Tampilkan postingan dengan label PROV BALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROV BALI. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 September 2024

Komitmen Indonesia Untuk Negara Sahabat di Afrika


BN Online Bali, - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan komitmen Indonesia untuk negara sahabat di Afrika. Jokowi menyatakan, Indonesia akan terus mendukung perkembangan global yang inklusif dan berkelanjutan.


"Indonesia merasa terhormat menjadi tuan rumah High Level Multiparty Partnership Forum dan Indonesia-Africa Forum ke-2 untuk memajukan pembangunan global yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Jokowi saat menggelar jamuan santap malam untuk para pemimpin dan delegasi yang hadir pada Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2, di Bali, Minggu (01/09/2024). 


Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Menurut Presiden, hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika yang telah terjalin dengan baik harus terus dilanjutkan.


"Indonesia tetap berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dan solidaritas dengan negara-negara di kawasan Afrika, dan ini akan terus dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya," ungkap Presiden.


Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi memperkenalkan Presiden terpilih Indonesia 2024 - 2029, Prabowo Subianto sebagai penerusnya. Hal ini mencerminkan transisi kepemimpinan yang mulus dan komitmen Indonesia untuk terus menjalin hubungan erat dengan negara-negara sahabat di Afrika.


"Pada kesempatan yang penuh kegembiraan ini, izinkan saya memperkenalkan Presiden terpilih Indonesia, Bapak Prabowo Subianto yang akan dilantik bulan depan dan akan memimpin Indonesia di masa depan," ucap Presiden.


Presiden Jokowi pun mengakhiri sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada para hadirin. Presiden juga berharap para pemimpin negara dan delegasi yang hadir dapat menikmati jamuan makan malam yang telah disiapkan dengan penuh perhatian.


"Terima kasih, dan silakan menikmati makan malam ini," tutur Presiden.


Acara ini menjadi penutup yang sempurna untuk hari pertama Indonesia-Africa Forum ke-2, dan menjadi simbol kuat dari komitmen Indonesia untuk terus membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara Afrika.


Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, meninjau Konter Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan KTT IAF 2024. 


Menkumham memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran petugas imigrasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kelancaran KTT IAF, di tengah padatnya arus WNA yang masuk ke Bali.


“Tetap semangat dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan WNA,” ajaknya.


Menurut Kakanwil Bali, pihaknya telah menyiapkan konter khusus bagi delegasi KTT IAF 2024. Dirinya menyampaikan bahwa terdapat sebanyak 60 autogate di terminal kedatangan, dan 24 autogate di terminal keberangkatan untuk memperlancar arus pemeriksaan imigrasi.


"Untuk para delegasi KTT IAF, kami menyediakan dua konter khusus, masing-masing dengan empat petugas, serta enam mobile unit yang disiapkan di terminal VIP bandara untuk memperlancar arus kedatangan delegasi," jelas Pramela.


Editor Edhy Bidik Nasional 


Sabtu, 06 Februari 2021

Kapolri Beri Penghargaan ke Pecalang Bali Karena Berprestasi

 


BN Online, Bali --- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada dua orang Pecalang Bali yang berprestasi karena kerja-kerjanya sangat bermanfaat untuk masyarakat dan membantu aparat kepolisian.


Mereka adalah, Putu Soma Antara dan I Nyoman Sukanada. Putu Soma diberikan penghargaan karena membantu kegiatan personel Bhabinkamtibmas. 


Sedangkan, I Nyoman Sukanda diberikan reward lantaran bersinergi dalam program baca keliling atau Calling. Kegiatan ini mengumpulkan buku-buka bekas.


“Polri dan masyarakat harus bersatu ditengah pandemi ini sesuai seperti apa yang sudah saya tuangkan dalam 16 program prioritas, pada poin kelima, yaitu pemantapan kinerja peliharaan Kamtibmas,” kata Sigit di sela kunjungan kerjanya ke Bali, Sabtu (6/2/2021).


Selain Pecalang, Sigit juga memberikan penghargaan kepada Aiptu I Nyoman Ardana dan Aipda I Nengah Suardika. Apresiasi itu berupa pemberian pendidikan sekolah perwira. 


