebanyak 50 paket kepada Pekerja seni tradisional diterima oleh Ketua Presidium MRJ, Nur Jadab di Basecampnya, Desa Sambongdukuh, Jombang. Penyerahan bantuan sosial tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penyebaran virus corona.


Menurut Kapolres Jombang, buruh dan pekerja seni tradisional adalah salah satu masyarakat terdampak dengan adanya Pandemi Covid-19. Pendapatan mereka menurun karena tidak ada job yang diterima selama penerapan PPKM darurat maupun PPKM Level 4.


“Bantuan paket sembako tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban kebutuhan ekonomi mereka dan keluarganya,” kata Kapolres Jombang, Rabu (11/8/2021).


Kapolres mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti vaksin agar terhindar dari virus covid 19 dan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. 


"Saya menhgajak kepada seluruh masyarakat agar mengikuti vaksin dan laksanakan protokol kesehatan. Karena kita harus tetap menjaga diri kita, untuk tidak menularkan ataupun tertular, karena itu protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan," tuturnya. 


Sementara itu, Ketua Presidium Majelis Rakyat Jombang (MRJ) Nur Jadab yang menaungi pekerja seni tradisonal mengungkapkan rasa syukur dan senang mendapat bantuan paket sembako dari Polres Jombang. Bahkan, dia menyebut baru pertama kali mendapatkan bantuan seperti itu.


“Ini baru pertama kali dapat bantuan paket sembako. Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolres yang sudah membantu kami. Semoga Allah yang membalasnya,” ungkapnya. (Humas)


Editor: Haidir Sabaruddin

News Of This Week