Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau progres pekerjaan yang bertujuan menghilangkan sedimentasi di area cekdam. Sedimentasi yang menumpuk selama ini diketahui telah mengurangi kapasitas penampungan air di Cekdam Balang Sikuyu.
"Pengerukan ini sudah berjalan selama seminggu. Dan akan dikerjakan selama sebulan lebih," ujar Uji Nurdin saat ditemui di lokasi.
Sebagai kepala daerah termuda di Sulawesi Selatan, Uji Nurdin juga menyampaikan rencana pemanfaatan material hasil pengerukan. Ia mengungkapkan bahwa tanah atau material yang dikeruk berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bahan timbunan.
"Tanah yang dikeruk ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Kita sementara kaji aturannya. Kalau memungkinkan kita akan beri ke masyarakat secara gratis," tambahnya.
Bupati menekankan pentingnya kelancaran proyek ini mengingat fungsi vital Cekdam Balang Sikuyu dalam mengendalikan debit air, khususnya saat musim penghujan tiba. Dengan kapasitas tampung yang kembali optimal, diharapkan risiko banjir di wilayah sekitar dapat diminimalisir.
"Kita minta doa dan dukungan kepada masyarakat. Semoga upaya kita ini bisa berdampak kalau memasuki musim penghujan masyarakat sekitar tidak merasakan banjir lagi," pungkas Uji Nurdin.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Bantaeng didampingi oleh beberapa pejabat terkait, termasuk Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bantaeng, Syahriani Said, serta Camat Bantaeng, Zulkarnain.