Aiptu I Nyoman Ardana diganjar penghargaan karena membuat program Caling (Baca Keliling). ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Ubung, Denpasar.


Dalam programnya, ia kumpulkan buku bekas dari Bank Sampah kemudian berinovasi ke sekolah-sekolah yang ada di desa binaannya dengan nama perpustakaan keliling.


Bahkan, gagasannya itu mendapat apresiasi pihak sekolah. Tak hanya itu, para siswa pun tiap harinya selalu menanti kedatangan Aiptu I Nyoman Ardana.


Sementara Aipda I Nengah Suardika yang saat ini bertugas Unit Reskrim Polsek Blahbatuh mendapat penghargaan dari Kapolri lantaran membuat laporan BLC (Bersatu Lawan Covid) terbanyak sejumlah 106.115 laporan.


Banyaknya laporan tersebut ia dapatkan dengan cara menegur masyarakat disejumlah tempat yang tidak mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.


Aipda I Nengah Suardika pergi ke lapangan sepak bola, pasar dan pantai, kemudian mendokumentasikan lalu dilaporkan ke aplikasi BLC.


Sigit mengatakan, meskipun bertugas di Mabes Polri, Kapolri mengaku tetap mendapat laporan jika ada anggota yang sudah bekerja dengan baik dan ikhlas. Dengan inisiatifnya sendiri, ia melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Kapolri meminta kepada seluruh personel Polda Bali untuk berlomba-lomba meraih prestasi sesuai dengan bidang tugasnya


“Mudah-mudahan ini bisa memicu atau memotivasi personel Polri yang lain dalam melaksanakan tugas sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ujar Sigit. (Haidir)

Kamis, 27 Februari 2020

Mendagri Bangun Optimisme Kesuksesan Pilkada dengan Kerjasama


BN Online, Bali---Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., membangun skenario optimistis kesuksesan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 dengan kerjasama. Hal itu dikatakannya saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (27/02/2020).

“Kita melihat bahwa skenario optimis ini terjadi karena kita sudah pengalaman dari tahun 2005, semua berlangsung meski ada dinamika, umumnya berlangsung dengan lancar. Kita juga mengalami pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden secara bersamaan dalam sejarah kita, memang tidak mudah, ada potensi konflik, tapi kita lewati dengan baik, pengalaman yang kita lewati ini membuat kita lebih matang,” kata Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri meminta Pilkada Tahun 2020 tak dihadapi dengan ketakutan, sebaliknya juga tak dipandang remeh. Ia meminta kerjasama semua pihak dalam menyukseskan perhelatan demokrasi di 270 daerah tersebut.

“Ini Pilkada kita terbanyak, 270 daerah, bukan sesuatu yang harus kita takutkan, tapi yang harus kita kelola dengan tidak underestimate, tidak menganggap remeh, tidak membuat jumawa dan kemudian lost antisipasi atau kekurangan kewaspadaan. Dari pengalaman kita selama ini, pengelolaan pilkada yang sukses itu tidak bisa dikerjakan oleh 1 instansi, tapi ini adalah kerja orkestra, kerja bersama. Kunci keberhasilan Pilkada ini adalah kebersamaan membangun soliditas dan teamwork untuk kerjasama baik di tingkat nasional dan daerah yang pada pemilihannya, dan daerah sekitar untuk membantu menangani konflik,” ujarnya.

Diungkapkan Mendagri, kerjasama perlu dibangun oleh paling tidak 6 (enam) stakeholder penting, yakni:

Pertama, penyelenggara Pilkada yang terdiri dari KPU, Bawaslu dan DKPP.


“Penyelengara adalah jantung, motor penggerak terselenggaranya Pemilu, yaitu jajaran KPU, wasitnya yaitu Bawaslu, dan jajaran pengawas penyelenggara dan wasit yaitu DKPP. Yang diharapkan dari penyelenggara ini adalah netralitas, mampu membuat program perencanaan dan mengeksekusi dengan baik sesuai tahapannya, termasuk data pemilih,” imbuhnya.

Kedua, peserta atau kontestan Pilkada yang terdiri dari paslon, partai pendukung, dan tim sukses (Timses) dari akar rumput (grasroot).

“Prinsip yang kita harapkan adalah bertanding secara sehat, ikuti aturan main sesuai konstitusional yang ada. Prinsip teorinya siap menang dan siap kalah, rillnya tidak ada yang siap kalah, sehingga yang terjadi adalah keinginan idealisme untuk melakukan pertandingan sehat sering diwarnai pertandingan tidak sehat, menggunakan berbagai cara untuk menang. Ini penting untuk menyamakan persepsi paslon, beserta parpol, dan timses untuk bertanding secara sehat,” pesannya.

Ketiga, peran Pemerintah Pusat dan Pemda.

“Tugas utama pemerintah bahwa anggaran terpenuhi untuk penyelenggaraan maupun pengamanan, karena berdasarkan hukum dan aturan, untuk Pilkada harus dibiayai dari APBD, bukan APBN. Pemda sedapat mungkin dukung anggaran dengan angka serasional mungkin agar bisa bekerja dengan maksimal melalui NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah).

Keempat, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Di Pilkada Tahun 2020, hampir 230 yang ikut bertanding berpotensi adalah incumbent, artinya 230 orang ini sangat berpotensi dengan powernya sebagai petahana menggunakan fasilitasnya untuk pemenangan, mutasi, dan lain-lain. Oleh karenanya, Mendagri sudah mengeluarkan surat edaran agar Kepala Daerah tidak melakukan mutasi per tanggal 8 Januari, kecuali alasan-alasan yang urgent yang harus dikonsultasikan dengan Mendagri,” tegasnya.

Kelima, netralitas aparatur keamanan.

“Aparat keamanaan diaharapkan bisa netral, mampu membuat perencanan pengamanan dengan baik sesuai karakteristik wilayah, mampu memetakan kerawanan wilayah, dan mampu melakukan ekseskusi, dan secara cepat menyelesaikan jika ada persoalan keamanan,” tukasnya.

Keenam, peran Media Massa dan pemanfaatan media sosial

“Media kita harapkan mampu memberikan supply informasi yang objektif, transparan, cover both side, dan paling utama bisa mengedapankan idelisme kebangsaan ketika menghadapi kontestasi yang berpotensi membelah masyarakat. Kemudian yang lebih berat lagi sosial media yang dapat memengaruhi opini publik lebih dari media konvensional,” ujarnya,

Mendagri juga meminta optimalisasi peran penting tokoh masyarakat, tokoh agama, dan jejaringnya untuk saling merangkul pengikutnya agar tidak terpancing konflik, serta mendorong masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya secara maksimal.

#Puspen Kemendagri#


Editor : | BN Online | Dny

Jelang Pilkada, KemenPAN-RB Ingatkan ASN Hindari Konflik Kepentingan


BN Online, Bali---Plt. Deputi SDM Kementerian PAN-RB Teguh Widjinarko mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari konflik kepentingan (conflict of interest) terutama jelang pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020. Hal itu dikatakannya dalam Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (27/02/2020).

“ASN harus bebas dari kepentingan-kepentingan. Kepentingan kita adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak boleh bergerak pada satu kepentingan tertentu, tetapi khusus kepentingan pada masyarakat yakni untuk memberikan pelayanan pada masyarakat,” kata Teguh.

Kontestasi Pilkada menempatkan ASN harus benar-benar bersikap profesional dalam setiap mengambil kebijakan. Jangan sampai, kebijakannya justru menguntungkan salah satu pasangan calon yang sedang memperebutkan jabatan politik.

"Kemudian dalam pembuatan keputusan, tentu ini juga menjadi bagian yang penting dalam manajemen dan pengembalian kebijakan untuk menghindari unsur-unsur kepentingan keberpihakan," tegasnya.

Dipaparkannya, ASN juga diminta untuk mengesampingkan berbagai kepentingan pribadi seperti untuk mempertahankan jabatan maupun untuk kepentingan yang bersifat kekeluargaan.

"Hilangnya unsur-unsur keberpihakan pada satu kelompok atau keluarga maupun nepotisme, yang dilarang ini utamanya karena adanya motif untuk mendapatkan atau mempertahankan jabatan, hubungan keluarga, maupun tekanan politik lainnya," kata Teguh.

Untuk itu, para ASN dihimbau untuk mempelajari dan patuh pada undang-undang yang mengatur ASN agar tidak terjadi penyelewengan kewenangan.

#Puspen Kemendagri#


Editor : | BN Online | Dny

Rakor Sukseskan Pilkada 2020 Tunjukkan Kekompakan Pemerintah Pusat dan Daerah Dukung Penyelenggara Pemilu


BN Online, Bali---Perhelatan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di 270 Daerah kian mendekati puncaknya. Berbagai persiapan terus dilakukan guna mematangkan pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020, tak terkecuali dengan Kementerian Dalam Negeri yang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (27/02/2020).

Dalam laporannya, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar mengatakan, Rakor terlengkap yang dihadiri seluruh elemen penyelenggara Pemilu, unsur Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ini menunjukkan kekompakkan dalam mendukung pelaksanaan Pilkada Tahun 2020.

“Rakor hari ini bersifat khusus, spesifik dan tidak ada rapat koordinasi yang terlengkap, seperti ini menghadirkan seluruh unsur intelijen, sengaja didesain khusus kami haturkan kepada penyelenggara bahwa kami di pusat dan daerah betapa solid mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020,” kata Bahtiar.

Tak hanya itu, Rakor dilaksanakan untuk melakukan deteksi dini, meski Pilkada Serentak kali ini merupakan pelaksanaan Pilkada Serentak gelombang ke-4 yang pernah dilaksanakan.

“Pilkada Serentak ke-4 yang kita laksanakan ini, dan memang ini bukan yang pertama, tetapi kewaspadaan, deteksi dini, cegah dini, konsolidasi dini, dan membangun solidaritas di seluruh tahapan menjadi sangat penting karena ini agenda besar untuk memilih pemimpin negeri di 270 daerah,” ujarnya.

Bahtiar menekankan, esensinya tak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya saja, tetapi mengajak masyarakat menjadi pemilih yang cerdas yang dapat memilih pemimpin yang berdampak pada pembangunan.

“Bukan hanya sekedar melihat masyarakat di TPS sebanyak-banyaknya pada 23 September 2020, tapi memang kita hendak mendorong masyarakat kita untuk memilih pemimpin yang cerdas dan memilih pemimpin yang akan membawa perubahan pada bangsa kita,” ungkap Bahtiar.

Dalam Rakor yang dihadiri para Sekretaris Daerah (Sekda) tersebut, Bahtiar meyakinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) akan bersikap netral dan profesional.

“Jangan khawatir ASN netral, tegak lurus pada merah-putih, Sekda yang hadir ini akan memastikan tidak ada mobilitas seperti Surat Edaran Mendagri, justru ASN akan hadir menyukseskan Pilkada 2020,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 dihadiri hampir 2.000 peserta yang terdiri dari Sekda, Direktur Intelkam Polda, Asintel Kodam/ Korem, Kabinda yang masing-masing dihadiri perwakilan dari 34 Provinsi, KPU Provinsi (yang di daerahnya melaksanakan Pilkada), Bawaslu Provinsi (yang di daerahnya melaksanakan Pilkada), DKPP 34 Provinsi, Kejaksaan Tinggi 34 Provinsi, serta Bawaslu di Kabupaten/Kota (yang di daerahnya melaksanakan Pilkada).

#Puspen Kemendagri#


Editor : | BN Online | Dny

Sabtu, 15 Juni 2019

Tak Hanya Membuka Acara, Presiden Jokowi Ikut Menjadi Peserta Pawai Pesta Kesenian Bali 2019


BN Online, Bali--Mengakhiri kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 yang dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Kota Denpasar, Sabtu sore, 15 Juni 2019.

Tiba pukul 14.30 WITA, Presiden Joko Widodo yang mengenakan baju adat Bali berwarna coklat yang dipadukan dengan udeng, saput dan kamen berwarna ungu serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan kebaya khas Bali berwarna oranye, langsung menuju panggung utama.

Dalam acara tersebut, Presiden tidak hanya melepas peserta pawai, tapi juga turut serta menjadi peserta pawai. Sementara itu, tema dari PKB ke-41 adalah Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin).

“Dengan memohon Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, siang ini saya membuka dan melepas Pawai Pesta Kesenian Bali ke 41 tahun 2019," ucap Presiden.

Setelah itu Presiden memukul kulkul tanda dimulainya PKB ke-41 dan menyaksikan Tari Siswa Nataraja diiringi Gamelan Ketug Bumi yang dipersembahkan oleh ISI Denpasar.


Kemudian berturut-turut, peserta pawai memulai rangkaiannya. Beragam kesenian dari daerah Bali ditampilkan, mulai dari Kabupaten Bangli, Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Gianyar.

Selain peserta dari kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bali, pawai juga diikuti oleh peserta dari luar daerah dan luar negeri. Tampak ikut berpawai penampilan kesenian tari Ga Guang dari Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok; Isosolo dari ISBI Tanah Papua; dan Musik Tong-Tong dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Setelah penampilan kesenian dari Kabupaten Gianyar, pada pukul 16.30 WITA, Presiden dan Ibu Iriana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Ibu Ni Putu Putri Suastini menaiki mobil hias untuk mengikuti pawai. Dari mobil hias tersebut, Presiden dan Ibu Iriana menyapa masyarakat yang memenuhi rute pawai.

Pukul 16.45 WITA, Presiden dan Ibu Iriana selesai mengikuti pawai dan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pawai Pesta Kesenian Bali ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), serta Gubernur Bali I Wayan Koster.(*)




Editor : | BN Online | Dny

Jumat, 14 Juni 2019

Presiden Jokowi Tinjau Waduk Muara Nusa Dua di Bali


BN Online, Bali--Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Bali pada hari ini, Jumat, 14 Juni 2019 dengan meninjau Waduk Muara Nusa Dua, Kota Denpasar. Penataan dan rehabilitasi waduk tersebut kini sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Waduk Muara ini luasnya 35 hektare, ini menjadi sumber air baku untuk kawasan Kuta, Benoa, Nusa Dua, sama sekitar _airport_. Jadi ini sangat penting sekali, tapi ini belum selesai, baru 80 persen, akan diselesaikan nanti akhir tahun ini Desember. Saya melihat dari sisi pengerjaan kelihatan rapi," ujar Presiden kepada awak media seusai peninjauan.


Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Waduk Muara Nusa Dua selesai dibangun pada tahun 1996 dan merupakan muara dari Tukad Badung dengan panjang alur sungai mencapai 19,6 kilometer dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 40,95 kilometer persegi. Dengan luas genangan 35 hektare, waduk ini memiliki volume tampungan total sebesar 770.000 meter kubik dan tampungan efektif 595.000 meter kubik.

Pemanfaatan Waduk Muara Nusa Dua ini utamanya adalah sebagai sumber air baku kawasan Bali Selatan dengan volume air mencapai 500 liter per detik. Untuk ke depannya, Presiden berharap Waduk Muara Nusa Dua ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi kawasan wisata.


"Saya kira penataan kanan kirinya bagus. Jadi tidak hanya fungsi air baku, tapi juga untuk resto dan tempat wisata. Akhir tahun lah kita lihat ke sini lagi," ungkapnya.

Penataan dan rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua sendiri dimulai pada tahun 2017 lalu seiring dengan peningkatan kegiatan pariwisata di Kuta, Tanjung Benoa, dan Nusa Dua. Waduk Muara Nusa Dua merupakan waduk muara pertama di Indonesia. Setelahnya, dibangun beberapa waduk muara lainnya, seperti Waduk Duriangkang, Waduk Muka Kuning, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Sei Gong, yang semuanya berada di Batam.


Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peninjauan Waduk Muara Nusa Dua yaitu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Johan Budi, serta Gubernur Bali I Wayan Koster.(*)




Editor : | BN Online | Dny

News Of This Week